<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512</id><updated>2011-09-28T22:02:34.461+07:00</updated><title type='text'>Dion Cecep Supriadi</title><subtitle type='html'>Masa muda adalah masa pembentukan fondasi dalam setiap gerak langkah seseorang menuju masa depannya. Apabila fondasi ini kukuh dan mengikuti jalan yang telah digariskan Rasulullah Saw., niscaya ia akan terhindar dari lembah kenistaan dan kehancuran. Lebih dari itu, cita-cita pun akan tercapai dan generasi harapan agama, bangsa, dan negara akan terwujud.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-115051469790380533</id><published>2006-06-17T10:15:00.000+07:00</published><updated>2006-06-17T10:24:58.283+07:00</updated><title type='text'>Kita adalah Da'i</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Da'i. Kata itu tidak asing bagi kita semua. Julukan yang sering dilontarkan bagi mereka yang suka menyampaikan ceramah keagamaan. Namun betulkah hanya mereka yang disebut Da'i itu? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara bahasa Da'i adalah penyeru atau penyampai informasi. Dalam teori komunikasi Da'i itu adalah komunikator. Ia yang selalu menyampaikan pesan kepada komunikan. Secara istilah Da'i adalah seseorang yang menyampaikan pesan-pesan tentang ajakan menuju jalan Allah (amar ma'ruf nahyi munkar) kepada mustami' atau umat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengertian tersebut sejalan dengan kalamullah yang tersurat dalam &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;ayat 125 &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt; An-Nahl,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..."&lt;/span&gt; Dengan tersirat ayat ini menjadi landasan definisi Da'i baik secara bahasa maupun istilah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewajiban Dakwah&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setiap muslim adalah Da'i. Sebab, setiap muslim berkewajiban untuk melaksanakan amar ma'ruf nahyi munkar. Hal ini senada dengan penegasan Allah dalam lantunan firman-Nya, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Kalian adalah sebaik-baiknya umat yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyuruh (berbuat) kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran dan kalian beriman kepada Allah." &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(QS. Ali Imran [3] : 110).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maksud utama dari ayat ini adalah menegaskan pentingnya amar ma'ruf nahyi munkar bagi umat ini. Karenanya perintah ini disebutkan lebih dahulu. Jadi syarat utama agar umat ini menjadi lebih mulia daripada umat lainnya, maka kita harus melakukan perintah tersebut. Andaikata tidak, maka tidaklah pantas bagi kita memperoleh kehormatan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayang, pemahaman kewajiban dakwah pada umumnya dipahami hanya untuk orang tertentu yakni para ustadz atau kiayi. Maka pantas jika ada ungkapan seseorang yang melihat kemaksiyatan, "Itu bukan urusan saya, tapi urusan ustadz atau kiayi." Padahal merujuk ayat diatas jelas bahwa dakwah merupakan kewajiban bagi setiap orang. Hal ini ditegaskan pula dalam hadits. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Barang siapa melihat kemunkaran dilakukan dihadapannya maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu cegahlah dengan lidahnya, jika tidak mampu maka hendaklah dia merasa benci di dalam hatinya, dan ini selemah-lemahnya iman."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(HR. Muslim).&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain menegaskan kewajiban dakwah, hadits itu mejelaskan pula tentang proses pelaksanaan dakwah yaitu sesuai kemampuannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Media Dakwah&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemahaman yang kurang pas tentang kewajiban dakwah kita luruskan disini. Persepsi yang kurang tepat ini menilai bahwa dakwah adalah ceramahnya seseorang di atas mimbar atau di depan jemaah banyak. Tabligh akbar misalnya. Dari itu, mereka berpikir dirinya tidak wajib berdakwah karena tidak bisa seperti yang para ustadz atau kiayi lakukan. Padahal, itu hanya salah satu bentuk media dakwah saja dan dikaji sebagai level dakwah ummah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selama ini banyak orang memahami bahwa berdakwah adalah berceramah di depan jemaah merupakan suatu bentuk media dakwah, yakni dakwah secara langsung. Hanya saja levelnya bertingkat. Kita yang tidak mampu dakwah langsung dihadapan jemaah banyak, masih tetap menyandang hukum wajib berdakwah. Minimal kita harus mampu melaksanakan dakwah nafsiyah (diri sendiri) dan dakwah fardiyah (orang per orang). Bukankah Allah menyuruh kita untuk saling menasehati di antara kita. Sebagaimana firman-Nya, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"... Dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(QS. Al-'Ashr [103] : 3). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sederhananya, lakukanlah kewajiban dakwah kepada orang-orang terdekat, terutama keluarga. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi mereka yang tidak mampu dakwah secara langsung di depan jemaah, mereka masih dapat melakukan dakwah lewat media lain. Media cetak itulah bentuk kedua media dakwah yang bisa kita lakukan. Mereka yang gemar menulis, lakukanlah dakwah lewat tulisan. Esensinya sama dengan dakwah langsung yaitu menyampaikan ajaran-ajaran Islam. Masukan tulisan-tulisan kita ke media cetak dengan harapan ilmu yang kita tulis diraih banyak orang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain itu media dakwah adalah elektronik. TV, Film dan radio dapat kita jadikan sebagai media transformasi ajaran Islam. Namun, kemungkinan hanya sedikit mereka yang mampu melakukan dakwah dengan media elektronik. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup, tanamkanlah dalam diri kita masing-masing bahwa dakwah dapat kita lakukan. Masalah media dan level dakwah kita kembalikan pada kemampuan diri. Bagi mereka yang mampu langsung, media cetak atau elektronik lakukanlah sekemampuannya. Jelas tidak ada kata untuk mengingkari kewajiban dakwah. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wallahu 'alam bish shawab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-115051469790380533?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/115051469790380533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=115051469790380533' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/115051469790380533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/115051469790380533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/06/kita-adalah-dai.html' title='Kita adalah Da&apos;i'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114990962664138377</id><published>2006-06-10T10:16:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:45:04.876+07:00</updated><title type='text'>Dua Sayap Dakwah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Quran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Quran.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap muslim seharusnya dapat berperan ganda dalam kehidupannya. Yaitu sebagai &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;'Abidullah (Penyembah Allah)&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Khalifatullah (Khalifatullah).&lt;/span&gt; Sebagai 'abidullah ia harus ikhlas menjadi penyembah Allah yang loyal, dan sebagai khalifatullah ia harus memakmurkan bumi dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di atasnya.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua peran tersebut tidak akan berfungsi dengan baik, bila seorang muslim tidak memiliki pribadi (akhlak) yang mulia, ruhiyah (iman) yang tinggi, dan kemampuan akal yang cerdas. Kemuliaan akhlak, kekuatan ruhiyah, dan kecerdasan akal hanya akan terjadi pada diri seorang muslim bila ia mendapatkan tarbiyah (pembinaan). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pribadi-pribadi mulia, tangguh, cerdas, seperti halnya para sahabat Rasulullah, dapat terbentuk berkat tarbiyah dari Rasulullah yang istimrar (kontinyu). Pribadi-pribadi seperti itu tidak akan terbentuk hanya dalam beberapa jam, beberapa hari, atau beberapa minggu, tetapi sejarah membuktikan Rasulullah membina para sahabatnya sepanjang hidupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjadi Juru Da'wah&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sudah seharusnya seorang muslim menyampaikan ilmu yang didapatkanya kepada orang lain. Karena hal ini akan bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia dan dirinya pribadi. Dakwah, menyeru kepada yang baik dan mencegah kepada kemungkaran, tidak seharusnya dipikul oleh kalangan da'i, ustadz, kyai, atau yang sejenisnya. Tetapi seharusnya menjadi tanggung jawab bersama kaum muslimin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyampaikan suatu ilmu (tabligh) sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Bahkan AllahSWT juga telah memerintahkannya kepada kita. Sebagaimana firman-Nya, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(QS. Ali Imran [3] : 1-4).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua Sayap Da'wah&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai salah satu subjek dakwah, kita harus memahami dengan benar kondisi objek dakwah. Berdakwah kepada masyarakat awam berbeda dengan berdakwah kepada orang yang lebih faham. Berdakwah kepada masyarakat yang memiliki ghirah kepada Islam biasa saja juga berbeda dibandingkan dengan berdakwah kepada para aktivitas muslim. Perbedaan objek dakwah ini, harus dijadikan bahan pertimbangan, agar dakwah yang kita sampaikan dapat diterima oleh mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, Ustadz Muhammd Ihsan Tanjung, Lc, menjelaskan bahwa secara garis besar aktivitas dakwah dibagi ke dalam dua sayap, yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Dakwah 'Ammah (dakwah umum)&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Dakwah Khassah (dawah khusus).&lt;/span&gt; Dakwah umum menurut beliau adalah kegiatan dakwah berupa tabligh (ceramah umum) atau majelis ta'lim yang biasa dipahami kebanyakan manusia sebagai pengajian. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dakwah umum adalah sebuah bentuk dakwah yang merupakan gerbang dakwah Islam, yang dengannya terbuka pulalah gerbang-gerbang dakwah lain termasuk dakwah khusus. Peserta yang hadir bisa banyak bisa sedikit. Tetapi satu hal yang pasti ialah bahwa kehadiran para pesertanya tidak konstan, tidak disiplin dan belum ada aturan main maupun keterikatan yang lebih erat. Karena sifatnya yang masih longgar dan cair, sulit diharapkan akan terjadi sebuah perubahan yang utuh pada diri para pesertanya. Sehingga jangan heran bila kita jumpai seorang muslim rajin menghadiri berbagai kegiatan tabligh dan majelis ta'lim namun perilaku buruknya tidak kunjung ditinggalkannya. Bahkan dalam skala yang lebih luas jangan heran dakwah kian semarak di masyarakat, televisi, radio, dan media-media cetak, namun korupsi, kriminalitas, judi, narkoba dan pornografi tidak kunjung menyurut, malah sebaliknya kian mewabah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dakwah ammah adalah dakwah perkenalan, sedangkan dakwah khassah adalah dakwah yang lebih masuk kepada inti penjelasan tentang Islam. Dengan dakwah khusus seseorang bisa lebih mengenal Islam, bukan hanya secara kognitif (akal), tetapi juga sampai ke tingkah laku. Bukan hanya sampai kepada pemahaman tentang Islam, tetapi sampai pada praktek Islam dalam kehidupan sehari-hari sejak urusan bangun tidur sampai urusan mengelola negara. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dakwah khusus merupakan kegiatan dakwah yang memiliki beberapa kekhususan. Ia seringkali disebut sebagai kegiatan tarbiyah (pembinaan) atau takwin (pembentukan). Disebut tarbiyah sebab ia memiliki sasaran membina muslim menjadi mu'min yang peduli terhadap kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Disebut pembentukan sebab dimaksudkan sebagai usaha-usaha membentuk kader-kader dakwah yang handal dan sadar akan pentingnya beramal jama'i (bekerjasama) dalam sebuah jama'ah dakwah demi tegaknya Kalimat Allah. Semua ini diusahakan perwujudannya melalui sebuah sarana bernama &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;halaqah.&lt;/span&gt; Dalam dakwah khusus jumlah peserta terbatas dan dengan demikian efektivitasnya lebih bisa diharapkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pembina (murabbi) dan yang dibina (mutarabbi/mad'u) disyaratkan sama-sama memiliki komitmen. Sebab di dalam kegiatan ini perubahan yang diharapkan mencakup aspek qalbiyun (hati), aqliyun (intelektual), syu'uriyun (perasaan) dan khuluqiyun (akhlak). Singkatnya, tarbiyah dimaksudkan sebagai sebuah laboratorium human resource development (pemberdayaan sumber daya manusia). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan dakwah khusus masih belum sesemarak dakwah umum. Tetapi kegiatan dakwah seperti ini, ternyata lebih semarak di kampus-kampus. Diharapkan kaum intelektual kampus sekembalinya ke masyarakat dapat mewarnai dakwah umum dengan dakwah dakwah khusus sehingga menghasilkan perubahan yang mendasar dan menyeluruh di masyarakat secara lebih cepat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114990962664138377?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114990962664138377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114990962664138377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114990962664138377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114990962664138377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/06/dua-sayap-dakwah.html' title='Dua Sayap Dakwah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114930342778638409</id><published>2006-06-03T09:50:00.000+07:00</published><updated>2006-06-03T10:36:29.853+07:00</updated><title type='text'>Hakikat Dakwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20headline.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20headline.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;r. H. Tifatul Sembiring&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Presiden Partai Keadilan Sejahtera&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi setiap aktivis da’wah, sangat penting untuk membaca dan memahami arah perubahan. Karena, perubahan adalah hakikat dakwah. Baik trend perubahan yang saat ini sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun idealita sasaran akhir yang ingin dicapai dalam gerakan da’wah Islamiyyah itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita harus punya visi, semacam imagine (mimpi) hari esok; keadaan ideal seperti apa yang ingin dicapai, yang mesti secara berani kita canangkan. Slogan ini akan memberikan semacam panduan bagi para da’i, pandangan yang jauh ke depan, membangkitkan optimisme dan motivasi bagi para pekerjanya. Sehingga mereka lebih giat dan lebih bersemangat, secara bersama-sama mengusung perubahan. Tidak sekedar asal berubah, tetapi menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Target ke arah ini harus clear, mesti tergambar secara jelas dan gamblang. Seorang da’i – agar lebih efisien dan efektif - dalam da’wahnya, hendaklah menyusun perencanaan-perencanaan kerja ke depan. Sekelompok majelis ta’lim yang diisi rutin sepekan sekali, setahun jadi apa, dua tahun karakternya bagaimana, apa program-program yang dijalankan oleh jama’ahnya, baik untuk ibadah mahdhoh (ritual) maupun keterlibatan sosial, dst. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekelompok pemuda yang tengah ditakwin (dibentuk jadi kader) mesti dievaluasi paling tidak setahun sekali. Perubahan-perubahan apa yang telah dicapai, apa kekurangannya, faktor penyebab kegagalan dan keberhasilan. Lalu, rencana selanjutnya disusun berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Sehingga memang dapat dipastikan bahwa perbaikan benar-benar sedang berlangsung. Inilah karakter dari sebuah da’wah yang manhaji (memiliki konsepsi), dia mengenal dari mana berangkat, ke arah mana berjalan, apa metoda dan sarana yang dapat digunakan dan dioptimalkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sasaran apa yang hendak dicapai (what) dan bagaimana cara mencapai sasaran tersebut (how) harus dikontrol oleh sang aktivis. Hal ini menunjukkan bahwa da’i tersebut memang visioner. Artinya dia mampu merencanakan strateginya dan dia tahu langkah-langkah apa yang efisien dan efektif sehingga sukses sampai meraih sasaran. Semuanya ini harus tertuang dalam kalender tahunan yang memuat rencana program dan schedule da’wah yang dapat dianalisa dan dievaluasi tingkat capaiannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada tingkat yang lebih strategis, khususnya di bidang politik, kader da’wah mestilah meningkatkan kemampuan untuk melakukan perubahan-perubahan. Titik arah kemana perubahan tersebut penting digariskan, perlu digagas, perlu direncanakan dan diperjuanghkan. Itulah hakekat sebagai unsur perubah. Da’i -yang nota bene adalah orang-orang sholeh- mestilah mampu memberikan arahan yang terbaik bagi ummat ini. Bagaimana kita-kiat untuk mensukseskan perubahan tersebut. Lobbi seperti apa yang mesti dibangun. Tokoh-tokoh atau kelompok masyarakat mana yang mesti didatangi dan bersilaturrahim dengan dengan mereka, sebagai media pendekatan dan penyemaan persepsi mengenai reformasi (perbaikan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena kita -PKS- memandang bahwa parlemen adalah sebagai mimbar da’wah. Artinya kita akan berupaya melakukan perubahan-perubahan secara gradual dan persuassive serta kontinyu -melalui parlemen- dengan pengajuan perubahan undang-undang dan peraturan yang ada agar lebih berpihak kepada ummat dan bangsa ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang ustadz yang baru menjadi anggota DPRD periode 2004-2009 bercerita, pengalaman beliau bersilaturrahim dengan pejabat-pejabat daerah. Dengan beberapa anggota dewan dan tokoh masyarakat lainnya beliau berkunjung ke bupati dan berdialog tentang masalah-masalah masyarakat di kabupaten setempat. Bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat, bagaimana memotivasi mereka agar lebih giat bekerja dan membimbing agar lebih produktif. Bagaimana mengatasi penyakit-penyakit sosial seperti judi, miras, pelacuran yang mulai marak, narkoba dst.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Alhasil, sang bupati merasa sangat gembira menerima silaturrahim anggota dewan tersebut. Kepala daerah itu merasa mendapatkan angin segar dan dukungan moral dari tokoh-tokoh masyarakat, meskipun pertemuan itu hanya bersifat informal. Tanpa kasak-kusuk, tanpa diliput wartawan, namun beberapa hari berikutnya sang bupati mulai lebih rajin turun ke bawah. Menertibkan warung remang-remang yang berjejer di sepanjang bantaran sungai, mengunjungi pusat-pusat kerajinan masyarakat, berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam pemberantasan narkoba, merazia pedagang minuman keras, dst.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Skala perubahan ini akan dapat berlangsung dari tingkat pusat hingga ke seluruh daerah dan pelosok tanah air, selama seorang da’i lebih proaktif melakukan perencanaan dan bergerak sesuai dengan rencana yang telah digariskan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada tingkat masyarakat skala kabupaten/kota, kita tentu ingin merubah suatu lingkungan menjadi bi’ah hasanah (lingkungan yang lebih baik). Dimana hubungan sosial antar elemen masyarakat terjalin lebih harmonis, angka kriminalitas menurun, ritual keagamaan berlangsung khidmat, angka rasio produktifitas meningkat, mobilitas penduduk berjalan lancar, peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat berlangsung terus menerus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari bi’ah hasanah bagaimana menjadi bi’ah islamiyyah, bi’ah harokiyyah dst., yang pada intinya lebih baik dari keadaan sebelumnya. Situasi inipun dapat dianalogikan ke tingkat provinsi maupun pada level negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari pengalaman sang ustadz di atas, bahwa kemampuan pemanfaatan posisi dan situasi yang diciptakan terasa menjadi faktor penting untuk menjalankan agenda perubahan ke depan. Istilah istifadah zhuruf (memanfaatkan situasi dalam artian positif) mungkin lebih tepat digunakan, apalagi jika disertai dengan kemampuan penguasaan mendayagunakan segala sumberdaya dan potensi yang ada. Baik potensi yang dikuasai orang lain, apalagi potensi dan sumberdaya yang memang dikuasai sendiri. Intinya, perubahan melalui da’wah ini penting direncanakan. Wallahu a’lam bishowab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114930342778638409?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114930342778638409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114930342778638409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114930342778638409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114930342778638409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/06/hakikat-dakwah.html' title='Hakikat Dakwah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114826975881190356</id><published>2006-05-22T10:46:00.000+07:00</published><updated>2006-05-22T11:23:00.953+07:00</updated><title type='text'>Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Oleh : KH. Rahmat Abdullah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin   terjadi   seseorang   yang   dahulunya  saling mencintai  akhirnya  saling  memusuhi  dan  sebaliknya yang sebelumnya saling  bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;"Cintailah  saudaramu  secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi  orang  yang  kau  benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional,  mungkin  suatu  masa  ia  akan menjadi kekasih yang kau cintai."   (Hadist   Sahih   Riwayat   Tirmidzi,   Baihaqi,  Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari).&lt;/b&gt; Ini dalam kaitan interpersonal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam  hubungan  kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'I yang  menggariskan  aqidah  "La  tha'ata  limakhluqin  fi  ma'shiati'l Khaliq".  Tidak  boleh  ada  ketaatan  kepada makhluq dalam berma'siat kepada  Alkhaliq.  (Hadist  Sahih  Riwayat  Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Doktrin  ukhuwah  dengan  bingkai  yang jelas telah menjadikan dirinya pengikat  dalam  senang  dan  susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu adalah  :  "Level  terendah  ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke bawah  garis  rahabatus'shadr  (lapang hati) dan batas tertinggi tidak (upper)  tidak  melampaui  batas itsar (memprioritaskan saudara diatas kepentingan diri).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya, maka  "kerugian  apapun"  yang diderita saudara-saudara dalam iman dan da'wah,   yang   ditimbulkan   oleh   kelesuan,   permusuhan   ataupun pengkhianatan   oleh  mereka  yang  tak  tahan  beramal  jama'i,  akan mendapatkan  ganti  yang  lebih  baik.  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;"Dan jika kamu berpaling, maka ALLAH  akan  gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi seperti kamu" (Qs. 47: 38).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da'wah ini. Ada yang sejak  20  tahun  terakhir  dalam  kesibukan yang tinggi, tidak pernah terganggu  oleh  kunjungan  yang berbenturan dengan jadwal da'wah atau oleh  urusan  yang  merugikan da'wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang bersangkutan  telah  tegar  dalam  mengutamakan kepentingan da'wah dan menepiskan  kepentingan  lainnya.  Ini  jauh  dari  fikiran nekad yang membuat seorang melarikan diri dari tanggungjawab keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;  seorang  ikhwah,  Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari  kedua  orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan  lain,  seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman  menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. "Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta", tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan  doktrin  da'wah  telah  mengelupas.  Kala  itu jarang da'i dan murabbi  yang  pulang  malam  apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang  pagi  hari.  Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang  abid  yang  kebingungan  karena  kekhususan  ibadah (sunnah) nya terusik  panggilan  ibu.  "Ummi  au  shalati  :  Ibuku atau shalatku?" Sekarang  yang membingungkan justru "Zauji au da'wati" : Isteriku atau da'wahku ?".&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia  mulai  gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah  dengannya  risikonya  tidak  dapat  pulang  malam tapi biasanya pulang  pagi,  menurut  bahasa  Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00.  Dia  katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah dan  kita  menemukan  cinta  dalam  da'wah.  Apa pantas sesudah da'wah mempertemukan  kita lalu kita meninggalkan da'wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya,   justru  istri  dan  anak-anaknyalah  yang  mengingatkan, mengapa  tidak  berangkat  dan  tetap  tinggal  dirumah?  Sekarang ini keluarga da'wah tersebut sudah menikmati berkah da'wah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da'wah. Kisahnya  mirip,  penyikapannya  yang berbeda. Pengantinnya tidak siap ditinggalkan  untuk  da'wah.  Perang  bathin  terjadi dan malam itu ia absent  dalam  pertemuan rutin. Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis,  ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna waahluna":  "kami  telah  dilalaikan  oleh  harta  dan  keluarga" (Qs. 48:11).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ia  berjanji  pada  dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya  harus  hadir  dalam  tugas-tugas da'wah". Pada giliran berangkat keesokan  harinya  ada  ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. "Wah  ia  yang  sudah  memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?".  Maka  ia  pun absen lagi dan di muhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi, mau  hujan,  badai,  mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu  pula  ketika  harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dakwah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sampai  hari  ini  pun  saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki komitmen  dan  disiplin  yang  baik.  Tidak  pernah merasakan memiliki kelezatan  duduk  cukup  lama  dalam  forum da'wah, yang penuh berkah. Sebenarnya   adakah   pertemuan-pertemuan   yang  lebih  lezat  selain pertemuan-pertemuan  yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati ikhlas  ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"inlam takun bihim falan takuna bighoirihim".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Di Titik Lemah Ujian Datang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya  dari  beberapa  kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A'raf Ayat 163: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;"Tanyakan  pada  mereka  tentang  negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan  mereka  datang  melimpah-limpah  pada Sabtu dan di hari mereka tidak  ber-sabtu  ikan-ikan  itu  tiada  datang.  Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara  langsung  tema  ayat  tentang  sikap dan kewajiban amar ma'ruf nahyi  munkar.  Tetapi  ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Waktu  ujian  itu  tidak  pernah  lebih  panjang  daripada  waktu hari belajar,  tetapi  banyak  orang  tak  sabar  menghadapi  ujian, seakan sepanjang  hari  hanya  ujian  dan  sedikit  hari untuk belajar. Ujian kesabaran,   keikhlasan,   keteguhan  dalam  berda'wah  lebih  sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau   ada  sekolah  yang  waktu  ujiannya  lebih  banyak  dari  hari belajarnya,  maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian  kesulitan,  kenikmatan  itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah  rata-rata  kader da'wah sekarang secara ekonomi semakin lebih  baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang  Ustadz,  ketika  selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak  rekannya untuk mulai aktif berda'wah. Diajak menolak, dengan alasan  ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau  berda'wah,  da'wahnya  diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. "Ternyata kayanya kaya begitu saja", ujar Ustadz tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ternyata  kita  temukan  kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik  yang  paling  lemah.  Mereka  malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya  dipakai  ibadah  justru  ikan datang, pada hari Jum'at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da'wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal  pemecah  es.  Bila  diam  salju itu tak akan menyingkir, tetapi ketika  kapal  itu  maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau  minum  tahan  dulu  sampai  maghrib.  Kelezatan,  kesenangan  dan kepuasan  yang  tiada  &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt;,  karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena  itu  mari  melihat  dimana  titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah,  yang  gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqa', syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bahkan  orang-orang  salih  dimasa dahulu mengatakan: "Seandainya para raja  dan  anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir  dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita  dengan  pedang".  Sayang  hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti,   dihayati   dan   diperjuangkan.  Berda'wah  adalah  nikmat, berukhuwah  adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika da'wah  bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ayat  ini  mengajarkan  kita,  ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah  di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di  bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang keuangan,  jangan  berani-berani  memegang  amanah keuangan kalau kamu lemah  di  uang  hati-hati  dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas,  riya'  mungkin  -dimasa ujian- akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji    dengan    jebakan-jebakan    berkomentar    sebelum   tabayun (klarifikasi). Yang  lemah  dalam  kejujuran  mungkin  selalu  terjebak perkara yang membuat dia hanya 'selamat' dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau  saja  Abdullah  bin  Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah (dahulu  Yatsrib)  ikhlas  menerima  Islam  sepenuh hati dan realistis bahwa  dia  tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya.  Bukankah  tokoh-tokoh  Madinah  makin tinggi dan terhormat, dunia  dan  akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah  SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta  yang  ALLAH  berikan,  tetapi  juga  bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Seni Membuat Alasan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perlu  kehati-hatian  -sesudah syukur- karena kita hidup di masyarakat Da'wah  dengan  tingkat  husnuzzhan  yang  sangat  tinggi. Mereka yang cerdas  tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada sangkaan  baik  orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gemetar  tubuh  Abu  Bakar  RA bila disanjung. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;"Ya ALLAH, jadikan daku lebih  baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan mereka  dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka",&lt;/span&gt; demikian ujarnya lirih.  Dimana  posisi  kita  dari  kebajikan  Abu  Bakr  Shiddiq RA ? "Alangkah  bodoh  kamu,  percaya  kepada  sangka  baik orang kepadamu, padahal engkau tahu betapa diri kamu jauh dari kebaikan itu", demikian kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai'llah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Diantara  nikmat  ALLAH  ialah  sitr (penutup) yang ALLAH berikan para hamba-Nya,  sehingga  aibnya  tak  dilihat orang. Namun pelamun selalu mengkhayal  tanpa  mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan lapang  hati  komunitas  da'wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman maaf, "Afwan ya Akhi".&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kelengkapan  Amal Jama'i tempat kita 'menyumbangkan' karya kecil kita, memberikan  arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran  bersama.  Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama'i kita, tanpa  harus  mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da'wah. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;"Mereka membangkit-bangkitkan  (jasa)  keislaman  mereka kepadamu.  Katakan : 'Janganlah  bangkit-bangkitkan  keislamanmu (sebagai sumbangan  bagi kekuatan  Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia  besar  dengan  membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur" (Qs. 49;17).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;ALLAH  telah  menggiring  kita  kepada keimanan dan da'wah. Ini adalah karunia  besar.  Sebaliknya,  mereka  yang  merasa telah berjasa, lalu -karena  ketidakpuasan  yang  lahir  dari  konsekwensi  bergaul dengan manusia   yang   tidak  maksum  dan  sempurna-  menunggu  musibah  dan kegagalan,  untuk  kemudian  mengatakan  : "Nah, rasain !" Sepantasnya bayangkan,   bagaimana   rasanya   bila  saya  tidak  bersama  kafilah kebahagiaan ini?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saling  mendo'akan  sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi mereka,  terlebih  doa  dari  jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak motivasi  lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya dan  malaikat  akan  mengamininya,  seraya  berkata : "Untukmu pun hak seperti itu", seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah dan  jamaah  bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling mencintai,  bukan  didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan cinta fi'Llah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya  ALLAH,  kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114826975881190356?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114826975881190356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114826975881190356' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114826975881190356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114826975881190356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/05/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah.html' title='Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114689668217305317</id><published>2006-05-06T13:08:00.000+07:00</published><updated>2006-05-06T13:24:42.490+07:00</updated><title type='text'>Dakwah Ini Tidak Bisa Dipikul Oleh Orang yang Manja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan ke Najed. &lt;b style=""&gt;Abu Musa Al Asyari RA meriwayatkan. “Dalam perjalanan itu kami keluar bersama Rasulullah SAW. Waktu itu kami enam orang bergantian mengendarai satu unta. Seorang naik unta secara bergantian. Sambil menunggu giliran kami harus menempuh perjalanan yang panjang, sehingga telapak kaki kami pecah-pecah dan kuku-kukunya pun copot. Waktu itu kami balut kaki kami dengan sobekan kain sehingga aku menyebut peperangan itu perang Dzatur Riqaa “Sobekan Kain”.&lt;/b&gt; Abü Musa Al Asyari menyebutkan hadits ini tetapi kemudian ia tidak menyukainya. Seolah-olah dia tidak suka untuk menceritakan pengalamannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat &lt;i style=""&gt;lbnu lshaq dan Ahmad dan Jabir bin Abdullah RA ia menceritakan. “Kami berangkat bersama Rasulullah SAW pada perang Dzatur Riqaa. Pada kesempatan itu tertawanlah seorang wanita musyrikin. Setelah Rasulullah SAW berangkat pulang, suami wanita itu yang sebelumnya tidak ada di rumah baru saja datang. Kemudian lelaki itu bersumpah tidak akan berhenti mencari sebelum dapat mengalirkan darah para sahabat Muhammad SAW. Lalu lelaki itu keluar mengikuti jejak perjalanan Rasulullah SAW. Pada sebuah lorong di suatu lembah Rasulullah SAW bersama para sahabat berhenti. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah di antara kalian yang bersedia menjaga kita malam ni?” Jabir berkata, “Maka majulah seorang dari Muhajirin dan seorang lagi dari Anshar lalu keduanya menjawab, Kami siap untuk berjaga ya Rasulullah’. Nabi Muhammad SAW berpesan Jagalah kami di mulut lorong mi.” Jabir mencenitakan waktu itu, Rasulullah SAW bensama para sahabat berhenti di lorong suatu lembah. “Ketika kedua orang sahabat itu keluar ke mulut lorong, sahabat Anshar berkata pada sahabat Muhajirin, Pukul berapa engkau inginkan aku berjaga, apakah permulaan malam ataukah akhir malam?’ Sahabat Muhajirin menjawab. Jagalah kami di awal malam.’ Kemudian sahabat Muhajirin itu berbaring dan tidur. Sedangkan sahabat Anshar melakukan shalat. Jabir berkata, datanglah lelaki musyrikin itu dan ketika mengenali sahabat Anshar dia paham bahwa sahabat itu sedang bertugas jaga. Kemudian orang ini memanahnya tepat mengenai dirinya. Lalu sahabat Anshar mencabutnya kemudian berdiri tegak melanjutkan shalatnya. Kemudian orang musyrikin itu memanahnya lagi dan tepat mengenainya lagi, lalu sahabat itu mencabut kembali anak panah itu kemudian berdiri tegak melanjutkan shalatnya. Kemudian untuk ketiga kalinya orang itu rnemanah kembali sahabat Anshar tersebut dan tepat niengenai dirinya. Lalu dicabut pula anak panah itu kemudian ia rukuk dan sujud. Setelah itu la membangunkan sahabat Muhajirin seraya berkata, ‘Duduklah karena aku telah dilukai.’ Jabir berkata, “Kemudian sahabat Muhajirin itu melompat mencari orang yang melukai sahabat Anshar itu. Ketika orang musyrikin itu melihat keduanya ia sadar bahwa dirinya telah diketahui maka ia pun melarikan diri. Ketika sahabat Muhajirin mengetahui darah yang melumuri sahabat Anshar, ia berkata, Subhanallah kenapa engkau tidak membangunkan aku dari tadi?’ Sahabat Anshar menjawab, Aku sedang membaca &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dan aku tidak ingin memutusnya. Namun, setelah orang itu berkali-kali memanahku barulah aku rukuk dan memberitahukan dirimu. Demi Allah SWT kalau bukan karena takut mengabaikan tugas penjagaan yang diperintahkan Rasulullah SAW kepadaku niscaya nafasku akan berhenti sebelum aku membatalkan shalat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesetiaan Memenuhi Seruan Da’wah, lndikasi Sikap Militan Kader Perjalanan Da’wah bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi oleh kegemerlapan dan kesenangan melainkan ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan yang berat. Telah banyak kita dapati sejarah orang-orang terdahulu yang merasakan perjalanan da’wah ini. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang disiksa, ada pula yang harus meninggalkan kaum kerabatnya ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah penjuangan lainnya yang banyak tersebar bukti dari pengorbanannya dalam jalan da’wah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan mereka terhadap da’wah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abu Musa Al Asyari dan para sahabat lainnya. Semoga Allah SWT meridhai mereka, telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kukunya copot. Namun, mereka arungi penjalanan itu tanpa mengeluh sedikit pun bahkan mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan mereka dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanannya dan menjadi tinta emas sejarah umat da’wah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan da’wah ini menjadi suri teladan bagi generasi sesudahnya. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan, maka da’wah ini tumbuh bersemi dan generasi berikutnya memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu merupakan karunia yang diberikan Allah SWT melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu da’wah ini. Semoga Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepadaNya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mereka telah mengalami Iangsung apa yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quran &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; At Taubah ayat 42, berikut: &lt;b style=""&gt;“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dari perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat tabah meniti perjalanan da’wah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu persatu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan. Penyakit wahn telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai resiko dari sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus rnengalami kesulitan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;“Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati rnereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. Maka Allah melemahkan keinginan niereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.’ (At Taubah, 91: 45-46)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan merupakan indikasi sikap militan kader da’wah. Sikap ini membuat mereka standby menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang maka ia pun akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SAW dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abdul Fattah Abu Ismail Rahimahullah, salah seorang murid lmam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas da’wahnya tanpa keluhan sedikit pun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna, orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dan waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja malah ia yang membukakan pintu gerbangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu lsmail mengembalikannya sambil mengatakan &lt;i style=""&gt;“Da’wah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja”&lt;b style=""&gt;. &lt;/b&gt;Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah tapi saya tetap dapat memikul da’wah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap da’wah, karena itu pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu, ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah SWT berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu, terima kasih atas kebaikan ibu, biarlah saya naik kendaraan umum saja”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan Pada Janji-Janji Allah SWT. Orang-orang yang telah membuktlkan kesetiaannya pada da’wah lantaran keyakinan mereka terhadap janji-janji Allah SWT. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah SWT telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan da’wah ini berupa berbagai anugenahNya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyal karunia yang besar’. (Al Anfal 81:29).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan janji Allah SWT tersebut orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan da’wah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah SWT kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya dan mereka pun tidak akan pernah mau mengubah janji kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;‘Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).” (Al Ahzab 33: 23).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana pernah diwawancarai. Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya adalah karena perjuangan, dan dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti serta untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena da’wah dan perjuangan kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” lirihnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kesabaran Modal Kesetiaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kader da’wah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinya yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai tantangan da’wah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai resiko perjuangan di hari ini dengan keadaan onang-orang terdahulu dalam perjalanan da’wah ini belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk da’wah. Pengorbanan tenaga dalam amal khamniyah untuk kepentingan da’wah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan onang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencang hingga robeklah orang itu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesabaran sebagai kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah SWT&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Al lmran 3: 146).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;BiIa kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan da’wah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyamai da’wah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini? Ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah da’wah ini? Ingat, da’wah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi kader merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan da’wah ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wallahu ‘alam bishowab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114689668217305317?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114689668217305317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114689668217305317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114689668217305317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114689668217305317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/05/dakwah-ini-tidak-bisa-dipikul-oleh.html' title='Dakwah Ini Tidak Bisa Dipikul Oleh Orang yang Manja'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114507409723436835</id><published>2006-04-15T11:07:00.000+07:00</published><updated>2006-04-15T11:08:18.093+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Pohon</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Coba Anda perhatikan pohon. Kemudian perhatikan apabila Anda mendirikan tenda! Anda menariknya dari semua sisi dengan tali‑temali agar tegak dan tidak roboh atau miring. Demikianlah Anda menjumpai pohon dan tanaman, punya akar yang panjang di dalam tanah, tersebar ke segala arah agar membuatnya berdiri tegak. Semakin besar bagian atasnya, semakin panjang akar‑akarnya dari bawah menyebar ke berbagai arah. Kalau tidak demikian, bagaimana pohon‑pohon kurma yang tinggi dan bangunan pencakar langit kuat menahan serangan badai?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lihatlah ciptaan Allah SWT mendahului karya manusia! Manusia mengerti cara mendirikan tenda dari cara Dia menciptakan pohon dan tanaman.Akar‑akarnya adalah seperti tali‑temali bagi tenda, dan dahan‑dahannya menjadi tiang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pohon pun Berbuah Sesuai Musimnya&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Sekarang perhatikan hikmah Allah SWT menyesuaikan antara jenis‑jenis buah dengan musim keluarnya. Buah‑buah itu pas benar dengan kebutuhan manusia seperti adanya air bagi orang yang sedang kehausan. Sehingga, nafsu menerimanya dengan gembira, rindu, dan menunggu‑nunggu kedatangannya seperti menunggu kedatangan orang yang lama pergi. Kalau saja tanaman musim panas keluar pada musim dingin, tentu manusia merasa tidak suka, dan di samping itu menimbulkan mudarat bagi badan. Begitu pula kalau tumbuhan musim semi keluar pada musim gugur, atau sebaliknya, tentu tidak disenangi jiwa manusia dan tidak dirasakan kenikmatannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Hikmah Pohon&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Perhatikan pula hikmah pohon‑pohon! Anda lihat dalam setiap tahun mereka hamil dan melahirkan. Mereka selalu menjalani peristiwa kehamilan dan kelahiran ini. Apabila Tuhan mengizinkannya hamil, panas alami tersimpan di dalamnya agar terjadi kehamilan pada masa yang telah ditakdirkan. Masa ini seperti masa terbentuknya sperma. Sel‑sel melakukan proses di dalamnya, menyiapkannya untuk kehamilan. Sehingga, apabila waktu kehamilan telah tiba, air mengalirinya hingga sisi‑sisinya menjadi lentur. Air mengaliri dahan‑dahannya; panas dan kelembaban menyebar di seluruh bagiannya. Apabila waktu melahirkan telah tiba, pohon‑pohon itu mengenakan baju‑baju baru. Yakni, bunga dan daun yang indah‑indah yang dibanggakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Apabila anak‑anaknya telah muncul dan kehamilannya tampak, saat itulah diketahui mana pohon yang baik dan mana yang tidak. Dan, yang memberi makanan kepada kandungan itu adalah Tuhan yang memberi makanan kepada janin di dalam perut ibunya. Dia menutupinya dengan dedaunan, melindunginya dan panas dan dingin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Apabila kehamilan telah sempurna dan tiba saat penyapihan serta dahan dahannya menjuntai ke bawah, seakan‑akan dia menyerahkan buahnya kepadamu. Apabila Anda mendatanginya, Anda melihat seakan‑akan dahan‑dahannya menyongsong kedatanganmu dengan anak‑anaknya, menyalamimu, dan memuliakanmu dengan mereka; menyerahkan kepadamu seperti anugerah. Dia tidak menyerahkan dengan tangannya, apalagi buah‑buah surga yang rendah‑rendah yang dapat digapai oleh orang mukmin baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Begitu pula Anda lihat pohon Raihan (tumbuhan yang berbau harum), seakan-akan menyapa kamu dengan nafasnya yang segar dan menyongsong kehadiranmu dengan baunya yang harum. Semua itu untuk menghormatimu, mengingat kebutuhanmu, dan mengutamakan kamu atas hewan‑hewan. Apakah karunia ini membuatmu lupa terhadap sang pemberi nikmat? Pantaskah kalau kamu menggunakannya dalam kemaksiatan dan hal‑hal yang dimurkai‑Nya? Bagaimana jika kamu mengingkarinya dan mengatakan itu bukan dari Dia? Sebagaimana Allah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Kamu (mengganti) rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;(al‑Waaqi'ah: 82)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Sudah sepantasnya orang yang berakal berkelana dengan pikirannya, merenungkan nikmat dan karunia itu, berulang‑ulang menyebutnya. Barangkali dengan begitu dia dapat mengerti tujuannya: apa hakikatnya, untuk apa diciptakan, kenapa disediakan, dan apa yang dituntut darinya terhadap nikmat‑nikmat ini. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Maka ingatlah nikmat‑nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;(al‑A'raaf‑ 69)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi, mengingat‑ingat karunia dan nikmat Allah SWT atas hamba‑hamba‑Nya adalah sebab kebahagiaan dan keberuntungan. Karena hal itu makin menambah cinta, syukur, taat, dan kesadaran akan kurangnya melaksanakan kewajiban kepada Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114507409723436835?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114507409723436835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114507409723436835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114507409723436835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114507409723436835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/04/belajar-dari-pohon.html' title='Belajar dari Pohon'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114482551123930416</id><published>2006-04-12T14:01:00.000+07:00</published><updated>2006-04-12T14:05:11.480+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kurma</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah pohon kurma itu, yang merupakan salah satu ayat Allah SWT, Anda pasti akan mendapati ayat dan keajaiban yang mencengangkan. Ketika mentakdirkan pohon kurma ada yang betina, yang membutuhkan pembuahan, Allah SWT menciptakan pejantan yang membuahi betina tersebut seperti&lt;b&gt; &lt;/b&gt;jantan dan betina hewan. Oleh karena itu, ia amat mirip dengan manusia, khususnya orang beriman, jika dibanding pohon‑pohon lain seperti diperumpamakan oleh Nabi saw.." Persamaan itu dapat dilihat dari beberapa hal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Pertama: &lt;/i&gt;kekokohan akarnya di tanah. la tidak seperti pohon yang tercerabut dengan akar‑akarnya dari tanah, tidak dapat tegak sedikit pun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kedua: &lt;/i&gt;buahnya yang enak, manis, dan banyak manfaatnya. Seperti itulah orang mukmin; perkataannya baik, amalannya baik, dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga: &lt;/i&gt;hiasan dan bajunya terus dipakai tidak gugur baik pada musim panas maupun dingin. Begitu pula orang mukmin, pakaian takwa tidak pernah lepas darinya sampai bertemu Rabbnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Keempat: &lt;/i&gt;buahnya mudah dijangkau. Orang tidak perlu memanjat pohon kurma&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;yang pendek. Sedang pohon kurma yang tinggi mudah dipanjat dibanding memanjat pohon‑pohon tinggi yang lain. Anda lihat di pohon itu telah tersedia tangga‑tangga untuk mendaki ke atas. Mukmin juga seperti itu. Kebaikannya mudah didapat oleh orang yang menginginkannya, tidak perlu dirampas dengan tipu muslihat dan cara tak terpuji.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kelima: &lt;/i&gt;buahnya termasuk buah yang paling bermanfaat di seantero dunia. Yang masih basah dimakan sebagai buah atau manisan. Yang sudah kering menjadi &lt;i&gt;quut &lt;/i&gt;(makanan pokok), juga sebagai buah. Juga bisa dibuat menjadi cuka, manisan, campuran obat, dan minuman. Manfaatnya dan manfaat angggur amat banyak melebihi buah‑buah lain. Pohon kurma di daerah tumbuhnya (seperti: Madinah, Hijaz, dan Irak) lebih bermanfaat dan lebih utama bagi penghuni daerah itu daripada yang lain. Dan di daerah tumbuhnya, anggur lebih utama dan bermanfaat bagi penduduk daerah itu; seperti Syam, daerah pegunungan dan berhawa dingin yang tidak bisa ditumbuhi pohon kurma.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Keenam: &lt;/i&gt;kurma adalah pohon yang paling tabah dan tahan menghadapi serangan angin dan cuaca yang ganas. Pohon dan bangunan lain yang tinggi besar kadang dibuat condong oleh angin, kadang malah tumbang dan dahan-dahannya patah‑patah, dan kebanyakan mereka tidak tahan haus seperti pohon kurma. Begitulah, orang mukmin selalu sabar dan tabah menghadapi cobaan. Badai tidak bisa menggoyahkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ketujuh: &lt;/i&gt;seluruh bagian pohon kurma punya manfaat, tidak ada bagian yang tiada faedahnya. Buahnya bermanfaat. Batangnya juga bermanfaat untuk bangunan dan atap, dan sebagainya. Pelepahnya dipakai sebagai atap rumah sebagai ganti dari bambu dan untuk menutup lubang‑lubang dan celah‑celah. Daunnya dibuat keranjang, tikar, daan lain‑lain. Serabutnya juga sudah kita tahu manfaatnya. Duri kurma, dia menjadikan padanannya dari sifat orang mukmin sifat keras terhadap musuh‑musuh Allah SWT. Orang mukmin itu keras terhadap mereka seperti duri, dan kepada sesama mukmin dia seperti buah kurma yang manis dan enak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;"....Keras terhadap orang‑orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka... " &lt;b&gt;(al-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;Fath: 29)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kedelapan: &lt;/i&gt;makin tambah usianya, makin banyak manfaatnya dan makin baik buahnya. Begitu juga orang mukmin, apabila usianya panjang, kebaikannya bertambah dan amalannya meningkat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kesembilan: &lt;/i&gt;jantungnya paling baik dan manis. Ini adalah keistimewaan yang khusus dimiliki pohon kurma, tak ada pada pohon‑pohon lain. Dan, hati orang beriman seperti itu, paling baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kesepuluh: &lt;/i&gt;manfaatnya tidak pernah berhenti secara total. Kalau salah satu manfaatnya terhalang, masih ada manfaat‑manfaatnya yang lain. Apabila buahnya tidak keluar selama satu tahun, manusia masih dapat mengambil manfaat dari daun, pelepah, atau serabutnya. Begitu pula orang mukmin tidak pernah kosong dari salah satu sifat dan perangai baik. Bila salah satu perbuatan baik tak dapat dia kerjakan, masih ada kebaikan lain yang bisa diharap darinya. Kebaikannya selalu dapat diharapkan, dan kejahatannya tak perlu dikhawatirkan. Dalam &lt;i&gt;Sunan Tirmidzi &lt;/i&gt;disebutkan hadits yang marfu' dari Nabi saw.,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang kebaikannya diharap dan kejahatannya tak dikhawatirkan; dan yang paling jelek adalah yang kebaikannya tak diharapkan dan kejahatannya dicemaskan.”(HR Tirmidzi)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Perhatikanlah bentuk batang kurma itu. Anda mendapatinya seperti terpintal dari benang‑benang yang memanjang dan yang lain melintang, persis seperti pintalan tangan. Hikmahnya: agar keras dan erat, tidak putus‑putus ketika membawa bawaan yang berat dan tahan terhadap tiupan angin kencang, tahan lama di atap, jembatan, perabot, dan sebagainya yang terbuat darinya. Begitu pula kayu‑kayu yang lain; jika kamu perhatikan seperti tenunan. la tidak seperti batu cadas yang tidak berlubang. Anda lihat sebagiannya seakan‑akan masuk pada bagian yang lain, memanjang dan melintang seperti susunan daging. Susunan seperti itu sangat kuat dan cocok dengan kebutuhan manusia terhadapnya. Karena kalau tidak berlubang seperti batu, tentu tidak mungkin dipakai untuk alat‑alat, pintu, perabot, ranjang, keranda mayat, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114482551123930416?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114482551123930416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114482551123930416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114482551123930416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114482551123930416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/04/belajar-dari-kurma.html' title='Belajar dari Kurma'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114412242548541334</id><published>2006-04-04T10:43:00.000+07:00</published><updated>2006-04-04T10:47:05.960+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Daun</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Perhatikanlah hikmah daun! Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang besar‑besar, panjang, dan lebar. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kecil‑kecil, terselempit di antara yang besar‑besar tersebut, tersusun dengan rapi dan menakjubkan. Kalau yang membuatnya manusia, setahun penuh satu daun tidak selesai. Tentu mereka memerlukan alat‑alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya. Tapi Allah SWT, Sang Maha Pencipta dan Maha Tahu, dalam sekejap saja menebarkan daun‑daun yang memenuhi bumi, dataran rendah dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu. Yang berlaku hanya kehendak‑Nya yang pasti terlaksana dalam sagala hal, dan kekuasaan‑Nya yang tak terhalangi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“...Sesungguhnya perintah‑Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah! maka terjadilah ia’” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Yaasiin: 82)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Sekarang perhatikan hikmah serat‑serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat‑urat yang tersebar di badan yang mengantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat‑serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. la berfungsi seperti otot dan. urat bagi badan hewan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Kemudian perhatikan hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Tahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak, tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; sebagai pelindung dahan dari panas (matahari). Hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan‑dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baju baru yang lebih indah. Maha Besar Allah yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun‑daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izinNya, dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan‑Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Di samping itu, kalau saja manusia menyaksikan sedemikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah‑buahan, dahan‑dahan, dan pohon‑pohon, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain, dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia‑sia. Allah SWT berfirman,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan tumbuh‑tumbuhan dan pohon‑pohonan kedua‑duanya tunduk kepada-Nya.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(ar‑Rahmaan: 6)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;An‑najm&lt;/i&gt; adalah tanaman yang tidak berbatang, sedang &lt;i&gt;asy‑syajar&lt;/i&gt; adalah yang punya batang. Semuanya sujud dan bertasbih kepada tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan, tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji‑Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(al‑israa': 44)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Mungkin Anda termasuk orang yang terlalu tebal hijabnya sehingga berpendapat, arti 'tasbiih' dalam ayat di atas adalah mereka jadi bukti atas pencipta. Ketahuilah, pendapat ini tampak kesalahannya dilihat dari tiga puluh aspek yang sebagian besar telah kami sebutkan di tempat lain. Tidak ada di dalam logat bahasa mana pun bukti atas pencipta dinamakan dengan tasbzih, sujud, shalat, ta'wiib, dan hubuth mill khasyyatihi seperti disebutkan Allah SWT dalam kitab‑Nya. Kadang Allah SWT menyebutnya tasbiih, kadang sujud, kadang dengan shalat. Seperti firman‑Nya,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing‑masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya. “ &lt;b&gt;(an‑Nuur: &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;41)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Apakah akalmu menerima kalau ayat itu diartikan, "Allah telah mengetahui bahwa mereka adalah bukti atas diri‑Nya", padahal Dia menyebut bukti itu dengan shalat dan tasbiih, membedakan keduanya dan menyambung shalat dan tasbih dengan kata sambung ‘dan’.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kadang Allah SWT menyebutnya dengan tawib seperti dalam firman‑Nya,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Hai gunung‑gunung, bertasbihlah berulang‑ulang bersama Daud.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Sabaa': &lt;i&gt;10)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;Kadangkala Allah menyebutnya dengan tasbiih yang khusus pada waktu tertentu, seperti senja dan waktu terbit matahari. Apakah mungkin mereka jadi bukti atas Sang Pencipta hanya pada dua waktu ini saja? Tentu tidak!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Intinya, kesalahan pendapat seperti ini bagi para pemilik bashirah sangat jelas. Saking jelasnya, mereka tidak perlu menguras tenaga mencari dalil atas kesalahannya. &lt;i&gt;Alhamdulillah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114412242548541334?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114412242548541334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114412242548541334' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114412242548541334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114412242548541334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/04/belajar-dari-daun.html' title='Belajar dari Daun'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114214333881365899</id><published>2006-03-12T12:48:00.000+07:00</published><updated>2006-03-12T13:11:16.586+07:00</updated><title type='text'>Bagian Tubuh yang Paling Berarti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20TPI-Peduli.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20TPI-Peduli.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting? Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku anak-anak, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku." Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek. Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?" Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar- benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Ukhuwah itu Indah, Kebersamaan menyatukan hati, Jika Islam telah mengajak untuk merasakan keindahan, mencintai dan menikmatinya, maka Islam juga menekankan agar kita mengungkapkan perasaan dan kecintaan dalam kebersamaan yang juga merupakan suatu keindahan tersendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114214333881365899?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114214333881365899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114214333881365899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114214333881365899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114214333881365899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/03/bagian-tubuh-yang-paling-berarti.html' title='Bagian Tubuh yang Paling Berarti'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114187581472566392</id><published>2006-03-09T10:41:00.000+07:00</published><updated>2006-03-12T13:07:04.793+07:00</updated><title type='text'>Bahagia, Ada Pada Jiwa yang Pandai Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20alla_5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20alla_5.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernah membayangkan, bagaimana seseorang menulis buku, bukan dengan tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi dengan kedipan kelopak mata kirinya? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, tentu saja Anda belum mengenal orang yang bernama Jean-Dominique Bauby. Dia pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, pasti Anda akan berpikir, "Berapa pun problem dan stres dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!" &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya "Seperti pikiran di dalam botol". Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi&lt;br /&gt;dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman-temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main," kata Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, "Le Scaphandre" et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: "Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang tertutup!"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah...! Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian berterima kasih/ bersyukurl).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam artikel yang berjudul Kegagalan &amp; Kesuksesan Hasil Konsekuensi Pikiran ( SPM 26 Februari 2005) dituliskan, seseorang yang sadar sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa (jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, dia harus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup. Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang telah banyak mengalami kegagalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=""&gt;Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallhu 'alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114187581472566392?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114187581472566392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114187581472566392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114187581472566392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114187581472566392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/03/bahagia-ada-pada-jiwa-yang-pandai.html' title='Bahagia, Ada Pada Jiwa yang Pandai Bersyukur'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114144435776966827</id><published>2006-03-04T10:46:00.000+07:00</published><updated>2006-03-04T11:58:00.360+07:00</updated><title type='text'>Berhentilah, Sejenak Saja...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20sujud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20sujud.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu memang tak pernah berhenti berjalan, meski manusia di dalamnya tak bergerak sekali pun. Beruntunglah orang-orang yang selalu mengisi kehidupannya dengan berbagai macam kegiatan dan amalan. Semangat dan tekad yang kuat di dalam hati memang mampu membuat manusia bergerak layaknya air yang mengalir, terus bergerak mengikuti arus.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika kita yakin bahwa hidup ini cuma sekali dan dunialah tempat kita menempa amal, mempersiapkan bekal yang terbaik sebelum akhirnya memasuki akhirat yang kekal, maka sepatutnya kita paham bahwa tak ada waktu yang boleh disia-siakan. Begitu banyak yang bisa dan harus kita kerjakan. Bahkan terkadang kita merasa bahwa waktu 24 jam yang diberikan masih kurang jika harus dibagi untuk mengerjakan amanah pekerjaan, kuliah, dakwah, keluarga, dan mengurusi diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berlomba-lombalah dalam mengerjakan kebaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan. Tapi terkadang ketika kita begitu sibuk mengerjakan amanah, ada hal-hal yang kita abaikan. Saudaraku, cobalah bertanya pada diri sendiri. Jujurlah pada nurani. Sudahkah hak-hak diri kita tunaikan? Apakah ibadah kita tetap terjaga? Atau justru tilawah semakin berkurang dan malam demi malam selalu terlewatkan tanpa sempat sujud meski hanya dua rakaat di sepertiga malam? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibarat orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, maka sesekali perlu berhenti untuk beristirahat atau mengisi bahan bakar kendaraan. Seperti itulah layaknya kita. Ketika bergerak, harus ada waktu dimana kita mengisi kekuatan, menenangkan pikiran, baru kemudian bergerak lagi. Rasakanlah betapa kosongnya hati ketika salat kita tak lagi khusyuk (bahkan terburu-buru), tilawah kita tak pernah mencapai target, Dhuha tak sempat dilakukan, dan akhirnya malam hanya meninggalkan lelah yang amat sangat. Apakah itu yang kita rasakan saat ini?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jika iya, maka berhentilah sejenak. Sejenak saja... tanyalah pada diri, sudah sejauh mana kita tidak lagi tawazun (seimbang) pada diri? Saudaraku, benahilah kembali hak-hak diri dan orang lain yang selama ini mengkin terabaikan. Shalatlah sambil mengingat dosa-dosa yang mungkin sering kita lakukan tanpa kita sadari. Perbanyak doa agar kita selalu diberi kekuatan dan kesabaran. Bacalah Al-quran sambil merenungkan maknanya. Kerjakan amalan sunnah yang selama ini mungkin jarang sekali tersentuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beruntunglah orang yang melakukan tasbih (shalat) ketika manusia sedang tertidur. Ia pendam keinginannya diantara tulang rusuknya (dadanya). Dalam suasana yang diliputi ketenangan yang khusyu. Berdzikir kepada Allah sedang air matanya mengalir. Kelak air matanya itu di kemudian hari akan menjadi pelita. Guna menerangi jalan yang ditempuhnya di hari perhimpunan. Seraya bersujud kepada Allah di penghujung malam. Kembalilah kepada Allah dengan hati yang khusyu. Dan berdoalah kepada-Nya dengan mata yang menangis. Niscaya Dia akan menyambutmu dengan pemaafan yang luas. Dan Dia akan menggantikan semua  keburukanmu itu. Dengan kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu tanpa habis-habisnya. Semua pemaafan itu diberikan bagi hamba yang kembali pada-Nya. Sebagai karunia yang berlimpah dari Pencipta alam semesta. Bagi orang-orang yang segera bertaubat kepada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berhenti sejenak bukan berarti lantas mematahkan langkah dan menghambat tujuan. Justru kita harus berhenti sejenak untuk mengisi kekuatan kita dan melihat apa saja yang telah kita lakukan. Karena kita adalah manusia, bukan batu karang yang tetap berdiri meski diterjang ombak. Karena kita adalah manusia, bukan gunung tinggi yang tetap kokoh meski diterpa angin kencang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Wallahu ‘alam bishowab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114144435776966827?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114144435776966827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114144435776966827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114144435776966827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114144435776966827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/03/berhentilah-sejenak-saja.html' title='Berhentilah, Sejenak Saja...'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114111791333776354</id><published>2006-02-28T16:05:00.000+07:00</published><updated>2006-03-01T11:28:58.190+07:00</updated><title type='text'>Kelezatan Iman</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiga hal yang akan menjadikan seseorang merasakan manisnya iman, menurut sebuah hadits yang bersumber dari Anas ra, adalah:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;li&gt;Mengutamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dari yang lainnya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Takut akan kembali kepada kekufuran sebagaimana takutnya dilemparkan ke dalam neraka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Iman dan keyakinan bagi seseorang adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Hidup tanpa iman akan terasa hampa, tiada arti dan makna. Sebab tanpa iman seseorang tidak tahu untuk apa dia hidup, mau diapakan kehidupan ini, dan bagaimana setelah hidup. Hidup jadi terombang-ambing oleh situasi dan keadaan. Ke mana arah angin bertiup ke sanalah mereka pergi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu iman adalah sumber ketenangan, sumber kebahagiaan, sumber kenikmatan dan kelezatan. Orang yang tak memiliki iman hidupnya dipenuhi oleh kegoncangan. Tidak stabil. Kadang bergembira ria, tapi dalam waktu yang dekat bersedih hati hingga merana, meratap, menangis, histeris. Saat gembira lupa daratan, saat terkena musibah putus asa. Begitulah corak hidup orang yang tak memiliki iman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;b style=""&gt;"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia membelakangi dengan sikap sombong, dan apabila ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa." (QS. Al-Israa': 83).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman hidupnya selalu tenang. Di saat mendapatkan karunia Allah, tidak lupa daratan, tetap merasakan bahwa kenikmatan ini semata-mata dari Allah, karenanya perlu dinikmati, juga disyukuri. Jika terkena musibah atau bencana, maka ia tetap menyadari bahwa semua ini datangnya dari Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu ciri dari kehidupan orang yang beriman itu adalah tenang. Hidupnya tidak diwarnai dengan kesedihan yang berlebihan, tidak juga kegembiraan yang luar biasa. Tetap optimis menghadapi setiap kondisi. Tidak lekas putus asa, sebab dia yakin bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Allah kuasa pula mengubah keadaan sewaktu-waktu. Kekuasaan itu terletak di tangan-Nya secara mutlak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;b style=""&gt;"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah, di samping keimanan mereka (yang sudah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Fath: 4).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Antara iman dan ketenangan punya korelasi yang positip. Jika iman ada, ketenangan musti tumbuh. Jika ketenangan tumbuh di hati seseorang, maka iman akan semakin bertambah. Pertambahan iman akan menambah ketenangan. Dan begitu seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karenanya iman itu pasti dapat dinikmati, bahkan iman adalah kenikmatan yang paling tinggi. Tidak ada kenikmatan yang melebihi iman. Tiada kelezatan yang mengungguli iman. Karenanya bersyukurlah kita yang telah memiliki iman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adalah sesuatu yang tidak wajar bila ada orang yang mengaku beriman, tapi hidupnya tidak tenang, tidak merasakan kenikmatan. Orang yang demikian mungkin saja beriman secara salah, atau mungkin iman itu belum sampai menancap dalam dada. Bibirnya saja yang mengaku beriman, sementara hatinya kosong melompong..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini ada beberapa amalan utama yang menjadikan seseorang dapat merasakan kelezatan iman. Barang siapa yang hatinya dipenuhi dengan keutamaan ini, dipastikan dapat merasakan manisnya iman. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tiga hal yang perlu kita upayakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. Mengutamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi yang lain.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cinta memang urusan perasaan, tetapi tanda-tandanya nampak dalam perbuatan. Mengaku cinta tanpa memberikan bukti nyata, namanya cinta dusta. Bila persoalannya dengan sesama manusia, kelanjutannya bisa ke pengadilan. Tetapi dalam hubungan dengan Allah, bisa berakibat tertolaknya semua amalan, karena disinyalir imannya bukan iman betulan. Bukti cinta di antaranya adalah dengan menomorsatukan yang dicintai. Selama belum mengutamakan syariat Allah dalam kehidupannya, pengakuan cinta seorang muslim terhadap Allah masih diragukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Padahal tanpa dilandasi cinta, pelaksanaan ibadah yang penuh pengabdian, pengorbanan yang disertai keikhlasan tidak akan pernah terjadi. Tanpa cinta, pelaksanaan syariat hanya akan terasa sebagai beban. Ibarat seseorang yang harus memberikan pertolongan di saat terjadi kecelakaan, bila si korban adalah orang yang dicintai, tentu pengorbanan yang diberikan akan terasa lain dibanding bila terhadap orang lain. Begitulah seharusnya membuktikan cinta kepada Allah, yakni dengan begitu gembira, dengan penuh semangat menyambut segala aturan syariat. Tidak ada yang bisa menghalangi, untuk urusan yang menyangkut terlaksananya aturan-aturan Allah dimuka bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adapun cinta kepada Rasulullah, adalah manifestasi langsung dari kecintaan kepada Allah. Karena lewat Rasul-Nya-lah ajaran Allah sampai kepada segenap manusia. Dan, Rasulullah adalah syariat Allah yang hidup, yang bisa diteladani, ditiru segala sesuatunya. Ajaran-ajaran Islam yang lebih detail, tidak selalu termuat di dalam firman Allah, tetapi bisa dicontohkan langsung pada kehidupan Rasul. Mencintai Rasulullah adalah juga salah satu bukti kecintaan kepada Allah, dan merupakan syarat mutlak bisa terlaksananya aturan-aturan syariat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. Cinta karena Allah&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah menempatkan Allah pada urutan pertama yang dicintai, sangatlah wajar bila kelanjutannya adalah mencintai segala sesuatu karena Dia semata. Segala hal yang tidak dicintai-Nya harus dibenci. Dan segala sesuatu yang menjadi kecintaan-Nya, seharusnyalah dicintai. Sebab, bagaimana bisa dikatakan cinta, bila ternyata yang dibenci-Nya itu justru yang menjadi kesenangan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mencintai segala sesuatu karena Allah, tidaklah akan menghalangi manusia dari kehidupan yang wajar. Justru itulah cara hidup yang paling alamiah. Karena Allah senantiasa menyukai yang baik-baik. Segala sesuatu yang dicintai-Nya pasti baik dan membawa manfaat, bahkan bukan hanya untuk pribadi melainkan juga untuk masyarakat banyak. Sementara yang dibenci Allah adalah sebaliknya, yang tentu saja akan membawa bencana bagi kehidupan manusia dan dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kadang ada orang yang beralasan, secara fitrah ia sudah menyukai kebenaran dan segala yang baik-baik. Lalu, dengan gegabah ia menyatakan sudah menunjukkan bukti kecintaan kepada Tuhan tanpa harus bersusah payah melaksanakan aturannya yang memberatkan. Orang demikian adalah omong kosong, karena ia mencintai sesuatu bukan didasarkan pada cintanya kepada Allah melainkan pada perasaannya sendiri, pada nafsunya. Nafsunya itulah yang menjadi tuhannya. Buktinya, perintah Allah sekalipun, asal dirasa memberatkan, tidak akan dilakukan. Inilah justru bukti kekafiran yang paling jelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cinta kepada Allah akan melandasi segala tingkah laku seseorang dalam bermasyarakat. Memilih sahabat, lingkungan, istri, pekerjaan, pemimpin, dan semuanya selalu dilandasi pada kecintaan kepada Allah. Mereka yang termasuk dalam kategori orang yang dibenci Allah, tidak akan diambil menjadi orang dekat, apalagi dipentingkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;3. Takut kembali kepada kekufuran&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitu menjadi muslim, kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada kejahiliyahan, selamat tinggal tradisi lama, selamat tinggal segala yang berbau budaya jahiliyah. Kita kubur dalam-dalam masa silam. Kini yang ada hanya Islam. Kita mulai sejarah baru, hidup baru, ketentuan baru dan segalanya yang serba baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak perlu ragu-ragu, sebab kita yakin Islamlah yang akan mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita mungkin satu saat bisa mengharapkan keuntungan besar dari bisnis yang kita lakukan. Tetapi apalah gunanya bila itu tidak bisa menolong nasib kita di akhirat?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk bisa berbisnis, berbuat, berkarya, mengajarkan ilmu, mendidik dan lain-lain dengan sukses sekaligus punya arti untuk kehidupan akhirat, Islamkan dulu perilaku kita. Tinggalkan kehidupan jahiliyah selekas-lekasnya, dan jangan kembali lagi. Takutlah kepada kekufuran sebagaimana takutnya kita dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di samping sebagai bukti cinta, sikap meninggalkan kekufuran itu juga akan menjadikan kita mampu merasakan manisnya iman. Artinya, kita justru merasa bahagia, beruntung, senang, dengan meninggalkannya. Selama kita masih merasa aman meninggalkan kekufuran, maka cinta kita kepada Allah belum tulus. Dan, itu akan mempengaruhi perasaan kita, yang justru merasa tertekan dengan segala atribut Islam.&lt;/p&gt;Wallahu 'alam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114111791333776354?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114111791333776354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114111791333776354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114111791333776354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114111791333776354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/kelezatan-iman.html' title='Kelezatan Iman'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114068700990574395</id><published>2006-02-23T16:28:00.000+07:00</published><updated>2006-02-24T11:55:54.533+07:00</updated><title type='text'>Bersihkan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/myheart-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/myheart-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Puncak kesuksesan seseorang itu alat ukurnya adalah bisa berjumpanya dengan Allah. Ingatlah,&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt; "(yaitu) hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan qolbun saliim (hati yang bersih)." (QS Asy Syu'araa' [26]: 88-89). &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Firman-Nya, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikian jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Asy Syams [91]: 7-9)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karenanya pembahasan dalam 7B (kiat meraih sukses, dari Aa Gym) yang meliputi beribadah dengan benar, berakhlak baik, belajar tiada henti, bekerja keras dengan cerdas, bersahaja dalam hidup, dan bantu sesama, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;semuanya ini baru akan diterima oleh Allah sebagai amal bila dilakukan dengan ikhlas, buah dari hati yang selalu bersih.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Maka kunci sukses ada pada kegigihan menjaga kebeningan hati agar sekecil apapun amal kita bisa diterima oleh Allah. Allah Yang Maha Mengetahui tidak akan menerima amal kecuali amal yang ikhlas. Amal besar tetap tertolak jika tak ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hati bisa kotor baik saat sebelum beramal, sedang beramal atau setelah beramal. Kotor hati sebelum beramal yaitu niat yang sering salah. Misalnya, kita bersedekah, tapi niatnya ingin disebut dermawan, takut disangka pelit, atau supaya tidak diganggu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kotor hati ketika sedang beramal yaitu riya (pamer, ingin dilihat). Misalnya, kita ingin dilihat orang saat sedekah ratusan ribu, ingin diketahui orang jika mengeluarkan zakat dalam jumlah besar. Padahal berzakat itu bukan sebuah prestasi karena zakat adalah kewajiban jika tak menunaikan berarti berdosa.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kotor hati setelah beramal yaitu pertama, menceritakan amal, misalnya menceritakan jumlah sedekah. Menceritakan kebaikan boleh saja, tapi Allah Mahatahu niat di balik setiap cerita, apakah niatnya mengajak orang lain sedekah atau ingin disebut ahli sedekah. Atau, menceritakan tentang seringnya kita beribadah haji. Kalau niatnya memotivasi orang yang lain, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan, tapi kalau sekadar untuk pamer, bisa jadi kita justru lebih buruk dari orang yang belum beribadah haji&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kedua, takabur yaitu merasa diri bisa berbuat, merasa lebih dengan merendahkan orang lain. Misalnya kita merasa berjasa lantaran menyekolahkan, memberi pekerjaan, atau mengajari seseorang. Padahal hakikatnya Allahlah yang berbuat, kita hanyalah dijadikan jalan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketiga, ujub yaitu merasa diri berbeda dari yang lain, mungkin tidak berbicara atau menceritakan, tapi hati kecilnya merasa lebih dari yang lain. Misalnya, kita rajin membaca Alquran, shaum atau tahajud, tapi ketika melihat ada orang yang jarang membaca Alquran, shaum atau tahajud, hati kecil kita meremehkannya dan kita merasa paling shalih. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Padahal hanya Allah Yang Mahatahu siapa yang lebih ikhlas dalam beramal di antara hamba-hamba-Nya. Karenanya kita tak cukup bias beramal, kita juga harus menjaga penyakit hati di awal, di tengah, maupun akhir amal-amal kita.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika hati kita bersih, orang menghargai kita insya Allah karena kemuliaan pribadi kita, tetapi yang terpenting adalah hati yang bersih akan membuat amal kita diterima-Nya dan Allah berkenan menjamu kita di akhirat kelak. Tiada kesuksesan kecuali orang yang berhasil berjumpa dengan Allah, buah dari qolbun saliim, hati yang selamat, yang bersih dari kebusukan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ya Allah, ampuni seluruh dosa-dosa kami, hapuskan sekelam apapun kesalahan kami, hapuskan sekotor apapun aib-aib kami. Ya Allah bersihkan diri kami dari segala kesombongan dan sifat riya kami selama ini. Ampuni jikalau Engkau menyaksikan kami ujub. Juga ampuni segala kedengkian dan kebencian kami terhadap apapun dan siapa pun yang Engkau cintai.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ya Allah, bersihkan hati kami sebersih-bersihnya, jadikan hati ini hanya puas dengan ridha-Mu. Jadikan hati kami hati yang bening, hati yang selalu nikmat dengan apapun yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ya Allah, jauhkan hati ini dari segala kebusukan hati. Berikan kepada kami kebahagiaan seperti nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih. Berikan kepada kami kesanggupan rendah hati dan kenikmatan beramal dengan tulus dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah, hanya Engkaulah tumpuan harapan kami, kepada-Mulah kembalinya segala urusan, terimalah amal-amal kami.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Wallahu 'alam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114068700990574395?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114068700990574395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114068700990574395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114068700990574395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114068700990574395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/bersihkan-hati.html' title='Bersihkan Hati'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114033698903226722</id><published>2006-02-19T15:07:00.000+07:00</published><updated>2006-02-19T15:56:56.863+07:00</updated><title type='text'>Allah pun Tersenyum Melihat Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/cahaya-dewata-scenery.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/cahaya-dewata-scenery.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Allah, manusia bukan segala-galanya. Andaikan manusia tidak diciptakan pun, ciptaan Allah yang lain malaikat, alam raya, binatang, tumbuhan, dsb‑sudah lebih dari cukup, Malah mereka jauh lebih tidak “bermasalah” dibanding manusia, Tingkat ketundukan, kepatuhan, dan ketaatannya kepada Allah melebihi manusia. Yang banyak tingkah itu kan manusia dan iblis. Manusia itu kadang‑kadang “menjengkelkan” Antara lain, suka melakukan perbuatan onar, pertengkaran, pertumpahan darah, dan sebagainya, Tetapi, hebatnya kalau baik, kebaikannya melebihi malaikat, sampai‑sampai Allah perintahkan malaikat sujud kepadanya (Nabi Adam). Tetapi, yang benar‑benar baik itu jumlahnya sedikit. Sebaliknya, kalau sudah jelek, maka perilakunya melebihi iblis, Tetapi yang seperti ini jumlahnya juga tidak banyak. Yang banyak itu yang setenga-hsetengah. Kadang baik, diwaktu lain berubah menjadi jelek. Atau sebaliknya, kadang jelek, tiba-tiba berubah menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelawar, pekerjaanya “mencuri” pisang milik orang di kebun. Tetapi, itu dilakukan karena terpaksa sebab tidak ada alternatif lain, Hebatnya, setiap kali mencuri tidak mau berlebihan, diambil secukupnya, setelah kenyang kembali ke tempatnya, Kelelawar tidak membawa pisang ke rumahnya. Berbeda dengan manusia. Kalau mencuri pisang, biasanya bukan hanya satu biji, atau satu sisir. Yang diambil bisa bertandan-tandan. Bahkan, uang pedagang pisang sepulang dari setor ke luar kota dirampas, orangnya dibacok, dan kendaraannya dibawa kabur. Musang, pekerjaannya menerkam ayam, Tetapi, yang dilakukan karena lapar. Ayam diterkam, dimakan, setelah kenyang kembali lagi ke lubang persembunyiannya. Tetapi manusia? Kalau perilakunya jelek, jika mencuri ayam bukan hanya satu ekor atau dua ekor. Ayam satu kandang dibawa pulang. Uang hasil curiannya untuk judi, minum, dan bersenang‑senang di tempat remang-remang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku manusia sering keterlaluan. Sekali lagi, kalau perilakunya rusak, melebihi binatang dan iblis. Perilaku manusia terkadang &lt;i&gt;kebablasen. C&lt;/i&gt;ontoh, Allah lewat Nabinya melarang budaya sogok dan menyogok (suap‑menyuap). Sebab keduanya sama‑sama masuk neraka. Tetapi dalam praktek, yang nyogok dan yang disogok sama‑sama proaktif. Istilah uang sogok pun diperhalus menjadi uang semir, uang administrasi, uang lelah, uang bensin, uang sabun, dan sebagainya. Kalau ada yang nolak dikatakan sok suci, sok alim, dan sok‑sok yang lain. Sebaliknya, kalau tidak nyogok dicap tidak tahu diri, tidak tahu berterima kasih, Dampaknya, urusan macet, surat tidak lancar, dsb. Allah melarang zina, tetapi praktek seperti ini dikelola secara resmi dan profesional. Di mana-mana tempat penginapan memberi peluang bagi para tamunya untuk berbuat maksiat. Allah melarang judi, tetapi judi tontonan sehari‑hari. Allah melarang menenggak minuman keras, tetapi botol minuman berkadar alkohol tinggi berjejer di kamar rumah, dan tersedia bebas di warung-warung di tepi jalan. Allah melarang ngrasani orang, tetapi hal itu menjadi hobi kita. Sampai‑sampai acara gosip dikemas secara baik di sejumlah TV. Allah melarang fitnah dan adu domba tetapi hal ini menjadi kebiasaan. Allah melarang kita meremehkan orang lain, tetapi dengan perasaan sombong manusia menganggap enteng orang lain. Allah lewat Nabi Muhammad melarang makan dan minum dengan tangan kiri dan sambil berdiri, tetapi dalam kenyataan para elit pimpinan selalu melakukan hal tersebut tanpa perasaan bersalah. Agama juga memerintahkan saat makan jangan sampai ada sebutir nasi pun yang tersisa. Sebab, menghabiskan setiap butiran nasi itu juga bagian dari rasa syukur. Kenyataannya, banyak kita lihat termasuk orang yang mengerti agama kalau makan sering menyisakan makanannya di piring. Dan masih banyak larangan lain dari Allah tetapi dengan tenangnya kita langgar. Sebaliknya, Allah banyak memerintahkan sesuatu kepada kita, tetapi dengan tenang pula kita tinggalkan, Allah memerintah kita shalat lima waktu tetapi masih banyak umat Islam yang tidak melaksanakannya. Ada perintah Allah mengeluarkan zakat (mal, dan fitrah) tetapi masih banyak yang tidak tahu hal itu. Allah memerintahkan berpuasa, tetapi banyak orang yang tidak peduli. Allah perintahkan kita shalat Jum'at, tetapi banyak yang tidak melaksanakan. Allah perintahkan kita menebar kebaikan, tetapi keburukan yang kita pertontonkan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anehnya, disaat butuh sesuatu manusia merintih, mengadukan nasib, dan memohon pertolongan kepada Allah, Tanpa perasaan malu mereka berdo'a kepada Allah agar dijauhkan dari bencana dan kesulitan hidup. Bagi Allah tidak masalah, Allah itu maha rahman dan rahim. Maka, semua permohonan hamba‑Nya pasti dikabulkan, Tetapi, andaikan Allah seperti kita, Allah akan tersenyum melihat perilaku hamba‑Nya. Sebab, sebagian manusia hanya ingat Allah kalau butuh, Dan lupa kembali setelah kebutuhannya terpenuhi, Ketika kepepet ingat Allah, setelah itu lupa lagi. Perilaku seperti itu sama artinya mempermainkan Allah, Kita tidak layak berdo'a kepada Allah walau dengan derai air mata, Jika seperti itu perilaku kita, maka Allah akan “tersenyum” melihat kita yang pandai bermain sandiwara di hadapan‑Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114033698903226722?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114033698903226722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114033698903226722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114033698903226722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114033698903226722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/allah-pun-tersenyum-melihat-kita.html' title='Allah pun Tersenyum Melihat Kita'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-114023684553189846</id><published>2006-02-18T10:58:00.000+07:00</published><updated>2006-02-24T14:02:47.320+07:00</updated><title type='text'>Akhlak yang Mulia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/akhlak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/akhlak.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Allah Swt. berfirman di dalam al-Quran : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Q.S. al-Anbiyaa' : 107)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt; Maksud dari ayat ini adalah kedatangan Muhammad yang membawa agama Islam kepada kita mestinya menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ada Orang yang lebih pintar dari saya mengatakan bahwa seluruh alam maknanya seluruh manusia. Jadi kedatangan agama Islam itu harus menjadi rahmat bagi seluruh manusia.Tidak hanya bagi umat muslim saja, bagi penjahat, bahkan bagi orang-orang kafir. Disinilah yang perlu kita perhatikan baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Beberapa arti rahmat diantaranya : anugerah, faedah, manfaat, guna. Sehingga sampailah kita pada kesimpulan bahwa agama Islam diturunkan oleh Allah kepada kita karena ada manfaatnya, tidak menyusahkan malah sebaliknya memudahkan (mengenakkan) kita. Persoalan selanjutnya adalah bagaimana orang-orang kafir, pencuri atau orang yang kecurian mendapat guna juga dari Islam. Sebagai contoh orang yang kecurian diharuskan sabar oleh Islam dalam hal ini. Dalam Islam itu kita mengenal Rukun Islam yang terdiri dari membaca dua kalimah syahadat, menunaikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa dan menunaikan ibadah haji. Jika kita membaca syahadat apakah orang lain mendapatkan manfaatnya atau berguna baginya. Jawabannya "tidak", berarti ayat di atas belum terbukti. Kemudian setiap hari kita shalat, apakah yang didapatkan orang lain dari shalat itu. "Pahala" hanya untuk kita yang melaksanakannya, "tidak" untuk orang lain. Zakat ada manfaatnya, tapi "tidak" untuk orang kafir, apalagi puasa, kita merasakan lapar sementara orang lain tidak mendapatkan apapun. Dan yang terakhir adalah haji, sama juga. Paling-paling oleh-oleh. Itupun hanya untuk orang-orang tertentu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Makanya, banyak yang "tidak senang" kepada Islam karena tidak ada gunanya, menurut sedikit uraian saya tadi. Tapi kita tidak berhenti sampai disini karena Islam itu harus berguna bagi siapa saja menurut &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; al-Anbiyaa' : 107 di atas. Islam seharusnya mulia (bersinar) tetapi malah sebaliknya terkutuk akibat "ulah" orang-orang tertentu seperti "Teroris". (begitu orang Barat menyebutnya). Karena itu kita kembali lagi kepada pembahasan di atas bahwa, buah dari pelaksanaan "5 Rukun Islam" ditambah dengan yang lainnya adalah akhlakul karimah. Akhlakul karimah inilah yang mampu memberikan manfaat, memberikan guna atau memberikan faedah untuk semua orang. Sebagai contoh, jika di sebuah kampung yang penduduknya berakhlak baik meskipun orang-orangnya lupa menutup kunci pintu tapi mereka merasa aman karena tidak ada barang yang kehilangan atau dicuri. Tetapi jika sebaliknya (akhlak mereka jelek) maka akan membuat sulit, susah, bahkan kerugian bagi orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Islam sebagai rahmat dan Akhlakul karimah ini ibarat pohon dengan buahnya. Kalau kita ambil bagian dari pohon tersebut misalkan akarnya, maka pohon itu akan mati. Berbeda jika kita mengambil buahnya, maka pohon tersebut akan tetap berbuah dan bermanfaat terus bagi orang lain. Akhlakul karimah itulah buah dari pengamalan Islam yang benar. Dengan akhlakul karimah ini jangan sampai kita "bertengkar" hanya karena perbedaan dalam masalah ibadah (khilafiyah) misalkan shalatnya tidak memakai "Usholli". Akhlak yang mulia inilah yang akan menentramkan dunia. Sekarang ini &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sedang mengalami "Krisis Kemanusiaan" dalam bahasa Antropologi bukan krisis politik, hukum atau ekonomi. Hakekatnya adalah krisis akhlak. Imam al-Ghozali menjelaskan akhlak dengan beberapa tingkatan. Tingkatan pertama (paling rendah) adalah selalu merasa dilihat Allah. Sampai disini belum muncul akhlakul karimah. Barulah ketika merasa melihat Allah (tingkatan kedua) akan muncul akhlak tersebut dan tingkatan yang paling tinggi takkala merasa bersatu dengan Allah, seseorang akan memiliki akhlak yang paling tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; Dzikir Jahar dan dzikir Khofi kita lakukan dalam upaya untuk selalu mengingat Allah yang merupakan sebuah latihan untuk memunculkan akhlakul karimah karena selalu merasa dilihat Allah. Juga dengan berpuasa karena hal ini merupakan ibadah yang merupakan usaha untuk mencontoh sifat Tuhan seperti tidak makan dan minum, bersetubuh karena Allahpun tidak makan dan minum dan tidak beranak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam bishowab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-114023684553189846?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/114023684553189846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=114023684553189846' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114023684553189846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/114023684553189846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/akhlak-yang-mulia.html' title='Akhlak yang Mulia'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113962905154916885</id><published>2006-02-11T10:35:00.000+07:00</published><updated>2006-02-11T11:05:23.173+07:00</updated><title type='text'>Agar Dapat Menikmati Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;color:orangered;"  lang="AR-SA"&gt;الْيَوْمَ   أَكْمَلْتُ   لَكُمْ   دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ   عَلَيْكُمْ   نِعْمَتِي   وَرَضِيتُ   لَكُمُ   الْإِسْلَامَ   دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Traditional Arabic;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="" dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37); font-weight: bold; font-style: italic;font-family:Verdana;" &gt;“&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kusempurnakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;agamamu&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; Ku-&lt;span class="SpellE"&gt;cukupkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepadamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt;-Ku, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; Ku-&lt;span class="SpellE"&gt;ridhai&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jadi&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;bagimu&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37); font-weight: bold;font-family:Verdana;" &gt; (QS Al &lt;span class="SpellE"&gt;Maidah&lt;/span&gt;: 3)&lt;span class="GramE"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Hari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pertama&lt;/span&gt;   Ali &lt;span class="SpellE"&gt;Thanthawi&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;alm&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;mengajar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekolah&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;menengah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;umum&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; guru agama yang &lt;span class="SpellE"&gt;ditugaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; situ. &lt;span class="SpellE"&gt;Begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;depan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kelas&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;siswa-siswi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;langsung&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gaduh&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;ribut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karuan&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Beliaupun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;heran&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;tadinya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anak-anak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;baik-baik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kok&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ribut&lt;/span&gt;? &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;apa&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bertanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mereka&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;Kenapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; kalian &lt;span class="SpellE"&gt;ribut&lt;/span&gt;?” &lt;span class="SpellE"&gt;Mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjawab&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;Sebab&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; jam &lt;span class="SpellE"&gt;pelajaran&lt;/span&gt; agama, &lt;span class="SpellE"&gt;pelajaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;santai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;asal-asalan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;asal&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt;!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Itulah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gambaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengalaman&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Syekh&lt;/span&gt; Ali &lt;span class="SpellE"&gt;Thanthawi&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;alm&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;sewaktu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; guru agama Islam &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekolah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt;   Negara &lt;span class="SpellE"&gt;Timur&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tengah&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Pengalaman&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menggambarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt; agama Islam   &lt;span class="SpellE"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedemikian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;parah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dipahami&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dimengerti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anak&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;didik&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;sampai-sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mata&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pelajaran&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jamnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dijadikan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;santai&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;gaduh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ribut&lt;/span&gt;   yang &lt;span class="SpellE"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;konsentrasi&lt;/span&gt;.   &lt;span class="SpellE"&gt;Itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dulu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Sekarang&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Amerika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memelopori&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gerakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melawan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terorisme&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="SpellE"&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;proyeknya&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengganti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kurikulum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pendidikan&lt;/span&gt; agama   Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;konsepsi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemahaman&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;diinginkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Amerika&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Proyek&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penggantian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kurikulum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;digalakkan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; Negara-&lt;span class="SpellE"&gt;negara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Timur&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tengah&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="SpellE"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;proyek&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berhasil&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sukses&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bayangkan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;apakah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemahaman&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terhadap&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;nantinya&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;suatu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Syekh&lt;/span&gt; Ali &lt;span class="SpellE"&gt;Thanthawi&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;alm&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;bertanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muridnya&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;Mungkinkah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; tempo &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; jam &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;belum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memahami&lt;/span&gt; Islam?” &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;murid&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjawab&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mungkin&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; tempo &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; jam &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seseorang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;belum&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;mengerti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt;   Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Syekh&lt;/span&gt; Ali &lt;span class="SpellE"&gt;Thanthawi&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;alm&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;menjawab&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;Tetapi&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; Saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;dahulu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mampu&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt; Islam   &lt;span class="SpellE"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kalimat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seorang&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;badui&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pertama&lt;/span&gt; kali &lt;span class="SpellE"&gt;mendengarnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;langsung&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memahaminya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskannya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kembali&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kaumnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Padahal&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;namanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;badui&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seseorang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;hidupnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nomaden&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;berpindah-pindah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kawasan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kawasan&lt;/span&gt; lain, &lt;span class="SpellE"&gt;sesuai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;wilayah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hujan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;rumput&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Mereka&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengenal&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;budaya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perkampungan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;perkotaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;apalagi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;peradaban&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;mengenal&lt;/span&gt; agama. Yang &lt;span class="SpellE"&gt;mereka&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kuasai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hanyalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;logika&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;sederhana&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;begitu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;marilah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mencoba&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengerti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memahami&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; tempo yang   &lt;span class="SpellE"&gt;singkat&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;namun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;padat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jelas&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;insya&lt;/span&gt; Allah. &lt;span class="SpellE"&gt;Semoga&lt;/span&gt; Allah   &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;taufiq&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidayah-Nya&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semua&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Jum'at&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;tanggal&lt;/span&gt; 09 &lt;span class="SpellE"&gt;Dzul&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Hijjah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tahun&lt;/span&gt;   10 H, &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; Saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sahabatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berkumpul&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Arafah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dekat&lt;/span&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Makkah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Semenanjung&lt;/span&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;Arabia&lt;/st1:place&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjalani&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebuah&lt;/span&gt; ritual yang &lt;span class="SpellE"&gt;dikenal&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nama&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;wukuf&lt;/span&gt;.   &lt;span class="SpellE"&gt;Saat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;wukuf&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itulah&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;menurunkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;keterangan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt; agama yang &lt;span class="SpellE"&gt;dibawa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;utusan-Nya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;terakhir&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Keterangan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selanjutnya&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Firman&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;berbunyi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;color:orangered;"  lang="AR-SA"&gt;الْيَوْمَ   أَكْمَلْتُ   لَكُمْ   دِينَكُمْ   وَأَتْمَمْتُ   عَلَيْكُمْ   نِعْمَتِي   وَرَضِيتُ   لَكُمُ   اْلإِسْلاَمَ   دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Traditional Arabic;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="" dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;Kusempurnakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;agamamu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; Ku-&lt;span class="SpellE"&gt;cukupkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepadamu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ni`mat&lt;/span&gt;-Ku, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; Ku-&lt;span class="SpellE"&gt;ridhai&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jadi&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;bagimu&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (QS Al-&lt;span class="SpellE"&gt;Maidah&lt;/span&gt;:   3)&lt;span class="GramE"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Firman&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hal&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;yaitu&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Agama Islam &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt;   agama yang &lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Istilahnya&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kamil&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terdapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berbagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penjelasan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;berbagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sisi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; ritual, &lt;span class="SpellE"&gt;seremonial&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;pergaulan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;sosial&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;ekonomi&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;politik&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;budaya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;keamanan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sisi-sisi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lainnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt;   pun &lt;span class="SpellE"&gt;sisi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kecuali&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mana&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;membawa&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;manfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mana&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;buruk&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;mendatangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahaya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Agama Islam &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt; yang Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;.   &lt;span class="SpellE"&gt;berikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lengkap&lt;/span&gt;.   &lt;span class="SpellE"&gt;Istilahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tamam&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Terkait&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; Saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;mengajarkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; agar &lt;span class="SpellE"&gt;selesai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;makan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;minum&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;mengucapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;doa&lt;/span&gt;, &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Al-&lt;span class="SpellE"&gt;hamdulillah&lt;/span&gt; al-&lt;span class="SpellE"&gt;ladzii&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ath'amana&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saqana&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waja'alana&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;Muslimin&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;segala&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;puji&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;milik&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. yang &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;minum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kami&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kami&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; Islam). &lt;span class="SpellE"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;doa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;diajarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; Saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;kepada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hal&lt;/span&gt;   yang &lt;span class="SpellE"&gt;menarik&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;yaitu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Beliau&lt;/span&gt; Saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;merangkaikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;minum&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang&lt;/span&gt; Islam. Hal &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menegaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt;   agama Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ber&lt;/span&gt;-Islam   &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebagian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;bertanya&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;Kenapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kok&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kurang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;begitu&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;merasakan&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt;?” &lt;span class="SpellE"&gt;Untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjawab&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pertanyaan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kasus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasakan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;nikmatanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;minum&lt;/span&gt;, yang &lt;span class="SpellE"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;   Saw. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;dirangkaikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ber&lt;/span&gt;-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penyebab&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kenapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kurang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ber&lt;/span&gt;-Islam &lt;span class="SpellE"&gt;sebagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kurang&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;merasakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;makanan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;minuman&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lemahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemahaman&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terhadap&lt;/span&gt; Islam&lt;span class="GramE"&gt;,.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ketidaktahuan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;makanan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;sebenarnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lezat&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bergizi&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;konsumsi&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Sepeti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kecil&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengkonsumsi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;makanan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bergizi&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menyuapinya&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengejar-ngejarnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dewasa&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;paham&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dialah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;gantian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengejar-ngejar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memenuhi&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;permintaannya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;marilah&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tingkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;wawasan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemahaman&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terhadap&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;, agar &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merasakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ber&lt;/span&gt;-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;,   &lt;span class="SpellE"&gt;sariawan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;misalnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Sehingga&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;makanan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;lezat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;enak&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nikmat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lezat&lt;/span&gt;.   &lt;span class="SpellE"&gt;Oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;marilah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersihkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;berbagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jiwa&lt;/span&gt;,   agar &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menikmati&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ber&lt;/span&gt;-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Agama Islam &lt;span class="SpellE"&gt;adalah&lt;/span&gt; agama yang &lt;span class="SpellE"&gt;diterima&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diridhai&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Istilahnya&lt;/span&gt;, agama yang &lt;span class="SpellE"&gt;mardhiy&lt;/span&gt;.   Hal &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sejalan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;firman&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;swt&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ayat&lt;/span&gt;   lain &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; Al &lt;span class="SpellE"&gt;Qur'an&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;yaitu&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;color:orangered;"  lang="AR-SA"&gt;إِنَّ   الدِّينَ   عِنْدَ   اللَّهِ   اْلإِسْلاَمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Traditional Arabic;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="" dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;span class="SpellE"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt;   agama (yang &lt;span class="SpellE"&gt;diridhai&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sisi&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;hanyalah&lt;/span&gt; Islam”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (QS Ali &lt;span class="SpellE"&gt;Imran&lt;/span&gt;: 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Bahkan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ayat&lt;/span&gt; lain, Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akan&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;menerima&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;selain&lt;/span&gt;   Islam, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;siapa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;mengikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selain&lt;/span&gt; Islam, &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;amalnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diterima&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akhirat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;termasuk&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;merugi&lt;/span&gt;.   Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;., &lt;span class="SpellE"&gt;berfirman&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);" dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;color:orangered;"  lang="AR-SA"&gt;وَمَنْ   يَبْتَغِ   غَيْرَ   اْلإِسْلاَمِ   دِينًا   فَلَنْ   يُقْبَلَ   مِنْهُ   وَهُوَ فِي   اْلآخِرَةِ   مِنَ   الْخَاسِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Traditional Arabic;color:orangered;"  &gt;&lt;span style="" dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;   &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;span class="SpellE"&gt;Barangsiapa&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;mencari&lt;/span&gt; agama &lt;span class="SpellE"&gt;selain&lt;/span&gt;   agama Islam, &lt;span class="SpellE"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekali&lt;/span&gt;-kali   &lt;span class="SpellE"&gt;tidaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diterima&lt;/span&gt; (agama &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;daripadanya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akhirat&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; yang   &lt;span class="SpellE"&gt;rugi&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (QS Al &lt;span class="SpellE"&gt;Maidah&lt;/span&gt;:   85)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;Itulah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sisi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gambaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt; Islam, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gambaran-gambaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lainnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;baik&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; Al-&lt;span class="SpellE"&gt;Qur'an&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;maupun&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hadits&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; Saw., &lt;span class="SpellE"&gt;ataupun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Nabi&lt;/span&gt; Saw., &lt;span class="SpellE"&gt;generasi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;pertama&lt;/span&gt;-tama &lt;span class="SpellE"&gt;menerapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mempraktekkan&lt;/span&gt; Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ber&lt;/span&gt;-Islam &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mereka&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;semoga&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="SpellE"&gt;Swt&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bimbingan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;terus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;meningkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;wawasan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemahaman&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semoga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt;   &lt;span class="SpellE"&gt;meninggal&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kecuali&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;muslim&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;amin&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;a’lam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bishshawab&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="color: rgb(37, 37, 37);font-family:Verdana;" &gt; H. &lt;span class="SpellE"&gt;Musyafa&lt;/span&gt;   Ahmad &lt;span class="SpellE"&gt;Rahim&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Lc&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113962905154916885?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113962905154916885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113962905154916885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113962905154916885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113962905154916885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/agar-dapat-menikmati-islam.html' title='Agar Dapat Menikmati Islam'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113941305835312792</id><published>2006-02-08T22:26:00.000+07:00</published><updated>2006-02-08T22:52:37.686+07:00</updated><title type='text'>Hijrah Bukan Uzlah</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(51, 0, 153);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/muharram1.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/muharram1.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Permulaan kalender Hijriyah sebagai tahun baru Islam ditetapkan pada masa Khalifah Islam kedua, yaitu Umar bin Khattab. Tahun baru Islam dimulai sejak hijrah Rasulullah SAW bersama para sahabat dan pengikutnya dari Makkah ke Yastrib (Madinah).&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;p&gt;''Peristiwa hijrah memisahkan antara yang hak dan yang bathil. Oleh sebab itu abadikanlah dalam rangkaian sejarah,'' tegas Umar tujuh tahun kemudian setelah bermusyawarah dengan sahabat yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jiwa, semangat, hikmah, dan relevansi hijrah haruslah dikenang dan dihayati seorang Muslim. Meski kata hijrah secara bahasa berarti pindah, tapi maknanya tak selalu pindah secara fisik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam konteks kekinian, berhijrah kepada Allah SWT dengan menunjukkan sikap, komitmen, dan identitas keimanannya. Hijrah dalam kategori ini disebut hijrah &lt;i&gt;qalbiyah&lt;/i&gt;, hijrah hati atau hijrah mental.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah juga tak berarti &lt;i&gt;uzlah&lt;/i&gt; (mengasingkan diri) dari masyarakat. Seorang Muslim tetap bergaul dengan manusia lainnya, tapi tidak terlibat atau melibatkan diri dalam perbuatan yang tidak baik atau merusak. Bahkan, berupaya untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan di masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah hati berlaku sepanjang masa. ''Seorang muhajir (orang yang berhijrah) ialah yang hijrah dari segala perbuatan yang dilarang Allah.'' (HR Bukhari).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah seperti yang dilakukan Rasulullah SAW sudah tidak ada lagi setelah &lt;i&gt;fathul&lt;/i&gt; Makkah. Tetapi hijrah dari segala yang dilarang Allah SWT kepada yang diridhai-Nya, hijrah dari maksiat ke taat, hijrah dari kejahatan ke kebaikan, hijrah dari sistem ekonomi ribawi ke sistem ekonomi yang Islami, hijrah dari perpecahan kepada persatuan dan ukhuwah Islamiyah, hijrah dari pandangan hidup sekuler ke pandangan hidup Islam, tetap diperlukan sepanjang masa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Buya Hamka pernah mengatakan, melihat keadaan sekarang ini, di mana pedoman kehidupan sudah kabur, nilai yang benar dan yang salah kadang kacau balau, yang hak dan yang bathil sudah tak tentu ujung pangkalnya, umat Islam harus hijrah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemana harus hijrah? Dalam Alquran dikatakan (ucapan Nabi Luth), ''Saya hijrah kepada Tuhanku.'' (QS Al-Ankabut: 26). ''Hatiku sudah tidak lekat lagi kepada yang munkar, yaitu segala yang berlawanan dengan kehendak Allah SWT dan Rasul-Nya,'' ujar Hamka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hijrah hati, kata Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam &lt;i&gt;Thariqul Hijratain&lt;/i&gt;, dalam kehidupan dan perjuangan Muslim, selalu menempuh dua jalan hijrah. Pertama, hijrah kepada Allah SWT dengan mendekatkan diri (&lt;i&gt;taqarrub&lt;/i&gt;) kepada-Nya, mencintai-Nya, berbakti kepada-Nya, berserah diri kepada-Nya, berdoa, dan mengharap hanya kepada-Nya. Kedua, hijrah kepada Rasul SAW, dengan mengikuti langkah-langkah dan perjuangannya. Selamat Tahun Baru 1427 Hijriyah.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;p&gt;Oleh : M. Fuad Nasar&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;p&gt;Sumber : Republika Online&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113941305835312792?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113941305835312792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113941305835312792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113941305835312792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113941305835312792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/hijrah-bukan-uzlah.html' title='Hijrah Bukan Uzlah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113931492859997018</id><published>2006-02-07T19:17:00.000+07:00</published><updated>2006-02-07T19:23:23.833+07:00</updated><title type='text'>Upaya Untuk Terus Perbaiki Diri</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:green;"  &gt;“ Jika kamu berbuat baik ( berarti ) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka ( kejahatan ) itu bagi dirimu sendiri …” ( QS.17:7)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Kehidupan ini akan terus bergulir  selama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nafas kehidupan kita masih berdenyut. Hidup ini laksana kita sedang mengisi neraca timbangan yang nantinya akan menghantarkan kita pada kehidupan yang kekal. Perbuatan-perbuatan baik dan buruk senantiasa akan terus dan terus memenuhi neraca timbangan tersebut sampai episode kehidupan kita berakhir. Dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kelak nanti di Mahkamah Allah neraca tersebut akan diperlihatkan kepada kita, inilah hasil yang telah kita lakukan selama kita hidup didunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt; &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seharusnya kita sadar sebagaimana Rasululloh saw mengingatkan kepada kita  bahwa gambaran kehidupan dunia, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ka raakibin istadzalla bi syajaratin tsumma  raahaa wa tarakah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt; Seperti seorang musafir yang bernaung dibawah rindangnya pohon, ia beristirahat tapi setelah itu ia tinggalkan pohon tersebut. Dan, karena, Rasul memberi panduan agar hidup ini disikapi sebagai sesuatu yang sementara. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kun  fi dunya ka annaka ghariibun au’abiri sabil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;, &lt;/i&gt;hiduplah engkau di dunia, seperti orang asing, atau orang yang dalam perjalanan. Orang asing, selalu berhati-hati. Sebab, ia belum paham betuk seluk beluk wilayah yang ia tempati. Hati-hati terhadap aral, waspada terhadap kemungkinan buruk. Sedangkan orang yang dalam perjalanan, akan berpikir bagaimana mencapai tujuan, bekal apa saja yang harus disertakan, dan yang pasti akan ada saat ia harus mengakhiri perjalanan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt; &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ibnu Umar mengatakan, “ Rasulullah saw. Memegang bahuku sambil bersabda, “ Didunia ini, jadilah seperti orang asing atau perantau. Jika berada diwaktu pagi, jangan mengharap akan bertemu sore. Dan, jika berada diwaktu sore jangan berharap akan sampai diwaktu pagi. Pergunakanlah kesempatan masa sehat untuk masa sakit, dan masa hidup untuk bekal mati. “ ( Bukhari )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt; &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kehidupan memang memberikan banyak pilihan.  &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt; yang sulit, sedang dan mudah. Sekian banyak manusia yang pernah singgah di dunia ini, selalu terkotak pada tiga pilihan itu. Dalam perjalanan kehidupan ini, peluang dan kesempatan kita sama. Allah telah memberikan kita petunjuk melalui Al Quran dan sunnah Rasul-Nya. Allah telah memberi kemampuan berfikir, dan memberi kita sejumlah kewajiban. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Itulah bukti rahmat Allah swt. Setelah itu, kita semuanya, diberi pahala atas kebaikan yang dilakukan, dan hukuman dari segala keburukan. Kenyataan ini, menjadikan kita selalu berada dalam ujian Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Perjalan hidup kita yang panjang, penuh peluh dan ujian ini, harusnya tidak merubah skenario perpindahan yang seharusnya kita lewati. Perpindahan dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik. Perpindahan dari jahiliyah kepada Islam, dari kemaksiatan kepada ketaatan. Kemudian saling berlomba melakukan kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Rambu-rambu  kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Agar kita senantiasa tersadar dari apa yang kita telah lakukan didunia ini, Allah swt telah memberikan beberapa rambu-rambunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(68, 68, 68);font-family:Arial;" &gt;Pertama, rambu itu bernama &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ta’jilul ‘uqubah (percepatan  hukuman)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Allah akan memberi hukuman sebagai dampak atau akibat,  langsung kepada kita setelah melakukan kesalahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Inilah salahsatu bentuk kasih sayang Allah swt. Bila diantara melakukan kesalahan, dosa atau kemaksiatan, biasanya Allah memberikan hukuman langsung agar kita sadar dan kembali kepada jalan yang benar. Fudhail bin Iyadh rahimahullah pernah mengatakan, “ Banyak orang mempunyai mata, tapi pandangan hatinya redup. Banyak yang memiliki ketajaman lisan, tapi hatinya tidak bersinar. Kedua, rambu itu bernama&lt;i style=""&gt;  laddzatu tha’ah,&lt;/i&gt; kenikmatan dan kebahagian yang kita rasakan setelah berbuat ketaatan. Rasakanlah kenikmatan kala kita mampu bersabar menahan syahwat dan meninggalkan maksiat. Allah akan memberi balasan atas kesabaran itu dengan kenikmatan, rasa senang, dan tentram. Tidak saja didunia, tapi juga kebahagiaan di hari akhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Rahmat Allah adalah hak setiap kaum beriman. Inilah yang dikatakaan para salafusshalih : “ Kasihan para orang yang lalai, mereka keluar dari dunia, tapi tidak sempat merasakan sesuatu yang paling indah didunia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tabi’in yang lain mengatakan, “ Andai para raja itu tahu kebahagian yang kami miliki, pastilah mereka rebut kebahagiaan itu dengan pedang-pedangnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Allah berfirman ; “ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan merugi” ( Qs;Hud;15 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan demikian seharusnya kita tersadar, ternyata kehidupan ini merupakan saranan untuk menambah kebaikan-kebaikan yang tentunya akan mendapatkan balasan dari Allah swt. Bukannya untuk bersenang-senang atau pun bermaksiat kepadaNya. Dengan momen 1 Muharram ini menjelaskan kepada kita semua, bahwa seharusnya ada dalam diri kita upaya kuat untuk terus melakukan perbaikan diri, tidak ada kenal waktu, usia dan lain sebagainya manakalah Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk merubah jalan hidup ini dengan mengisi kembang-kembang kehidupan dengan Amal sholeh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Oleh : Dendy Wahyono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113931492859997018?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113931492859997018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113931492859997018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113931492859997018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113931492859997018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2006/02/upaya-untuk-terus-perbaiki-diri.html' title='Upaya Untuk Terus Perbaiki Diri'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113279989977870045</id><published>2005-11-24T09:33:00.000+07:00</published><updated>2006-02-08T14:43:01.940+07:00</updated><title type='text'>Munajat Pasca Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Allah-1-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Allah-1-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dini hari di Syawal pekan ketiga, pemuda yang sudah beranjak dewasa bahkan sudah layak mempunyai pasangan hidup, tengah berdiam diri, duduk dengan kaki menyila. Wajahnya yang kian merangas menandakan raut wajah penuh problematika yang ia selalu pendam disanubarinya, jarang ia ungkapkan kepada saudara-saudaranya ataupun sahabat-sahabatnya.  &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Paling-paling sesekali ia adukan kepada Tuhannya dengan begitu vulgar dan polos. Selebihnya, ia pendam sependam-pendamnya meskipun ia tahu bahwa Tuhannya Maha Mengetahui, walaupun baru bersitan hati. Tuhan begitu dekat. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada sebongkah harapan yang selalu ia kepal-kepal erat, usai menjalani segala aktivitas ibadah di bulan Ramadhan seperti ada sesuatu yang hilang. Mengering dan kian mengering. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suara-suara pengajian dari surau-surau atau Masjid-Masjid di sekitar rumahnya yang tengah menunggu saat Shubuh tiba, mengiringi munajat-munajatnya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kenapa Ramadhan begitu cepat berlalu padahal kami belum merasakan apa-apa di bulan Ramadhan ini ?. Apakah Kau tak mencintai kami sehingga Ramadhan berlalu begitu saja tanpa makna”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami belum merasa jadi kepompong Ramadhan, kami masih saja menjadi ulat yang menjijikkan, rakus dan merusak. Lalu kenapa waktu berjalan tak lambat saja waktu itu agar Ramadhan benar-benar kami regup biar kepompong Ramadhan menjadi kupu-kupu dan tinggali ulat diri yang legam itu”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, puasa kami di bulan Ramadhan itu terkadang lebih karena kewajiban bukan karena kesungguh-sungguhan akan keinginan untuk bercermin kembali, untuk meneropong ruhaniyah kami ke dalam realitas batin dan kenyataan hidup yang akan kami jalani”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kenapa Ramadhan harus meninggalkan kami padahal kualitas puasa kami belum ada apa-apanya, kami memahami puasa hanya sebatas menahan lapar dan dahaga sehingga seolah-olah puasa itu diperuntukkan bagi orang-orang yang berkecukupan. Ilmu kami hanya sebatas pengetahuan tentang ‘menahan haus dan lapar dari shubuh sampai Maghrib’, ilmu kami tentang puasa tak pernah bertambah dan tak mau ditambah-tambah”. “Ya Allah, di hari-hari Ramadhan kami begitu cukup lahapnya menjalankan aktivitas ibadah formal ataupun nonformal untuk meraup diskon pahala sebanyak-banyaknya, wajar saja kalau kami ini sebagai muslim yang ‘pedagang’, tipe hayawani, yang melakukan aktivitas ibadah khsusnya di bulan Ramadhan demi memperoleh pahala. Profit akhirat. Kami muslim yang ‘kapitalis’. Orientasi ‘untung-rugi’ “. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah bahkan puasa kami jalani karena ‘takut’, tipe Rahbani, muslim yang ‘birokratis’. Kami melakukan peribadatan karena peraturan dan rasa takut, mirip dengan psikologi pegawai yang berorientasi pada kepada presensi/absensi”. Ya Allah kenapa kami tidak pernah bisa menjadi muslim yang ‘muslim’. Muslim yang Rabbani, muslim yang melakukan ibadah tidak dengan tujuan pahala, surga tau takut neraka, melainkan asli untuk Allah saja. Pokoknya mau diapakan saja, mau dijunjung ke singgasana surga atau ke kerak neraka, asal Allah yang menghendaki maka kami mau dan ikut saja”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami sebenarnya tahu bahwa puasa Ramadhan hanya latihan berpuasa saja, karena kami—sebenarnya—tahu bahwa kalau puasa hanya menahan haus dan lapas dari shubuh sampai Maghrib anak SD pun pasti bisa, kami memang dianjurkan oleh-Mu berpuasa di bulan Ramadahan agar kami memiliki kesanggupan, iman dan ketahanan untuk melakukan puasa yang kontekstual, puasa yang bagaimana kami bisa membatasi diri dari nafsu ingin membeli hal-hal yang kurang bermanfaat, bagaimana kami melakukan hal-hal yang paling islami saja diantara seribu kemungkinan dihadapan mata kami. Bagaimana kami tidak lagi korupsi kecil-kecilan apalagi besar, tidak lebih mementingkan diri sendiri, tidak terlibat segala hal yang tidak diperbolehkan oleh Allah dan Rasul-Nya”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, maka di Syawal ini sesungguhnya kami belum pantas beridul fitri, kami masih jelaga. Pekat. Karena kami sadar idul fitri adalah sebuah proses kembali jadi bayi, kami kembali fitrah, suci, polos dan bersih. Menjadi kupu-kupu yang kemriyek, yang tak habis-habisnya kibas-kibaskan sayapnya, bertegur sapa. Kembali dari kekalahan menuju kemenangan, bukan kemenangan atas orang, kemenangan yang sejati, kemenangan sejati bukanlah kemenangan umat Islam atas umat yang lain, karena Islam tidak dihadirkan ke bumi untuk kekuasaan satu pihak atas pihak lain, melainkan untuk merahmati seluruh alam. Kemenangan sejati adalah sanggup mengendalikan diri, menyelesaikan segala kondisi diri kepada apa yang dikehendaki Allah”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, sungguh kami sadar kami belum kembali bayi, karena bayi jika menangis karena ia jujur mau menangis. Kalau ia ngomong, tak ada jarak atau apalagi pertentangan antara kata-katanya dengan suara hati atau pikirannya. Kalau senang ia tertawa. Kalau senyum sangat tulus dan ikhlas. Tak ada yang disembunyikan, dalam arti ia jujur sejujur-jujurnya”. “Ya Allah, kemarin kami merayakan Idul Fitri sebatas kebudayaan saja karena kami lebih menekankan diri pada hura-hura, senang-senang material, pakaian baru, petasan, kembang api, kemewahan dan konsumsi-konsumsi. Kami kurang menyelam ke dalam ruhani Idul Fitri. Kedalam usaha keinsafan baru, kesadaran baru, kelahiran baru”. Laisal `idu liman labisal jadid, walakinnal `idu liman tho`atahu tazid. Idul Fitri bukan milik orang yang berpakaian baru, melainkan milik hamba Allah yang kepatuhan ilahiyahnya menyubur”.“Ya Allah, kemarin juga dan di bulan Syawal ini kami melakukan upacara maaf-memaafkan, kami menjalani ‘keharusan’ untuk berbasa-basi saling maaf-memaafkan, sementara persoalan-persoalan yang terkandung dalam konteks sebelum maaf-memaafkan itu tak pernah diselesaikan secara tuntas. Bagaimana tidak upacara ya Allah ?. misalnya saja kalau para penduduk bermaaf-maafan dengan Pak Lurah, apakah gerangan artinya ?. Apakah mereka bermaaf-maafan dalam konteks individu ataukah dalam konteks sosialitas (struktural) ?. Apakah seorang penduduk minta maaf kepada Pak Lurah karena ia pernah ngrasani kepala desanya itu ?. Ataukah karena ia pernah tidak setuju kepada keputusan-keputusan yang diambil Pak Lurah ?. Atau uang-uang pajak yang ‘sirna’ tanpa kejelasan ?. Dan kalau pak Lurah minta maaf juga kepada penduduk, apakah kemudian penduduk memaafkan segala ketidakberesan tindakannya selama ini ?. Dan kalau para penduduk tahu persis bahwa dari tahun ke tahun tindakan-tindakan semacam itu diulang-ulang juga oleh pak Lurah, maka seberapa halalkah pemaafan penduduk terhadap tindakan tak benar itu ?. Bukankah ini upacara syawalan saja atau Idul Fitri kultural ?”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami dalam merayakan Idul Fitri, menginginkan, berharap dan bahkan tidak akan memaafkan saudara-saudara kami, sahabat-sahabat kami, junior-junior kami, adik-adik kami, keponakan-keponakan kami dan orang-orang di bawah kami baik kultural maupun struktural agar mendatangi kami dan meminta maaf kepada kami, padahal kami lebih layak untuk dimaafkan atas kesalahan, keteledoran dan sikap-sikap ‘dzolim’ kami. Bukankah kami sama saja seperti Pak Lurah itu ?. Lucu memang kami ini”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kamipun juga selalu dalam proses maaf-memaafkan, memulai dengan minta maaf, padahal itu berarti lebih mementingkan Idul Fitri pribadi kami. Dengan minta maaf sesungguhnya kami mendahulukan kepentingan pribadi kami dari kepentingan mereka. Seharusnya terlebih dahulu kami harus menyatakan bahwa kami telah memaafkan mereka, memerdekakan mereka, menyumbangkan proses Idul Fitri mereka. Seharusnya sebelum kami mohon kemerdekaan, kami wajib lebih dulu memerdekakannya”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami benar-benar belum layak berIdul Fitri, kami belum melakukan ‘perjalanan kembali’ dari kondisi tidak fitri menjadi fitri. Dari palsu menjadi sejati. Kami tidak sadar bahwa perjalanan itu sudah pasti harus melibatkan seluruh dimensi hidup yang kami punyai. Ya spiritualitasnya, ya intelektualitasnya, ya moralitasnya, ya estetikanya, ya pergaulan sosialnya, ya keterlibatan seluruh kesejarahannya. Perjalan kembali itu di tempuh dengan metode ‘puasa’ “. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, jika kemudian kami tidak dalam kondisi fitri maka berarti itu kadar-kadar kepalsuan, penyelewengan atau pengingkaran yang Kau sebut asfala safilin, yang berarti Yang terendah dari yang rendah-rendah. Atau minimal kami mendekati asfala safilin”. “Kami tahu ya Allah bahwa kami seharusnya dan memang sebagai makhluk yang ahsani taqwim, karena selain kami dibekali nafsu juga dibekali akal atau kecerdasan nalar. Itulah yang membedakan kami dengan makhluk hidup lainnya”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, kami sadar bahwa sesungguhnya yang fitri adalah hamba-hamba-Mu yang mutmainnah, yang sanggup memerdekakan diri untuk tidak digendholi nafsu ego kecil, status sosial, posisi budaya, pemilikan dunia, kekuasaan yang semu dan sementara, karena hanya Engkau sajalah yang mementramkan hati. Sejati adanya”.&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Azan Shubuh mulai bergema mengarungi semesta, meski dipastikan Masjid, Mushola dan Surau akan sepi seperti hari-hari kemarin, agak berbeda dengan bulan Ramadhan itu yang lumayan berisi. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemuda itu pun akhirnya mau tidak mau mengakhiri munajat-munajatnya, isak tangis masih menyisa diwajahnya yang menyemburat garis-garis kesungguhan untuk mendekat pada Tuhannya meskipun di relung batin terdalamnya bersemi cinta merah jambu. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepal-kepal tangannya yang gemas berharap dan memohon-mohon kepada-Nya sudah basah cukup kuyup akibat air matanya yang deras lewati pipi-pipinya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beranjaklah ia menuju Masjid dekat rumahnya. Ada luka yang memerahi jiwa. Ada kesungguhan untuk lebih bersungguh-sungguh mencintai Allah dari selain-Nya. Semoga Allah mau mengabulkannya. Semoga ia dimuliakan dan dibahagiakan di dunia dan akhirat kelak. Semoga Ramadhan tahun depan sudah ada yang "mendampingi"nya...Amin. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113279989977870045?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113279989977870045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113279989977870045' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113279989977870045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113279989977870045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/11/munajat-pasca-ramadhan.html' title='Munajat Pasca Ramadhan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113082987289474215</id><published>2005-11-01T14:22:00.000+07:00</published><updated>2006-02-08T02:05:52.106+07:00</updated><title type='text'>24 Jam Bersama Orang-orang Shalih di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/ramadhan.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan Ramadhan...   &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari demi harinya adalah rentang waktu lipatan pahala yang tak ada batasnya. Jam demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Menit demi menitnya adalah hembusan angin surga yang begitu menyejukkan. Detik demi detiknya ada1ah kesempatan ?yang tak ternilai dibandingkan seumur hidup kita. Maka, mengagendakan aktifitas selama bulan Ramadhan menjadi sangat penting. Disiplin dan hati-hati menjalani hari-harinya harus menjadi tekad dalam hati semua hamba Allah swt yang menghendaki maghfirah dan hidayah-Nya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah contoh bagaimana kita melewati hari demi hari yang penuh kemuliaan itu. Dengan mengikuti kebiasaan dan perkataan Rasulullah, para salafusholih dan juga para ulama yang begitu menyadari kemuliaan Ramadhan, Semoga Allah swt ?menguatkan kita untuk menjadi alumni Ramadhan yang berhasil. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Waktu Sahur hingga Subuh:&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bangunlah sebelum fajar, sekitar pukul 03.00 pagi. lni adalah waktu sepertiga malam terakhir yang istimewa. Lakukan shalat qiyamul lail beberapa rakaat. Jangan lupa bangunkan keluarga untuk shaiat ma1am. Umar bin Khaththab ra biasa mengerjakan shalat malam. Apabila tiba pertengahan malam, beliau segera mernbangunkan keluarganya untuk shalat. la berseru: "Shalat, shalat!" seraya membacakan ayat ini: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerja-kannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kami1ah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (Qs. Thoha: 132) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak di antara kita yang lalai melewati waktu ini dengan istirahat dan tidur, lalu segera makan sahur. Mungkin karena menganggap ibadah shalat tarawih sudah dilakukan setelah isya. Padahal waktu-waktu sepertiga malam seharusnya tetap bisa dihidupkan lebih banyak daripada bulan-bulan lain. Pada waktu inilah, disebutkan dalam hadits Rasulullah saw, "Rabb kami turun setiap malam ke langit dunia saat sepertiga malam terakhir dan berkata: "Siapa yang berdo'a kepada-Ku, Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni dia." (HR. /amaah) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Barangsiapa yang menunaikan qiyamul lail pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu." (Hk Bukhori dan Mvslim) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Al Qur'an, Allah swt berfirman: "Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka." (Al-Furqan : 63-64) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu kita bisa menunaikan makan sahur yang memang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Jangan lupa tanamkanlah niat dan ikhlaskanlah berpuasa pada siang hari nanti. LaIu bersiap untuk shalat Subuh berja-maah di masjid dan berangkatlah lebih awal. Di masjid sibukkanlah diri dengan memper-banyak istighfar. Aktifitas seperti ini disebutkan dalam Al Qur'anul Karim, "... wal mustaghfiriina bil ashaar.," Pada waktu sahur kita memang dianjurkan banyak berdo'a, karena waktu sahur termasuk waktu diijabahnya do'a seorang hamba. Setelah azan subuh dirikanlah shalat dua rokaat sebelum subuh. Kemudian tunaikanlah shalat Subuh berjamaah. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Setelah Subuh:&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk bila kita tidak terbiasa bangun lebih pagi pada hari-hari yang lain. Berusahalah untuk tidak tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari. Para salafushalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu. Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin menyebutkan, "Di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur antara shalat subuh dan terbit matahari, karena ia merupakan waktu untuk memperoleh hasil. Bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehinga seandainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya." Jika kita sangat dibebani kantuk, bertahanlah dan bersabarlah, karena biasanya kebiasaan itu akan terbentuk setelah tiga hari kita melakukan suatu ritme yang berbeda. Selanjutnya, insya Allah kita tidak akan merasakan kantuk sedahsyat sebelumnya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Duduklah berdzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah. Dari Abu Umamah Ra dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, maka ia akan memperoleh pahala haji dan umrah." Waktu ba'da subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin. Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Quran satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah saw selesai menunaikan shalat Subuh, bahwa ia selalu duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari." (HR. Muslim) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa shalat fajar berjama'ah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna." (Dinyatakan shahih oleh Al-Albani) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini berlaku pada setiap hari, maka bagaimana pula bila dilakukan pada bulan Ramadhan. Berusahalah mendapatkan pahala yang agung ini. Dengan tidur malam yang cukup dan meneladani orang-orang shalih. Senantiasa bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah SWT, dan selalu bertekad untuk mencapai derajat yang tinggi di dalam Surga. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sholat Dhuha&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;SholaT dhuha disebutkan oleh Rasulullah, adalah shalatnya orang-orang awwabin, yakni orang-orang yang kembali kepada Allah swt. Waktunya mulai meningginya matahari sepanjang tombak. Menurut hadits shahih, shalat dhuha dilakukan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak delapan rakaat. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Saat bekerja:&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak di antara kita yang tetap memiliki rutinitas mencari nafkah, belajar dan bekerja di bulan ini. Bekerjalah dengan penuh sema-ngat dan teliti. Selingilah waktu-waktu bekerja dengan berdzikir dan tidak meninggalkan shalat berjamaah di awal waktu. Teruslah berusaha menambah amal-amal sunnah yang bisa dilakukan di saat bekerja. Seperti mengajak orang lain kepada kebaikan, bersedekah, ikut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan di masjid kantor pada bulan Ramadhan, dan sebagainya. Ingatlah sabda Rasulullah saw, "Seluruh amal ibadah bani Adam adalah milik-nya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali lipat hingga 700kali lipat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata: "Kecuali ibadah puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Akulah yang langsung membalasnya. Seorang yang berpuasa telah menahan diri dari syahwat, makanan dan minumannya karena Aku semata. Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu dengan Allah. Dan sungguh bau muiut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi." (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertengahan siang :&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berusahalah untuk beristirahat sekitar 15-30 menit menjelang atau sesudah waktu shalat Zuhur. Istirahat dan tidur pada rentang waktu ini disebut dengan qailulah. Rasulullah saw dan para salafushalih biasa melakukan qailulah. Imam Al Ghazali menyebutkan bahwa qailulah merupakan simpanan energi bagi mereka yang ingin melakukan qiyamul lail pada hari itu. Waktunya tidak lebih dari setengah jam. Tapi manfaatnya akan terasa saat kita bangun malam. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Waktu Asar:&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Shalatlah berjamaah di masjid. Ingatlah lipatan pahala di bulan ini, minimum adalah 70 kali lipat dari kebaikan di bulan selainnya. Bila usai shalat saat bekerja sudah selesai, lakukanlah kajian-kajian keislaman, baik dengan membaca buku, diskusi, mendengarkan ceramah, mendengar kajian melalui kaset, atau lainnya. Banyak tema yang bisa kita perdalam pada kesempatan ini, misalnya tema-tema "pelembut jiwa dan hati". Informasi ini bisa diambil dari hadits-hadits Nabawi atau dari tafsir Al Qur an. Mendengarkan kajian Islam melalui kaset bisa menjadi alternatif baik karena bisa dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang lain. Lakukan hal ini sampai menjelang maghrib untuk bersiap dzikir sore. Segeralah berbuka kemudian shalat maghrib di masjid. Setelah shalat maghrib lanjutkan berbuka puasa ala kadarnya. Jangan terlalu kenyang. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Waktu Magrib/Berbuka Puasa:&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bersyukurlah secara lebih mendalam kehadirat Allah swt. Bahwa kita diberikan karunia untuk bisa menyelesaikan hari dengan berpuasa. Jangan lupa berdo'a dengan khusyu ketika berbuka. Ada sebuah doa yang tidak tertolak bagi orang yang berpuasa saat berbuka. Berbukalah dengan tegukan-tegukan air manis diiringi dengan kesyukuran di dalam hati. Sebaiknya kita tidak segera melanjutkan berbuka dengan makanan berat. Tundalah sebentar makanan berbuka kita, untuk menunaikan shalat magrib berjamaah dimasjid. Ingatlah kenapa kita penting mempertahankan ibadah shalat berjamaah di masjid. Usai berjamaah, lanjutkan berbuka dengan memakan makanan lebih berat. Jangan terlalu banyak, makanlah secukupnya saja. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Waktu Isya:&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segeralah pergi menunaikan shalat isya dan tarawih di masjid. Berusahalah untuk disiplin melakukan shalat isya dan tarawih di masjid, apapun keadaannya. Jika harus terha-langi oleh kegiatan yang mendesak, lakukan shalat tarawih segera setelah kita selesai menunaikan kegiatan tersebut. Setelah itu pulanglah ke rumah untuk bertemu dan ber-bincang-bincang dengan keluarga. Mungkin juga pada saat itu kita menyimak perkem-bangan berita namun tidak terlena hingga melewati jam 10 malam. Tidurlah segera, semampunya. Sebaiknya kita menyempurnakan shalat tarawih bersama imam, agar kita termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan shalat malam. Rasulutlah Saw bersabda: "Siapa saja yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah) Lakukanlah ini terus menerus sepanjang 20 hari pertama bulan Ramadhan. Untuk kaum Muslimah tentu saja agenda di atas bisa dilakukan di rumah. Tapi untuk shalat isya dan tarawih bisa dilakukan di masjid. Ingat juga, agar kita lebih banyak mendengarkan kajian Islam maupun tilawah Al Quran di rumah di sela-sela mengurus pekerjaan rumah. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Setelah 20 Hari Ramadhan&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah biasa beri'tikaf selama sepuluh hari setiap bulan Ramadhan. Pada tahun beliau wafat, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari. (HR. Al-Bukhari). I'tikaf adalah ibadah yang menghimpun berbagai jenis ibadah lainnya. Saik tilawah Al-Qur'an, shalat, dzikir, do'a, tadabbur dan tain-lain. Bagi kita yang belum pernah melaksanakan i'tikaf, mungkin membayangkan I'tikaf adalah ibadah yang berat dan sulit. Bagaimana mungkin kita bisa menjalani hidup selama 10 hari di masjid? Bagaimana dengan keperluan harian kita? Bagaimana juga dengan keluarga di rumah? Padahal sebenarnya jika dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tekad yang sungguh-sungguh, i'tikaf tidak sesulit yang dibayangkan. Allah swt akan mempermudah orang yang bersungguh-sungguh dan ikhlas menjalankan ibadah kepada-Nya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;I'tikaf sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sekaligus untuk meraih malam Lailatul Qadar. I'tikaf adalah mengurung diri dan mengikatnya untuk berbuat taat dan selalu mengingat Allah. Memutuskan hubungan dengan segala kesibukan-kesibukan duniawi. Mengurung hati dan jasmani hanya untuk Allah dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Tidak ada terbetik dalam hatinya sesuatu keinginan pun selain Allah dan yang mendatangkan ridha-Nya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibnul Qayyim ketika menjelaskan beberapa hikmah i'tikaf berkata: "Kelurusan hati dalam perjalanannya menuju Allah sangat bergan-tung kepada kuat tidaknya hati itu berkon-sentrasi mengingat Aliah. Dan merapikan kekusutan hati serta menghadapkannya se-cara total kepada Allah. Sebab kekusutan hati hanya dapat dirapikan dengan menghadapkan secara total kepada Allah. Perlu diketahui bahwasanya makan dan minum yang berfe-bihan, kepenatan jiwa dalam berinteraksi sosial, terlalu banyak berbicara dan tidur akan menambah kekusutan hati bahkan dapat menceraiberaikannya, dan menghambat perjalanannya menuju Allah atau melemahkan langkahnya. Maka sebagai konsekuensi rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengasih terhadap hamba-hambaNya, Allah mensyari'atkan ibadah puasa atas mereka untuk menghilangkan kebiasaan makan dan minum secara berlebih-lebihan serta membersihkan hati dari noda-noda syahwat yang menghalangi perjalanan-nya menuju Allah. Dan mensyariatkan i'tikaf yang inti dan tujuannya ialah menambat hati untuk senan-tiasa mengingat Allah, menyendiri mengingat-Nya, menghen-tikan segala kesibukan yang berhubungan dengan makhluk, dan memfo-kuskan diri bersama Allah semata. Sehingga kegundahan dan goresan-goresan hati dapat diisi dan dipenuhi dengan dzikruflah, men-cintai dan menghadap kepada-Nya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pelajarilah hukum I'tikaf dan tanamkanlah tekad untuk benar-benar bisa menjalaninya selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tak ada yang bisa menandingi keutamaan malam-malam I'tikaf sepanjang hidup kita. Perbanyak ibadah, seperti shalat, tilawah Al-Qur'an, membaca buku-buku agama, berdiskusi dan mengkaji masalah-masalah agama Islam dan lain-lain. Jangan terjerumus pada obrolan yang sia-sia, seperti berdebat, mencela, memaki dan lain-lain. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kaum wanita boleh beri'tikaf di dalam mas-jid. Jika terjaga dari fitnah dan diizinkan oleh suami. Hukum-hukum yang berkaitan dengan i'tikaf bagi kaum lelaki juga berlaku bagi kaum waniita. Hanya saja i'tikaf kaum wanita otomatis batal jika mereka haidh. Dan mereka boleh melanjutkannya kembali jika sudah suci. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;I'tikaf adalah sunnah Rasulullah. Maka, segeralah menghidupkan sunnah Nabi ini dan memasyarakatkannya di tengah-tengah keluarga, kerabat dekat, saudara-saudara dan teman-temanmu serta di tengah masyarakat. Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah diabaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikitpun." (HR. Tirmidzi). Di sisi lain beberapa faidah yang dapat dipetik dari sunnah i'tikaf ini adalah pembinaan jiwa dan melatihnya dalam mengerjakan ketaatan. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mencari Malam Lailatul Qadr&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah swt berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr:1-3) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw bwesabda: "Barangsiapa yang bangun dimalam Lailatul Qadr karena keimanan dan keikhlasan, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam senantiasa mencari malam Lailatul Qadr dan memerintahkan sahabat untuk mencarinya. Beliau membangunkan keluarganya pada malam sepuluh terakhir dengan harapan mendapat malam Lailatul Qadr. Dalam Musnad Ahmad dari 'Ubadah, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang bangun sebagai usaha untuk mendapat malam Lailatul Qadr, lalu ia benar-benar mendapatkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang." &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah salafushalih mandi dan memakai minyak wangi pada sepuluh malam terakhir untuk mencari malam Lailatul Qadr, malam yang telah dimuliakan dan diangkat derajatnya oleh Allah. Jika kita termasuk orang yang telah menyia-nyiakan umur, kejarlah segala yang terluput atas dirimu pada malam Lailatul Qadr ini. Sebab malam inilah sebagai pengganti umur, beramal pada malam ini lebih baik dari pada seribu bulan. Malam itu datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjil, dan lebih diharapkan lagi pada malam kedua puluh tujuh. Berdasarkan riwayat Muslim dari Ubay bin Ka'ab Radhiallaahu anhu bahwa ia berkata: "Demi Allah, sungguh aku mengetahui datangnya malam itu. Yaitu pada malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh." &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun begitu, hendaknya kita tidak terlalu terpengaruh dengan hitungan malam ganjil atau tidak. Lakukanlah sepenuh kemampuan dan keseriusan setiap malam-malam dari 10 terakhir bulan Ramadhan. Kerap kali orang yang hanya mencari malam-malam ganjil ternyata justru tidak bisa memaksimalkan amal-amal ibadah di malam bulan itu. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita dikaruniakan Allah swt termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat rahmat-Nya karena bulan ini.  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wallahu'alam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113082987289474215?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113082987289474215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113082987289474215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113082987289474215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113082987289474215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/11/24-jam-bersama-orang-orang-shalih-di.html' title='24 Jam Bersama Orang-orang Shalih di Bulan Ramadhan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113082969825935359</id><published>2005-11-01T14:19:00.000+07:00</published><updated>2006-02-07T19:50:35.956+07:00</updated><title type='text'>Bulan Keimanan dan Ketakwaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/ramadhan-adiyaat-rootfolder.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/ramadhan-adiyaat-rootfolder.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Allah SWT berfriman : " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa ". (QS:2:183) Pelajaran yang sangat menarik dari ayat ini adalah : Pertama, bahwa yang dipanggil oleh Allah untuk melaksanakan ibadah puasa adalah orang-orang yang mempunyai kwalitas keimanan. Mengapa? &lt;/i&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; (i) Karena tanpa iman segala perbuatan apapun akan menjadi sia-sia di sisi Allah SWT. Kita simak bagaimana Allah mengumpamakan perbuatan orang-orang kafir dengan fatamorgana :" Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana, di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapakan susutau apapun " (QS:24:39). Di sini nampak bahwa sebuah perbuatan tanpa iman akan menjadi semata bayang-bayang, yang nampak seakan menjanjikan apa yang diharapkan, tetapi pada hakekatnya ia tiada ada artinya di sisi Allah SWT. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(ii) Bahwa sebuah tugas akan berjalan jika manusianya secara psikologis menerima tugas tersebut dengan lapang dada. Dan puasa adalah tugas yang menuntut hadirnya keimanan, sehingga ia menjadi ibadah yang benar-benar mencerminkan makna ketaatan kepada yang menugasinya. Karena itulah Allah SWT memanggil – dalam ayat tersebut – dengan ungkapan " Hai orang-orang yang beriman ". &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(iii) Sebab hanya Allah-lah yang akan memberikan pahala terhadap perbuatan baik sang hamba termasuk puasa. Dan untuk itu diperlukan kartu keimanan. Karena dari kartu itulah puasa sesorang menjadi sah dan berhak mendapatkan balasan yang setimpal. Lain halnya dengan puasa orang kafir, yang tujuannya tidak kepada Allah. Maka bagaimana mungkin Allah akan memberikan pahala kepadanya. Karenanya yang Allah panggil bukan orang kafir melainkan orang-orang yang beriman. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua: Makna puasa yang diwajibkan kepada orang-orang yang beriman adalah menahan diri dari lapar, dari sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Nampak dari segi menahan laparnya saja sangat mudah, tetapi ketika sikap puasa tersebut dikaitkan dengan keimanan, ia akan menjadi sangat bermakna. Rasulullah SAW bersabda : " Barang siapa yang berpuasa ( pada bulan Ramdlan ) dengan penuh keimanan dan pengharapan atasa ridla Allah, ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat " (HR. Bukhari-Muslim). Karenanya kamudian orang-orang yang berpuasa bagi Allah sangat mendapatkan keistimewaan : &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(i) Allah akan memberikan pahala khusus bagi mereka yang berpuasa. Rasulullah bersabda dalam hadits Qudsi, Allah berfriman : " Semua amalan anak adam milknya, kecuali puasa, ia adalah milikKu, dan Akulah yang akan memberikan pahala terhadap puasa tersebut " (HR. Bukhari Muslim). (ii) Puasa ini akan menjadi pelindung dari api neraka. Dalam sebuah Rasulullah bersabda : " al shiyaamu junnatun " puasa itu merupakan penghalang dari api neraka (HR. Bukhari-Muslim). (iii) Allah SWT – sebagaimana dalam sebuah hadith – akan mengkarunia dua kebagaiaan bagi yang berupasa: Kebahagiaan ketika berbuka puasa, dan kebahagaain ketika bertemu Allah dengan puasanya (HR. Bukhari-Muslim). &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(iv) Allah menydiakan pintu khusus di surga bagi mereka yang berpuasa. Namanya pintu al Rayyan. Tidak ada yang bisa masuk pintu itu kecuali orang-orang yang berpuasa (HR. Bukhari-Muslim). &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga: Ayat di atas menyebutkan bahwa puasa itu juga diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Dari persaksian ini ada beberap hal yang bisa diungkap : (i) Agungnya ajaran puasa, di mana setiap umat yang Allah utus kepada mereka para nabi, diwajibkan berpuasa. (ii) Adanya keterkaitan antara ajaran Rasulullah SAW dengan jaran para nabi sebelumnya, yang menunjukkan bahwa sumbernya adalah satu yaitu Allah SWT. (iii) Konsekwensi dari hal tersebut adalah kaharusan mengakui krasulan Muhammad SAW. Dengan tidak membedakan antara utusan Allah yang satu dengan para utusan yang lain. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keempat : Puasa adalah realisasi ketakwaan. Dalam memehami hakikat ketakwaan di sini ada beberapa hal yang harus digarisbawahi: (i) Ketakwaan berarti keimanan yang jujur kepada Allah. Sehingga ia benar-benar mengamalkan ajaran Allah di manapun berada. Dalam keramaian maupun dalam kesendirian. (ii) Sikap ekstra hati-hati dari hal-hal yang dilarang Allah. Ibarat sedang berjalan di atas jalan setapak yang penuh duri. Ia melangkah pelan-pelan supaya selamat dari tusukan duri. Demikian juga takwa, ia adalah sikap hati-hati dalam sekecil apapun langkahnya, takut kalau nanti langkahnya itu melanggar ajaran Allah. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(iii) Bahwa ketika ia berusaha dengan jujur menjaga puasanya, dari hal-hal yang merusaknya, padahal ia bisa membatalkannya dengan tanpa seorang pun tahu, itu adalah bukti ketakwaan kepada Allah. Dalam hal ini Rasulullah mengjarakan : jika ada seorang mengejek atau mengajak bertengkar – sementara anda sedang puasa – katakan kepadanya : "Maaf saya sedang puasa" (HR. Bukhari Muslim). &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; (iv) Ketika ia berusaha menjaga hatinya supaya senantiasa berdzikir kepada Allah, itu adalah takwa. (v) Ketakwaan yang demikian murni ini kemudian tercermin dalam segala dimensi hidupnya, apapun profesinya : sebagai negarawan, menteri, pedagang, pejabat, pelajar dan lain sebaginya. Sehingga seluruh prilakuknya tidak lain adalah persaksian ketaatan kepada Allah SWT. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila setiap orang dari penduduk sebuah negeri benar-benar mengamalkan makna ketakwaan tersebut secara hakiki, niscaya Allah akan buka jalan-jalan rejeki dan akan Allah permudah jalan keluar dari berbagai krisis yang selama ini membelenggunya. Sebuah langkah alternatif yang selama ini terabaikan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113082969825935359?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113082969825935359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113082969825935359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113082969825935359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113082969825935359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/11/bulan-keimanan-dan-ketakwaan.html' title='Bulan Keimanan dan Ketakwaan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113082947241476991</id><published>2005-11-01T14:10:00.000+07:00</published><updated>2006-02-09T10:29:21.080+07:00</updated><title type='text'>Bulan Ramadhan : Stasiun Besar Musafir Iman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/1islam_ramadhan2.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/1islam_ramadhan2.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak pernah air melawan qudrat yang ALLAH ciptakan untuknya, mencari dataran rendah, menjadi semakin kuat ketika dibendung dan menjadi nyawa kehidupan. Lidah api selalu menjulang dan udara selalu mencari daerah minimum dari kawasan maksimum, angin pun berhembus. Edaran yang pasti pada keluarga galaksi, membuat manusia dapat membuat mesin pengukur waktu, kronometer, menulis sejarah, catatan musim dan penanggalan. &lt;p&gt;Semua bergerak dalam harmoni yang menakjubkan. Ruh pun – dengan karakternya sebagai ciptaan ALLAH – menerobos kesulitan mengaktualisasikan dirinya yang klasik saat tarikan gravitasi ‘bumi jasad’ memberatkan penjelajahannya menembus hambatan dan badai cakrawala. Kini – di bulan ini – ia jadi begitu ringan, menjelajah ‘langit ruhani’. Carilah bulan – diluar Ramadlan – saat orang dapat mengkhatamkan tilawah satu, dua, tiga sampai empat kali dalam sebulan. Carilah momentum saat orang berdiri lama di malam hari menyelesaikan sebelas atau dua puluh tiga rakaat. Carilah musim kebajikan saat orang begitu santainya melepaskan ‘ular harta’ yang membelitnya. Inilah momen yang membuka seluas-luasnya kesempatan ruh mengeksiskan dirinya dan mendekap erat-erat fitrah dan karakternya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’ Shiyami Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’l Qiyami   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Keqariban di Tengah Keghariban&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahli zaman kini mungkin leluasa menertawakan muslim badui yang bersahaja, saat ia bertanya: "Ya Rasul ALLAH, dekatkah Tuhan kita, sehingga saya cukup berbisik saja atau jauhkah Ia sehingga saya harus berseru kepada-Nya?" Sebagian kita telah begitu ‘canggih’ memperkatakan Tuhan. Yang lain merasa bebas ketika ‘beban-beban orang bertuhan’ telah mereka persetankan. Bagaimana rupa hati yang Ia tiada bertahta disana? Betapa miskinnya anak-anak zaman, saat mereka saling benci dan bantai. Betapa sengsaranya mereka saat menikmati kebebasan semu; makan, minum, seks, riba, suap, syahwat, dan seterusnya. padahal mereka masih berpijak di bumi-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa menyedihkan, kader yang grogi menghadapi kehidupan dan persoalan, padahal Ia yang memberinya titah untuk menuturkan pesan suci-Nya. Betapa bodohnya masinis yang telah mendapatkan peta perjalanan, kisah kawasan rawan, mesin kereta yang luar biasa tangguh dan rambu-rambu yang sempurna, lalu masih membawa keluar lokonya dari rel, untuk kemudian menangis-nangis lagi di stasiun berikut, meratapi kekeliruannya. Begitulah berulang seterusnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua ayat dari 183-187 surat Al-Baqarah bicara secara tekstual tentang puasa. Hanya satu ayat yang tidak menyentuhnya secara tekstual, namun sulit untuk mengeluarkannya dari inti hikmah puasa. "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah): ‘Sesungguhnya Aku ini dekat…" (Qs. 2 :185). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi pada manusia dengan dada hampa kekariban ini? Mereka jadi pan-dai tampil dengan wajah tanpa dosa didepan publik, padahal beberapa meni sebelum atau sesudah tampilan ini mereka menjadi drakula dan vampir yang haus darah, bukan lagi menjadi nyamuk yang zuhud. Mereka menjadi lalat yang terjun langsung ke bangkai-bangkai, menjadi babi rakus yang tak bermalu, atau kera, tukang tiru yang rakus. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana mereka menyelesaikan masalah antar mereka? Bakar rumah, tebang po-hon bermil-mil, hancurkan hutan demi kepentingan pribadi dan keluarga, tawuran antar warga atau anggota lembaga tinggi negara, bisniskan hukum, jual bangsa kepada bangsa asing dan rentenir dunia. Berjuta pil pembunuh mengisi kekosongan hati ini. Berapa lagi bayi lahir tanpa status bapak yang syar’i? Berapa lagi rakyat yang menjadi keledai tunggangan para politisi bandit? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berapa banyak lagi ayat-ayat dan pesan dibacakan sementara hati tetap membatu? Berapa banyak kurban berjatuhan sementara sesama saudara saling tidak peduli? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Nuzul Qur-an di Hira, Nuzul di Hati&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika pertama kali Alqur-an diturunkan, ia telah menjadi petunjuk untuk seluruh ma-nusia. Ia menjadi petunjuk yang sesungguhnya bagi mereka yang menjalankan perin-tah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Ia benar-benar berguna bagi kaum beriman dan menjadi kerugian bagi kaum yang zalim. Kelak saatnya orang menyalahkan rambu-rambu, padahal tanpa rambu-rambu kehidupan menjadi kacau. Ada juga orang berfikir, malam qadar itu selesai sudah, karena ALLAH menyatakannya dengan Anzalna-hu (kami telah menurunkannya), tanpa melihat tajam-tajam pada kata tanazzalu’l Ma-laikatu wa’l Ruhu (pada malam itu turun menurunlah Malaikat dan Ruh), dengan kata kerja permanen. Bila malam adalah malam, saat matahari terbenam, siapa warga negeri yang tak menemukan malam; kafirnya dan mukminnya, fasiqnya dan shalihnya, mu-nafiqnya dan shiddiqnya, Yahudinya dan Nasraninya? Jadi apakah malam itu malam fisika yang meliput semua orang di kawasan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi ketika Ramadlan di gua Hira itu malamnya disebut malam qadar, saat turun sebuah pedoman hidup yang terbaca dan terjaga, maka betapa bahagianya setiap mukmin yang sadar dengan Nuzulnya Alqur-an di hati pada malam qadarnya masing-masing, saat jiwa menemukan jati dirinya yang selalu merindu dan mencari sang Pencipta. Yang tetap terbelenggu selama hayat dikandung badan, seperti badan pun tak dapat melampiaskan kesenangannya, karena selalu ada keterbatasan bagi setiap kesenangan. Batas makanan dan minuman yang lezat adalah kterbatasan perut dan segala yang lahir dari proses tersebut. Batas kesenangan libido ialah menghilangnya kegembiraan di puncak kesenangan. Batas nikmatnya dunia ialah ketika ajal tiba-tiba menemukan rambu-rambu: Stop! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Alqur-an dulu, baru yang lain&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bacalah Alqur-an, ruh yang menghidupkan, sinari pemahaman dengan sunnah dan perkaya wawasan dengan sirah, niscaya Islam itu terasa ni’mat, harmoni, mudah, lapang dan serasi. Alqur-an membentuk frame berfikir. Alqur-an mainstream perjuangan. Nilai-nilainya menjadi tolok ukur keadilan, kewajaran dan kesesuaian dengan karakter, fitrah dan watak manusia. Penguasaan outline-nya menghindarkan pandangan parsial juz-i. Penda’wahannya dengan kelengkapan sunnah yang sederhana, menyentuh dan aksiomatis, akan memudahkan orang memahami Islam, menjauhkan perselisihan dan menghemat energi ummat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa da’wah Alqur-an dengan madrasah tahsin, tahfiz dan tafhimnya telah membangkitkan kembali semangat keislaman, bahkan di jantung tempat kelahirannya sendiri. Ahlinya selalu menjadi pelopor jihad di garis depan, jauh sejak awal sejarah ummat ini bermula. Bila Rasulullah meminta orang menurunkan jenazah dimintanya yang paling banyak penguasaan Qur-annya. Bila me-nyusun komposisi pasukan, diletakkannya pasukan yang lebih banyak hafalannya. Bahkan di masa awal sekali, ‘unjuk rasa’ pertama digelar dengan pertanyaan ‘Siapa yang berani membacakan surat Arrahman di Ka’bah?’. Dan Ibnu Mas’ud tampil dengan berani dan tak menyesal atau jera walaupun pingsan dipukuli musyrikin kota Makkah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Puasa: Da’wah, tarbiah, jihad dan disiplin&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang tertempa makan (sahur) di saat enaknya orang tertidur lelap atau berdiri lama malam hari dalam shalat qiyam Ramadlan setelah siangnya berlapar-haus, atau menahan semua pembatal lahir-batin, sudah sepantasnya mampu mengatasi masalah-masalah da’wah dan kehidupannya, tanpa keluhan, keputusasaan atau kepanikan. Mu-suh-musuh ummat mestinya belajar untuk mengerti bahwa bayi yang dilahirkan di te-ngah badai takkan gentar menghadapi deru angin. Yang biasa menggenggam api jangan diancam dengan percikan air. Mereka ummat yang biasa menantang dinginnya air di akhir malam, lapar dan haus di terik siang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka terbiasa memburu dan menunggu target perjuangan, jauh sampai ke akhirat negeri keabadian, dengan kekuatan yakin yang melebihi kepastian fajar menyingsing. Namun bagaimana mungkin bisa mengajar orang lain, orang yang tak mampu memahami ajarannya sendiri? "Faqidu’s Syai’ la Yu’thihi" (Yang tak punya apa-apa tak akan mampu memberi apa-apa). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahyu pertama turun di bulan Ramadlan, pertempuran dan mubadarah (inisiatif) awal di Badar juga di bulan Ramadlan dan Futuh (kemenangan) juga di bulan Ramadlan. Ini menjadi inspirasi betapa madrasah Ramadlan telah memproduk begitu banyak alumni unggulan yang izzah-nya membentang dari masyriq ke maghrib zaman. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila mulutmu bergetar dengan ayat-ayat suci dan hadits-hadits, mulut mereka juga menggetarkan kalimat yang sama. Adapun hati dan bukti, itu soal besar yg menunggu jawaban serius. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113082947241476991?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113082947241476991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113082947241476991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113082947241476991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113082947241476991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/11/bulan-ramadhan-stasiun-besar-musafir.html' title='Bulan Ramadhan : Stasiun Besar Musafir Iman'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113048617486894936</id><published>2005-10-28T14:41:00.000+07:00</published><updated>2005-10-28T14:58:14.266+07:00</updated><title type='text'>Kiat Sukses Beribadah Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20Ramadhan-Kareem2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20Ramadhan-Kareem2.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Ramadhan akan tiba, sikap yang harus diperlihatkan oleh seorang muslim adalah rasa gembira sehingga dia seperti tidak sabar menunggu kedatangan Ramadhan yang lama dirindukannya. Itu sebabnya, kedatangan Ramadhan harus kita sambut dengan ucapan marhaban ya Ramadhan. Marhaban itu sendiri berasal dari kata rahb yang artinya luas atau lapang, ini artinya hati, jiwa dan dada seorang muslim akan diluaskan dan dilapangkan agar Ramadhan masuk kedalam jiwanya dengan leluasa. &lt;p&gt;Pada saatnya Ramadhan tiba dan kita berada di dalamnya, maka dari sekarang tekad kita adalah akan mengoptimalkan kehadiran Ramadhan itu untuk memperkokoh ketaqwaan kepada Allah Swt dalam arti yang seluas-luasnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara harfiyah, puasa artinya menahan, yakni menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dan mengurangi nilainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedangkan Ramadhan secara harfiyah artinya membakar dan mengasah. Yang dimaksud adalah membakar dosa sehingga dengan puasa yang sebaik-baiknya, dosa-dosa seorang muslim akan dibakar oleh Allah dan setelah Ramadhan insya Allah dia akan kembali kepada fitrah atau kesuciannya sehinga seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya, yakni dalam keadaan tidak berdosa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun yang dimaksud dengan mengasah adalah mengasah dan mengasuh jiwa, sehingga seorang yang berpuasa akan memiliki ketajaman jiwa yang membuatnya cepat, mudah dan mampu menangkap isyarat-isyarat spiritual, jiwanya menjadi kaya dan tidak didominasi ilagi oleh sifat sombong dan sifat-sifat buruk lainnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;TUJUAN&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tujuan utama dari puasa adalah memantapkan keimanan kepada Allah Swt sehingga menjelma keimanan itu menjadi ketaqwaan. Ini dikemukakan Allah dalam firman-Nya yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS 2:183). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manakala target dari ibadah puasa ini dapat dicapai, maka puasa akan membuat kita menjadi orang yang memiliki tiga hal.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, mencegah diri dari segala bentuk dusta sebab dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad dinyatakan bahwa Allah Swt tidak menerima puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta, hadits tersebut artinya: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang keji (dusta) dan melakukan kejahatan, Allah tidak akan menerima puasanya, sekalipun ia telah meninggalkan makan dan minum. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, memiliki benteng pertahanan rohani yang kuat sehingga dia menjadi orang yang mampu menjaga dan mencegah dirinya dari dosa, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Puasa adalah perisai dari api neraka seperti perisainya seseorang diantara kamu dalam perang (HR. Ahmad, Nasa?i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, selalu terangsang untuk berbuat baik, karena ibadah Ramadhan memang selalu mendidik seseorang untuk melakukan kebaikan, baik terhadap Allah Swt maupun terhadap sesama manusia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disamping itu, kalau kita membaca rangkaian ayat-ayat berikutnya dari surat Al Baqarah: 184-188, bisa kita ambil beberapa kesimpulan tentang tujuan-tujuan lain dari ibadah Ramadhan, yaitu: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, memperkokoh kedekatan kita kepada Al-Qur'an sehingga kita selalu berusaha bisa membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, memperkokoh kedekatan hubungan kepada Allah Swt sehingga dengan hubungan yang dekat itu, seorang muslim tidak berani menyimpang dari ketentuan-ketentuan Allah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, menyadari akan pentingnya berdo'a kepada Allah karena kita menyadari sebagai makhluk yang lemah dan amat membutuhkan pertolongan Allah. Keempat, menajamkan hati atau jiwa manusia sehingga selalu mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil serta sensitif terhadapnya. Kelima, menyadari pentingnya kebersamaan dengan sesama muslim, karena dengan puasa kita dapat membayangkan bahkan dapat merasakan bagaimana penderitaan mereka yang susah sehingga kita menyadari keharusan bersatu dan tolong menolong. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;HIKMAH&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari tujuan yang telah diutarakan, nampak sekali betapa besar hikmah ibadah Ramadhan itu. Namun manakala kita ingin sederhanakan, sekurang-kurangnya ada tiga hikmah ibadah Ramadhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, membersihkan hati dan jiwa manusia dari segala dosa dan sifat-sifat tercela.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, memperkokoh hubungan dengan Allah Swt sehingga dengan dekatnya hubungan seorang muslim kepada Allah, dia akan selalu berusaha menjalani kehidupan yang sesuai dengan ketentuan-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, memperkokoh hubungan dengan sesama, khususnya dengan sesama muslim sehingga potensi besar yang dimiliki seorang muslim akan menjadi sebuah kekuatan umat yang besar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;KUNCI SUKSES&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibadah puasa khususnya dan ibadah Ramadhan pada umumnya tentu ingin kita laksanakan dengan sebaik-baiknya agar tujuan dan hikmahnya bisa kita raih. Oleh karena itu, menjadi keharusan kita bersama untuk mengoptimalkan ibadah Ramadhan yang penuh dengan keberkahan untuk memperkokoh gairah keislaman pada diri kita, keluarga maupun masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kaitan ini, kesuksesan bisa kita raih manakala mengupayakan beberapa langkah:  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, melakukan persiapan secara matang, baik persiapan jiwa agar kita memiliki kesiapan mental untuk menjalankan ibadah Ramadhan hingga kita senang melaksanakannya, persiapan akal dengan memahami kembali ketentuan fiqih Ramadhan dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, maupun persiapan jasmani dengan selalu menjaga dan meningkatkan kesehatannya serta persiapan aktivitas pendukung suksesnya ibadah Ramadhan dengan berbagai aktivitas da?wah yang bermanfaat seperti pesantren Ramadhan, ceramah dan dialog Ramadhan dengan tema-tema yang disusun dengan baik, dll. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, melaksanakan persiapan yang sudah dicanangkan dengan matang pada saat pelaksanaan ibadah Ramadhan sehingga Ramadhan bisa kita hidupkan dengan melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi fiqih maupun nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya dan aktivitas pendukungnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, menindaklanjuti keberhasilan ibadah Ramadhan dengan sikap, prilaku yang lebih islami dan mengembangkan aktivitas keislaman yang lebih baik sesudah Ramadhan berakhir sehingga ibadah Ramadhan memberi bekas dan pengaruh yang positif, tidak hanya bagi individu tapi juga bagi keluarga dan masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konteks kehidupan masyarakat dan bangsa kita yang amat memprihatinkan bila ditinjau dari berbagai aspek, maka Ramadhan tahun ini merupakan momentum yang amat baik untuk memulai langkah-langkah perbaikan kearah yang diridai Allah Swt. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, kita sambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, sebab dengan gembira ibadah yang berat ini akan menjadi terasa ringan, sedang tanpa kegembiraan, ibadah Ramadhan yang memang sebenarnya berat akan terasa lebih berat lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga kita dapat memantapkan keislaman kita masing-masing melalui ibadah Ramadhan tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113048617486894936?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113048617486894936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113048617486894936' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113048617486894936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113048617486894936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/10/kiat-sukses-beribadah-puasa.html' title='Kiat Sukses Beribadah Puasa'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-113046933003953513</id><published>2005-10-28T09:51:00.000+07:00</published><updated>2006-02-09T10:36:45.666+07:00</updated><title type='text'>Persiapan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Ramadan4.0.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Ramadan4.0.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, puji dan syukur selayaknyalah kita panjatkan kepada Allah swt yang begitu menyayangi kita, telah kita nikmati hari pertama ramadhan ini dengan kebahagiaan. Semoga kita diberikan kekuatan untuk kembali melaksanakan shaum ramadhan pada hari hari selanjutnya. &lt;p&gt;Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh rahmah, berkah dan kemuliaan, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya :  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu jahanam ditutup dan setan-setan dibelengu."&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu indahnya bulan ramadhan, sehingga sungguh sayang pabila kita lalui ramadhan kali ini dengan sesuatu yang biasa, mari kita nikmati ramadhan kali ini dengan peningkatan Iman dan Taqwa kita kepada Allah swt. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa hal yang mesti kita persiapkan dalam menikmati jamuan Allah di bulan ramadhan, yaitu :  &lt;/p&gt; &lt;ol&gt; &lt;li&gt;   Persiapan Ilmu  &lt;p&gt;      Ilmu yang mesti persiapkan mencakup minimal dua hal, yaitu : &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;         Ilmu tentang Shaum Ramadhan  &lt;p&gt;            Apa itu shaum, Wajib shaum, syarat sah shaum, rukun shaum, hal-hal yang membatalkan shaum, Sunnah shaum dsb.  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;          Ilmu tentang ibadah-ibadah lain yang mendukung shaum ramadhan yang diantaranya :&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Mengakhirkan Sahur &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menyegerakan Berbuka &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Qiyamullail &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tilawatil Quran &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dzikir dan Do'a &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Memperbanyak Sedekah &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Meninggalkan hal-hal yang haram &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Meninggalkan hal-hal yang mubah dan melalaikan &lt;/li&gt;&lt;li&gt; I'tiqaf di Masjid  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Persiapan fisik dan mental &lt;p&gt; Salah satu syarat wajib berpuasa adalah mampu berpuasa, artinya sehat tidak uzur Oleh sebab itu, kita mesti mempersiapkan fisik kita agar tetap sehat selama berpuasa tetap fit dan segar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Persiapan Perencanaan  &lt;p&gt; Persiapan perencanaan ini diperlukan, selama sebulan ramadhan ini kita akan melakukan apa saja, adakah target yang ingin di raih, sehingga kita mempunyai perencanaan untuk mengisi ramadhan ini dengan semaksimal mungkin. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p&gt;Terakhir, semoga setelah keluar dari kepongpong ramadhan ini, kita akan menjadi manusia dengan derajat muttaqin dengan ahlak yang indah dan mempesona. Wallohu'alam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-113046933003953513?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/113046933003953513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=113046933003953513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113046933003953513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/113046933003953513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/10/persiapan-ramadhan.html' title='Persiapan Ramadhan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112902157478521833</id><published>2005-10-11T15:57:00.000+07:00</published><updated>2005-10-28T14:36:18.020+07:00</updated><title type='text'>Selamat Ber Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/ramadhan_pic.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/ramadhan_pic.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada momentum paling afdhol untuk menyela hari-hari sibuk yang tak karuan juntrungannya melebihi bulan Ramadhan. Sepertinya Allah memang sengaja menyediakan satu bulan (Bulan Ramadan ini) untuk kita. Ia tahu bahwa dalam bulan-bulan lain, kita begitu sibuk dengan urusan dunia yang tak jelas benar untuk apa. &lt;p&gt;Dan atas rahmat-Nya kepada makhluk yang istimewa bernama manusia ini, Ia anugerahkan satu bulan bagi evaluasi diri. Dalam sebelas bulan yang lain, kita seperti kitiran mengejar entah apa. Ke sana kemari dengan semangat penuh, seolah-olah besok pagi kiamat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengusaha begitu ngotot ingin menguasai pasar. Penguasa begitu ngotot ingin menguasai negara. Pegawai begitu ngotot ingin naik pangkat. Eksekutif begitu ngotot mengejar karier. Sopir ngotot mengejar setoran. Yang miskin ngotot kepingin kaya. Yang kaya ngotot kepingin lebih kaya lagi. Pendek kata, hampir setiap orang seperti terkena penyakit lapar yang tak terkenyangkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seandainya tidak ada satu bulan seperti Ramadhan, yang memiliki suasana khasnya sendiri, maka penuhlah 12 bulan suntuk kita sibuk tanpa berkesempatan mengevaluasi kesibukan kita, seolah-olah semua yang kita lakukan selama ini memang sudah seharusnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita tak punya kesempatan untuk menghitung dan memperhitungkan perolehan dan kehilangan kata dalam kehidupan ini. Untunglah ada Ramadhan. Bulan yang apabila kita bisa mencerdasinya dan memfungsikannya secara optimal, bisa diharapkan, setelah itu kualitas kemanusiaan kita akan meningkat. Seperti kita ketahui bulan suci ini memiliki suasana lain dari bulan-bulan yang lain. Tidak hanya jadwal makan, tetapi gaya hidup dan perilaku orang (muslim khususnya) seolah-olah berubah drastis dan total. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka yang biasanya hanya bertemu dengan kalangan terbatas, misalnya, tiba-tiba sering terlihat kumpul-kumpul dengan banyak orang. Pergaulan dalam keluarga pun tampak begitu akrab sebagaimana mestinya. Mereka yang biasa brangasan, tiba-tiba menjadi kalem atau agak kalem. Mereka yang biasanya tak peduli, menjadi sangat atau sedikit ramah. Suasana batini religi terasa begitu kental mewarnai, bahkan terhadap kegiatan duniawi. Padahal, biasanya kebersamaan yang indah ibadah kepada Allah Sang Pencipta yang biasanya lebih terasa sebagai beban, menjadi begitu ringan, kalau tidak nikmat, kita rasakan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walhasil suasana di bulan istimewa ini benar-benar kondusif untuk melakukan upaya-upaya perbaikan diri. Mengingat kembali jati diri kita sebagai manusia, atau bahkan meningkatkan kualitas kemanusiaan kita. Manusia yang tidak hanya terdiri dari daging, tapi juga roh; tidak hanya raga, tapi juga jiwa. Sebelas bulan kita seperti hanya terus dan selalu memanjakan daging, melupakan roh; membangun badan dan tak kunjung menyentuh pembangunan jiwa. Inilah saatnya yang tepat untuk menyempurnakan diri kita sebagai manusia. Siapa tahu, karena intens kita menghidupi dan menghayati kesucian bulan ini, kita dapat menyerap kesudiannya bagi kesucian diri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa tahu, karena penyikapan kita benar terhadap Ramadan yang sering kita sebut sebagai bulan ampunan ini, juga benar dalam mengisi hari-harinya, kita kemudian dapat menyikapi bulan-bulan lainnya secara benar pula. Proporsional melihat diri sendiri. Proporsional melihat kehidupan. Ya, siapa tahu? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Selamat Ber-Ramadhan.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112902157478521833?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112902157478521833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112902157478521833' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112902157478521833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112902157478521833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/10/selamat-ber-ramadhan.html' title='Selamat Ber Ramadhan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112867930278390493</id><published>2005-10-07T16:49:00.000+07:00</published><updated>2005-10-28T15:05:16.440+07:00</updated><title type='text'>Khutbah Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20mramadhan%20bersama%20rasul.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20mramadhan%20bersama%20rasul.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.&lt;/i&gt; &lt;p&gt; Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Sahabat-sahabat bertanya:" Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amirul Mukminin k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?" Jawab Nabi: Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah". &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112867930278390493?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112867930278390493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112867930278390493' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112867930278390493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112867930278390493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/10/khutbah-rasulullah-menyambut-bulan.html' title='Khutbah Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112859165444396069</id><published>2005-10-06T16:36:00.000+07:00</published><updated>2005-10-06T16:40:54.456+07:00</updated><title type='text'>Menyambut Tamu yang Kita Cintai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/thumb%20ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/thumb%20ramadhan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kira-kira apa perasaan Anda, ketika diberitahu bahwa Anda akan segera kedatangan tamu yang akan menginap di rumah Anda untuk beberapa saat? Seneng ataukah sebaliknya, merasa terganggu atau biasa-biasa saja. Jawabannya sih tergantung siapa tamunya. Kalau tamunya biasa-biasa saja, barangkali kita juga biasa-biasa saja. -Padahal kita diperintahkan untuk memuliakan tamu- Tapi coba bayangkan. Jika yang akan mendatangi kita adalah orang-orang yang kita cintai dan kita hormati, misal bapak dan ibu, mertua, guru atau temen dekaaat kita atau orang yang pernah berjasa dalam hidup kita. Gimana coba?    &lt;p&gt;Sudah barang tentu kita akan dengan senang hati menyambutnya. Tak perlu ditanya akan berapa lama mereka di rumah kita. Kita pun akan segera menyiapkan sebuah kamar terbagus untuk mereka. Merapikan dan menghiasnya. Kemudian menyediakan jamuan istimewa untuk mereka. Siap memenuhi segala kebutuhan mereka, siap mengantar mereka kemana pun mereka hendak pergi. Dan bila saat-saat perpisahan itu datang, duh rasanya hati ini khawatir apakah service kita mengecewakan tamu tercinta kita. Dan, . pokoknya sedih dah! &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Demikian halnya, kita saat ini. Kita sedang berada di gerbang seribu bulan. Bulan yang dimuliakan Allah. Bulan yang ibadah wajibnya dilipatkan Allah hingga 70 kali lipat dan ibadah sunnahnya disamakan dengan ibadah wajib di bulan lain. Bulan penuh berkah, rahmat dan pengampunan serta pembebasan dari nafsu dan belenggu syeitan. Bulan yang didalamnya terdapat sebuah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bulan Suci Ramadhan akan mendatangi kita. Pertanyaannya sederhana saja: Apakah kita gembira, bahagia dan senang dengan kedatangan bulan ini? Apakah pertanyaan di atas bukan bid'ah yang diada-adakan. Apakah ada hubungannya kecintaan dan kebahagiaan kita menyambut Ramadhan dengan amalan kita di dalamnya. Kita tak hendak mendiskusikan ini. Karena ada nilai dan pesan normatif yang lebih penting dari itu. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bila kita menjawabnya:Ya, seneng dan gembira. Maka ilustrasi di atas akan membuka cakrawala bagaimana kita menyambut tamu yang kita hormati sekaligus kita cintai. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pertanyaan berikutnya: Apa yang telah kita siapkan untuk menyambutnya. Apa yang kita punyai untuk menyambutnya. Seberapa jauh kita siap dan mempersiapkan keluarga kita untuk menyambutnya? &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pertanyaan berikutnya: Salah satu tujuan puasa Ramadhan adalah tercapainya ketaqwaaan. Kira-kira kita yang sudah berpuasa selama 10-20 tahunan atau lebih kurang. sejak kapan kita merasa telah mencapai target taqwa tersebut. Barangkali kita kesulitan untuk merasa, kapan kita mencapai target taqwa. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pertanyaan sederhana berikutnya: Bagaimana dengan Ramadhan tahun kemarin? Bila jawabannya ternyata belum juga, maka. kita punya kesempatan untuk merealisasikannya tahun ini. Ya. insya Allah kita mampu, asal ada kekuatan azam dan niat yang kuat. Kesempatan untuk mengukir prestasi. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dan bila jawabannya sudah. Maka alangkah sedihnya jika pada tahun ini prestasi kita menurun. Sungguh merugi. Sangat merugi. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; empat golongan dan tipe manusia serta sikap mereka dalam menyambut Bulan Ramadhan: &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;(1) Mukmin yang sungguh-sungguh. Mereka adalah orang-orang yang menganggap bulan ini adalah peluang untuk melejitkan prestasi di hadapan Allah. Maka kita selalu menjumpai orang seperti ini senantiasa merasakan detik-detik Ramadhan sangat berharga. Mereka selalu berada dalam ketaatan. Kalau tidak sedang shalat, baca Al-Qur'an, dzikir, saling menolong dan menasehati, memenuhi kebutuhan saudaranya dsb. Tak ada waktu terlewat kecuali untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;(2) Segolongan orang yang niatnya baik, tapi himmah dan azamnya lemah. Orang ini berniat menargetkan berbuat sesuatu di bulan Ramadhan. Mereka punya tekad berbuat baik. Tapi karena azamnya lemah, maka hanya bertahan pada awal-awal bulan saja. Kemudian mereka tidak merasakan kehadiran tamu ini. Baik hanya di awalnya saja setelah itu ketahuan aslinya. Orang yang biasa-biasa saja. Artinya kedatangan Ramadhan tidak memberi bekas sama sekali. Kalau ibarat tamu, ia dicuekin. Sedih! &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;(3) Orang-orang yang tidak menyukai kedatangan Ramadhan. Karena mereka menganggap Ramadhan sebagai penghalang bagi mereka untuk memuaskan nafsu dan segala keinginan. Mereka dengan terpaksa menerima kedatangan tamu ini tapi sesungguhnya mereka membencinya. Lebih parah dari pada ini. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;(4) Orang yang tidak menghormati sama sekali adanya bulan Ramadhan. Dengan sangat ringan menginjak-injak kesucian dan kehormatannya. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kembali kita tanya diri kita sendiri. Kita berada di bagian mana dari ke empat tipe di atas. Jangan sampai kita berada dalam suatu keadaan sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. "Rugi dan merana lah orang yang menjumpai Ramadhan sedang dosanya belum diampuni". &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sedang para sahabat Rasul saw. Setengah tahun setelah berpisah dengan Ramadhan mereka berdoa: "Ya Allah terimalah puasa dan amalan kami di Bulan Ramadhan". Setengah tahun berikutnya mereka berdoa: "Ya Allah smapaikan -umur- kami hingga kami menjumpai Ramadhan". Ya, karena mereka tahu penting dan berharganya Ramadhan karenanya berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan. Karena mereka sangat mencintai Ramadhan. Gembira ketika tamu Agung itu datang. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagaimanakah kita? Tak perlu kita jawab sekarang. Masih ada waktu untuk merenungkannya dengan diri kita. Bersegeralah sebelum kita menyesal! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112859165444396069?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112859165444396069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112859165444396069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112859165444396069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112859165444396069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/10/menyambut-tamu-yang-kita-cintai.html' title='Menyambut Tamu yang Kita Cintai'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112850739581745576</id><published>2005-10-05T17:05:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T17:23:49.616+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/ramadhan_picture.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/ramadhan_picture.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana juga pernah di wajibkan atas ummat-ummat sebelum kamu semua itu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku Kaum Muslimin dan Muslimat yang di Rahmati Allah, &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sering sekali kita menyatakan "Marhaban ya Ramadhan" (Selamat Datang wahai bulan yang penuh Rahmat). &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; baiknya kita saling mengingatkan apa itu makna kata "Marhaban", agar kita semakin memahami apa yang akan kita ucapkan dan lakukan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Marhaban", berasal dari akar kata "rahiba" yang artinya "selamat datang". "Welcome, bahasa langitnya".&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kata "marhaban" ini, juga berarti "kelapangan”, jadi tamu yang kita sambut penuh dengan kelapangan hati. Kata ini tidak sama dengan ahlah sa sahlan, yang berrati sama juga "selamat datang". Maknanya lebih luas. Oleh sebab itu dalam menyambut bulan puasa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ramadhan sering di sebut marhaban, bukan ahlan wa sahlan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sementara kata "Ramadhan". berasal dari kata "Ar Ramdu", yang artinya "kegoncangan", jadi di bulan ini penuh cobaan dan goncangan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mengapa bulan ini dinamakan bulan ramadhan ?&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Orang Arab zaman dahulu kala, sebelum ada nama-nama bulan Islam (hijriyyah seperti sekarang ini), mereka juga punya nama, seperti nadir, dan sebagainya itu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Namun tatkala Islam datang, maka mulailah di sesuaikan nama bulan tersebut dengan kondisi yang ada. Seperti Dzul Qa'edah, yang artinya (duduk), maksudnya pada bulan itu, kala itu orang Arab tidak melakukan peperangan, atau tidak di bolehkan berperang, maka di sebutlah bulan yang sesuai dengan kondisinya yaitu "Dzul Qaedah". &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Begitupun Dzul hijjah (bulan untuk berhaji), dan sebagainya, maka termasuklah bulan Ramadhan ini, dimana kala itu cuaca sangatlah panasnya, penuh ke goncangan, maka disebutlah bulan itu dengan Ramadhan (goncang).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jadi pada bulan inilah muslimin menghadapi kegoncangan, ujian nan tiada taranya, yang jarang kita rasakan di hari-hari biasa. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kita bukan sekedar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi nafsu, baik itu amarah, sexualitas, yang tidak di perbolehkan hubungan intim di siang harinya. Menahan diri dari segala macam hal yang dapat merusak pahala puasa itu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di dalam bulan Ramadhan ini, ada sebuah hadist menyatakan bahwa bulan itu, dimana pintu syurga di buka, di tutup pintu neraka, di belenggu syetan-syetan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bermacam penafsiran ulama dalam hal ini. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menafsirkan secara letter, seperti Al Qurthubi di dalam bukunya tafsir Al ahkam.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memang di bulan ramadhan itu benar-benar di buka pintu syurga, di tutup pintu neraka, dan dibelenggu syetan-syetan. Lantas mengapa sampai ada juga yang sampai berbuat maksiat di bulan ini ? &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena jelas, orang itu sendiri yang membuka buhulnya. Bukankah ia hanya sekedar di ikat.bayangkan saja kalau benda di ikat, atau mayat d ikat, masih bisa terbuka kembali bukan? Jadi ia hanya sekedar mengurangi, bukan menghilangkan sama sekali, yang mana sewaktu-waktu bisa terbuka kembali, tergantung si empunya barang tersebut.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lagi yang menafsirkannya dalam "majazi" (kiasan), maksudnya, pintu syurga itu terbuka untuk kita beramal sebanyak-banyaknya, karena bulan ramadhan amal ibadah d lipat gandakan. Dimana pintu neraka tertutup, karena kita menahan diri dari hal-hal yang terlarang, kecil kemungkinan pintu neraka itu terbuka.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau pintu neraka sudah tertutup, tentu syetan-syetan pun terbelenggu. Alias tidak dapat berbuat apa-apa.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Penafsiran ketiga adalah penafsiran dari Syeikh Mutawalli As Sya'rawi Ra, yang meninggal kalau saya tidak salah tahun 1998 kemaren, ulama kontemporer, yang banyak menerbitkan buku-buku, dimana berpendapat: yang di maksudkan hadist di atas adalah "kalimat tersebut merupakan suatu berita, yang berisikan perintah".&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Maksudnya, jadikanlah oleh kamu wahai ummat yang beriman, agar pintu syurga terbuka, dengan amalan ibadah kamu, dan tertutupnya pintu neraka, karena kamu menjauhkan perbuatan maksiat, belenggulah oleh kamu Syetan itu dengan amal ibadah dan dzikir pada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Itulah penafsiran tentang hadist diatas, yang mana menurut hemat penulis, tujuannya sama saja, jadi boleh di pakai yang mana saja. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mungkin dalam hal penyambutan bulan ramadhan ini dapat kita beri contoh Illustrasi didalam sikap seseorang menyambut bulan suci ini, dengan seseorang yang akan menerima tamunya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; diantara kita yang bersikap :&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;1). Biasa-biasa saja menghadapi tamu yang akan datang itu. Karena kita menganggap tamu tersebut tidak begitu penting artinya buat kita.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;2). &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sikap kita Gembira sekali menerima tamu kita tersebut, karena tamu itu sudah lama kita nanti-nantikan, dan yang sangat kita harapkan seumpama seorang wanita akan menerima calon pasangan dan mertuanya yang akan datang melamarnya. Hati kala itu deg-deg &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, plus kembang kempis nafas. Takut-takut kalau nantik penampilan dihadapan mertuanya nggak bagus, atau sikapnya yang nggak beres, serta pelayanannya baik itu rumah yang kotor, atau makanan yang kurang enak.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;3). Menghadapi tamu tersebut dengan sikap kebencian. Perasaan kita bawaannya kesal saja, kalau tamu itu yang datang. Jangankan untuk bersih-bersih rumah, dan menyiapkan makanan, tak jarang pula kita berusaha mengelak dengan memberikan beribu alasan bahwa kita tidak sedang di rumah, lagi sibuk, atau segala macam alasan yang dibuat-buat lainnya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Semua ini berdasarkan pada hal-hal sebagai berikut : &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;A). Tamu yang datang itu apakah berbobot bagi kita apa tidak, pentingkah atau tidak penting. Lihatlah bagaimana Gubernur menyambut Presiden yang akan dating kedaerahnya, segala jalan-jalan umum pun tak jarang harus di tutup. Karena yang akan datang adalah seorang presiden yang cukup penting dalam kariernya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;B). Kondisi kita. Kalau keadaan kita lagi sibuk, meskipun sesibuk apa, kalau yang datang itu adalah tamu yang cukup penting bagi kita, bisa jadi kita akan men cancel semua program-program lainnya, atau menguranginya. Misalkan kita ada janji dengan seseorang, atau ada rapat dan pertemuan dengan karyawan, tapi dikarenakan akan datang kerumah kita tamu maha penting, maka kita men cancel rapat, janji dan pertemuan itu, demi untuk mempersiapkan dan menyambut serta melayani tamu yang sangat kita harapkan kedatangannya itu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Apa yang harus kita lakukan dalam penyambutan tamu tersebut ??&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pertama : Kita Warning Up. ( Pemanasan )&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pada bulan ramadhan itu,sebelum masuknya bulan ramadha, kita akan pemanasan dulu, yaitu dengan puasa Sya'ban sesekali.Serta meminta maaf dan memaafkan semua orang tanpa terkecuali.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kedua :Bersih-bersih.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Biasanya kalau menyambut tamu yang akan datang, kita bersih-bersih rumah dulu, kalau sudah bersih lebih di rapikan lagi. dan dibersihkan lagi. begitupun pada penyambutan bulan suci ini, kita bersihkan semua penyakit yang ada di hati kita. Hati kalau tidak bersih maka,meskipun tamu itu datang ke rumah kita, InsyaAllah,ia tidak akan merasakan kedamaian dan ketenangan di dalam jiwa kita, tamu tersebut serasa ingin cepat saja keluar dari rumahnya.karena apa? Karena bagaimanapun sang tamu akan merasakan bagaimana sang pemilik hati rumah itu. Semua hutang-hutang hendaklah dibayar&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketiga : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Membuat Planning ( perencanaan ).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Membuat kerangka apa yang harus dilakukan dan di persiapkan.Kemana tamu tersebut akan dibawa, apa yang harus kita siapkan untuknya, makanan apa yang harus di beli dan dimasak, serta lain sebagainya itu. Begitupun dengan menyambut bulan suci ini. Kita&lt;br /&gt;planningkan apa kegiatan di bulan ini yang harus kita lakukan. Apakah sama saja kegiatan kita pada hari biasanya, atau bulan ini berbeda dari bulan-bulan yang lain, itu semua tergantung kita merencanakannya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Target-target seperti berapa surah kita harus baca nantiknya, serta berapa kali kita khataman Qur'an di bulan ramadhan. Sunnah apa yang akan kita kerjakan, serta infaq sebanyak apa yang akan kita berikan pada faqir miskin, dan kaum yang membutuhkan. Juga sikap ketenangan dan kesabaran bagaimana yang harus kita siapkan,semua itu hendaknya direncanakan dari awal. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Keempat : Evaluasi.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setiap hari kita mengevaluasi diri kita.Kita tanyakan dalam hati , apakah penyambutan kita terhadap tamu tadi sudah baik dan puas kita merasakannya apa belum.begitupun dengan bulan Ramadhan, setiap hari hendaklah kita mengevaluasi diri.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;(Guru yang baik,selalu menguji dan mengevaluasi murid-muridnya baik sebelum masuk pelajaran baru, ataupun setelah di terangkan pelajaran yang baru diajarkan).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Begitupun dengan Muslim yang baik, selalu mengevaluasi dirinya, sepanjang hari , apalagi disaat bulan ramadhan ini. Inilah masa dan waktunya untuk banyak merenungkan dan mengintropeksi diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kita Tanya diri kita,berapa kali kita menghadapi bulan ramaddhan,apakah bulan-bulan yang berlalu, akan sama juga kwalitasnya dengan bulan sekarang ?.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Apakah kita rela, puasa kita akan sama dengan puasa yang berlalu itu ? Rasulullah SAW bersabda " Menyesal ,menyesal,menyesal dan merugilah bagi orang yang berpuasa,yang mana ia dapatkan dari puasanya itu Allah tidak mengampuni dosa-dosanya,dan betapa banyak dari orang yang berpuasa itu yang ia dapatkan tidak lain dan tidak bukan kecuali lapar dan dahaga saja ". (Naudzubilahi mindzalik). &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kelima : Service kita terhadap tamu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam menghadapi tamu,biasanya kita memikirkan service apa yang akan kita persiapkan untuknya. Begitupun pada bulan ramadhan ini, kita persiapkan service kita sebaik-baiknya. Dalam hal ini kita dilarang kikir, pelit.Kita harus siap berkorban material, kita harus siap menyediakan duit untuk menservice tamu dan bulan ramadhan itu. Jangan sungkan-sungkan,untuk bersedeqah di bulan ini, ingatlah pahala di bulan puasa ini berlipat ganda,sampai 70 kali lipat banyaknya.Seperti yang saya sampaikan sebelumnya,puasa Ramadhan adalah bulan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Discount besar-besaran.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika kita berpisah, tamu tersebut terharu , dan sedih kala berpisah dengan kita, sampai di rumahnya, ia akan kenang selalu penyambutan kita itu. Begitupun tatkala Ramadhan, kita sering menangis berpisah dengannya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Diriwayatkan " para Malaikat di akhir bulan Ramadhan menangis,karena akan pergi lagi bulan dimana saat itu Allah menurunkan rahmat,pengampunan,serta pembakaran dosa-dosa. Dan Para Sahabatpun zaman dulu sering menangis saat berpisah di bulan ramadhan ini. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bagaimana menyambut bulan puasa ini dapat kita ilustrasikan seperti bagaimana kita mengisi botol yang kosong.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bila kita ingin mengisi botol, hendaklah terlebih dahulu kita kosongkan air di dalamnya, dan jangan ada goyang-goyang (botol yang goyang, alias hati kita goncang dan ragu, tidak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; mungkin kita dapat mengisi botol dengan baik).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bersihkan sebersih-bersihnya dulu botol tersebut, lantas isilah dengan tenang, buka tutupnya (mana mungkin botol diisi kalau tutupnya ada, atau ia tertutup).&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Buka tutupnya, maksudnya buka pintu hati kita, untuk siap menerima isinya.jangan sampai hati kita tertutup.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bersihkan hati, lunasi segala hutang-hutang, minta maaf atas kesalahan, ziarah, silaturrahmi pada saudara, tetangga.jangan sampai ada sedikitpun rasa kebencian, iri, sak wasangka buruk,atau kemarahan, apalagi dendam di hati kita , bila memang kita benar-benar isi botol itu jernih kelaknya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sepanjang masih ada warna-warni bekas-bekas kotorang di botol itu, sepanjang itu pula, ia akan tetap kelihatan kotor alias tidak jernih. Maka jernihkan isi botol itu dulu, cuci ia sebersih-bersihnya dari segala macam penyakit hati.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lantas setelah bersih, isilah botol dengan tenang, bukan goyang, buka pintu hati kita.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Demikian dulu sekedar penyambutan dan hadiah saya buat seluruh Ummat Muslimin dimanapun berada. Sebahagian tulisan ini sudah pernah di postingkan, hanya ada penambahan saja. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di sisni saya pribadi beserta seluruh keluarga memohon maaf atas segala kesalahan, baik yang terang-terangan, ataupun tersembunyi, disengaja, ataupun tidak disengaja.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112850739581745576?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112850739581745576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112850739581745576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112850739581745576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112850739581745576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/10/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112773245291303247</id><published>2005-09-26T17:49:00.000+07:00</published><updated>2005-09-27T16:42:59.340+07:00</updated><title type='text'>Jangan Hidup Seperti Burung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/jalak-burung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/jalak-burung.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam al-Qur'an terdapat kisah yang sangat menarik untuk dijadikan uswah. Di mana ada seorang ibu yang bercita-cita ingin menjadikan anaknya seorang hamba yang shalih. Hamba yang akan menegakkan agama Allah di permukaan bumi. &lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kisah itu tertuang pada surah Ali 'Imran 35: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia tidak menginginkan anaknya menjadi seorang yang punya gelar kesarjanaan, jabatan dan kedudukan yang terhormat. Dia tidak menginginkan sesuatu yang sifatnya keduniawian yang hanya berkisar pada pemenuhan kebutuhan perut, syahwat dan tempat tinggal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mencari nafkah memang perlu, bahkan wajib. Demikian juga mencari tempat tinggal, juga perlu. Akan tetapi hidup yang dikaruniakan Allah ini, bukan hanya untuk mencari makan, lalu menikah dan beranak pinak saja. Setelah anaknya dewasa disuruhlah mereka mencari nafkah sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika hidup hanya seperti ini, sama dengan hidupnya burung. Pagi-pagi sudah bertebaran mencari makanan, kembali ke sarang perutnya sudah kenyang. Anak-anaknya yang masih kecil-kecil di dalam sarang dikasih makanan yang dibawanya. Malamnya kumpul kembali sekeluarga di sarang. Pekerjaan ini terus berlangsung setiap hari sampai anaknya bisa mencari makan sendiri. Burung-burung yang telah dewasa mengerjakan pula rutinitas seperti seniornya. Mencari makan, kawin, bikin rumah dan membesarkan anak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bila gelar, pangkat dan kedudukan yang tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan perut dan di bawah perut, tentulah hidupnya berada pada derajat yang rendah. Tidak ada cita-cita lain dalam hidupnya kecuali untuk itu. Bekerja untuk mencari makan. Makan untuk bekerja. Berputar terus dari itu ke itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal tugas manusia bukan untuk itu. Tugas manusia adalah menjadi khalifah, wakil Allah di muka bumi. Sebagai wakil Allah, haruslah ia berusaha menjalankan aturan-aturan Allah di permukaan bumi. Menegakkan kalimah-Nya dan memenangkan agama-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika hidup hanya unutk mencari makan saja, cecak pun bisa. Dia yang hanya menempel di dinding dan tidak bisa terbang, tapi tetap bisa hidup dengan memakan hewan-hewan yang punya sayap. Dia hanya menunggu nyamuk-nyamuk yang kekenyangan hinggap di dinding, sehingga dapat menangkapnya dengan mudah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lihatlah istri 'Imran, dia hanya mencita-citakan anaknya menjadi anak yang shalih dan berkhidmat di Baitul Maqdis. Dia tidak mencita-citakan anaknya mendapatkan pangkat, kedudukan, kekayaan dan lain sebagainya yang sifatnya hanya duniawi semata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adakah di zaman sekarang ini seorang ibu yang mempunyai cita-cita seperti itu? Rasanya hanya sedikit orang saja yang mempunyai cita-cita seperti itu. Pastilah kita dapati kebanyakan ibu-ibu menghendaki anaknya mempunyai status sosial yang tinggi. Punya gelar, kedudukan, pangkat, jabatan, atau menjadi orang kaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cita-cita yang dimiliki istri 'Imran ini memang langka dan aneh menurut ukuran dan pola pandang orang sekarang. Tapi itulah cita-cita yang akan membedakan kedudukan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia mulia karena fungsi kekhalifahannya didayagunakan. Yakni menegakkan kalimah tauhid di belahan bumi manapun. Itulah tugas utama seorang hamba. Dari tingkat rasul sampai kepada tingkat kita sebagai manusia biasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sang ibu bila mempunyai cita-cita yang mulia ini, janganlah lupa bila telah terlahir seorang anak, maka cepat-cepatlah meminta pertolongan, perlindungan dan pemeliharaan Allah dari syetan yang terkutuk. Syetan tidak akan tinggal diam membiarkan anak tersebut mencapai cita-citanya. Pastilah dia akan menggoda, merayu dan membisikkan bisikannya yang penuh tipu daya agar anak tersebut langkah-langkahnya menyimpang dan tersesat. Syetan akan berusaha menggelincirkannya pada jalan yang menjerumuskannya pada kemungkaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah perlunya meminta pertolongan dan perlindungan Allah. Jika Allah telah melindunginya pastilah dia akan terpelihara dari godaan syetan yang akan menyesatkannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akan tetapi cita-cita yang luhur, agung dan mulia saja belum cukup untuk mendapatkan anak yang diidam-idamkan itu. Masih ada perangkat lain yang menunjang tercapainya tujuan ini. Yakni pendidikan dan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maryam -anak keluarga 'Imran- menjadi hamba yang shalihah dan taat berkat adanya didikan dan lingkungan yang mengantarkannya. Dia dididik oleh manusia pilihan Allah, Nabi Zakaria. Maryam dididiknya dengan baik dan pemeliharaan yang penuh kasih sayang. Tumbuhlah Maryam menjadi seorang manusia yang suci. Manusia yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jelaslah di sini bahwa untuk mewujudkan cita-cita itu perlu pendidikan, lingkungan dan suasana yang mendukung. Keinginan untuk menjadikan anak yang shalih harus didukung faktor-faktor tersebut. Tanpa itu, jangan harap bisa menjadi kenyataan. Berat untuk mewujudkan kalau anak-anak kita dididik dengan pendidikan yang jauh dari norma-norma agama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendidikan yang berkiblat ke Barat yang sekuler, adalah pendidikan yang membentuk kepribadian anak menjadi materialistis dan hedonis. Ditambah lagi dengan lingkungan yang bisa menyeret pada tindak kelakuan menyimpang dari fitrah kemanusiaan. Yang hanya menumbuhkembangkan dominasi nafsu dan mematikan peran serta ruh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Langkah-langkah yang dipakai atau digunakan untuk membentuk anak yang shalih dan mempunyai cita-cita menegakkan kalimah Allah adalah dengan memasukkan anak-anak kita pada tempat yang telah dikondisikan untuk itu. Di tempat yang sudah menyiapkan perangkat-perangkat yang memprogram proses penumbuhan cita-cita mulia ini. Lingkungan dan pendidikan yang bisa menjabarkan tentang tugas dan kewajiban seorang hamba yang diciptakan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa perlunya Allah menciptakan manusia? Dan apa peranannya di muka bumi? Apakah hanya untuk makan, kawin dan bikin pondokan? Perlu sekali kita sebagai seorang muslim untuk mengetahui itu semua. Apalah artinya kita hidup di dunia ini bila tidak mengetahui peran dan fungsi kita. Tidak ada nilai lebih yang kita dapati, bila dalam kehidupan ini tidak mengetahui arah dan tujuannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mencari tempat atau lingkungan seperti itu di zaman sekarang ini memang cukuplah sulit. Lingkungan yang ditata secara alamiah, ilmiah dan Islamiah. Lingkungan yang menumbuhkembangkan ghirah keislaman dan pendayagunaan peranan manusia sebagai seorang khalifah. Seseorang yang menjadi pesuruh-pesuruh Allah dalam menerapkan aturan-aturan-Nya, ayat-ayat-Nya atau ketentuan-ketentuan-Nya di permukaan bumi. Seseorang yang akan berjuang terus selama kalimah la ilaha illallah belum bisa ditegakkan. Selama syariat-syariat Allah belum dijalankan. Dan selama firman-firman Allah belum diterapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesulitan untuk mencari tempat seperti ini janganlah menjadikan kita berputus asa. Insya Allah bila kita telah mencita-citakan untuk li i'laikalimatillah yang mulia dan berusaha untuk terus mencari, pastilah Allah akan mengantarkan kita pada tempat yang diidamkan. Allah SWT akan mengantarkan dan menunjuki jalan kepada hamba-Nya yang selalu mencari kebenaran. Hidayah Allah akan diberikan kepada makhluk yang Dia kehendaki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sungguh agung cita-cita ini. Tiada lagi cita-cita yang bisa mengantarkan kemuliaan kecuali cita-cita menegakkan kalimah Allah. Berbahagialah hamba-hamba Allah yang berkeinginan mendapatkan derajat kemanusiaan yang tertinggi dan terhormat. Cita-cita yang akan mendapatkan imbalan dari Allah berupa kenikmatan yang tiada taranya, yakni jannah. Kenikmatan yang belum pernah terlintas pada pendengaran, penglihatan, dan hati. Hidup kekal selamanya dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112773245291303247?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112773245291303247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112773245291303247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112773245291303247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112773245291303247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/09/jangan-hidup-seperti-burung.html' title='Jangan Hidup Seperti Burung'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112721572416546913</id><published>2005-09-20T18:27:00.000+07:00</published><updated>2005-09-20T18:50:31.223+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Madu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Resize%20of%20Lebah%20Madu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Resize%20of%20Lebah%20Madu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;...Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkannya.&lt;/i&gt;'' (QS An Nahl [16]:69) Alam dan isinya memberikan pelajaran hidup bagi manusia. Ia mampu memberikan inspirasi. Bagaimana seharusnya manusia berhubungan dengan manusia lainnya. Dan bagaimana pula manusia mesti berlaku untuk manusia lainnya. Jika kita menelisik koloni lebah madu, mereka mampu memberikan contoh yang baik bagi manusia. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;p&gt;Mereka memperlihatkan kombinasi perilaku individual serta kerjasama sosial yang menakjubkan. Tak ada yang saling memangsa seperti yang beralaku dalam hukum rimba. Dan jika kemudian menilik ke sarang lebah, kita dapat menemukan jawaban mengapa sejak awal lebah madu telah memesona manusia, untuk melakukan observasi terhadapnya. Sarang lebah, memiliki infrastruktur yang sempurna dan fungsional, terbentuk dari jalinan zat lendir yang berasal dari tubuh mereka. Sarang itu, juga dikonstruksi menjadi sebuah rangkaian sel heksagonal yang sangat sempurna. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlihat begitu indahnya sarang yang merek buat secara gotong royong itu. Seperti diketahui, bahwa sarang ini menjadi tempat bermulanya aktivitas koloni lebah madu. Baik sebagai media pemeliharaan larva maupun pusat pesan, bagi setiap anggota koloni dalam menjalankan tugasnya. Pada tingkat individual, lebah madu terbagi menjadi tiga jenis anggota koloni. Mereka adalah ratu, lebah jantan serta lebah pekerja. Semuanya memiliki tugasnya masing-masing. Dan saling mendukung satu sama lain. Dalam sebuah koloni lebah madu, ratu lebah diperlakukan secara istimewa. Ia mendapatkan pasokan makanan yang berlimpah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tujuannya, agar ia mampu menjalankan tugas krusial dalam koloni tersebut, yaitu    menghasilkan &lt;i&gt;pheromone&lt;/i&gt;, sinyal kimiawi bagi para lebah pekerja yang mengendalikan perilaku mereka. Sang ratu juga memiliki tugas untuk menciptakan 'perekat sosial' yang mengikat semua lebah untuk hidup dalam kebersamaan. Maka menjelmalah sebuah struktur masyrakat lebah yang terorganisasi dengan baik. Mereka menggunakan 'tarian' untuk saling mengkomunikasikan di mana letak sumber-sumber makanan yang mereka perlukan. Tak nampak satu pun dari mereka yang mengunggulkan diri dan egois. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semuanya berada dalam kebersamaan dan kedamaian. Kekaguman kita tentu tak hanya berhenti pada terciptanya hubungan dalam komunitas mereka yang mengagumkan. Namun juga pada produk yang mereka hasilkan, yaitu madu. Madu merupakan cairan mujarab, yang dihasilan lebah dari saripati beragam tanaman. Dan madu telah mendapatkan tempat yang istimewa dalam sejarah pengobatan tradisional. Orang-orang Mesir, Assyria, Cina, Yunani dan Romawi kuno memanfaatkan madu untuk menyembuhkan luka dan beragam penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Baik dalam hadits Nabi Muhammad maupun kitab suci Alquran, juga memberikan keterangan akan khasiat madu yang menyembuhkan ini. Dalam surat An Nahl (lebah) ayat 68-69 Allah Swt menyatakan: ''Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:''Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia''...Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi mereka yang memikirkan''. Kemudian Rasulullah Muhammad juga menegaskan khasiat madu tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari: ''Madu adalah penyembuh bagi semua jenis sakit dan Alquran adalah penyembuh bagi semua kekusutan pikiran (sakit pikiran). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka aku sarankan bagimu kedua penyembuh tersebut, Alquran dan madu.'' Para ilmuwan, akhir-akhir ini juga tergerak hatinya untuk melakukan penelitian secara mendalam akan khasiat madu secara ilmiah. Mereka membuktikan bahwa ternyata madu mamang memiliki efek yang menguntungkan pada kondisi medis tertentu. Pertama, madu dapat digunakan sebagai zat anti bakteri dan jamur. Karena madu ternyata dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti &lt;i&gt;Staphylococcus aureus&lt;/i&gt;, patogen    tertentu, serta fungi atau jamur, semisal &lt;i&gt;Candida albicans&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan konsentrasi 30-50 persen, madu mampu memperlihatkan khasiatnya sebagai antibiotik konvensional untuk infeksi saluran kencing. Kedua, madu digunakan sebagai antimencret. Dengan konsentrasi hingga 40 persen, madu memberikan efek bakterial yang akan menghambat laju sejumlah bakteri yang menyebabkan mencret serta disentri, seperti &lt;i&gt;Salmonella, Shigella&lt;/i&gt;, enteropatogenik &lt;i&gt;E coli&lt;/i&gt;,    dan &lt;i&gt;Vibrio cholera&lt;/i&gt;. Dalam sebuah studi, madu dengan cairan rehidrasi oral mampu mengurangi durasi bakteri baik pada anak-anak maupun bayi yang menderita mencret. Ketiga, madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka dan anti-&lt;i&gt;inflammatory&lt;/i&gt;    (luka bakar). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madu memiliki arti penting dalam menyembuhkan luka bakar, infeksi bekas operasi. Ia sangat liat, sehigga mampu menyerap air yang berada di sekitar jaringan kulit yang terbakar. Kita bisa merujuk pada sebuah studi yang dilakukan di Afrika Barat. Dalam studi itu, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani &lt;i&gt;vulvectomy&lt;/i&gt; (operasi pada vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan menggunakan madu. Penggunaan madu juga disarankan untuk mengurangi tajamnya bau yang diakibatkan borok pada orang yang berpenyakit kusta. Keempat, madu dapat digunakan sebagai zat antitusif dan ekspektoran. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madu yang diandalkan sebagai obat batuk ini terkait dengan kemampuannya untuk mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Kelima, madu sebagai sumber nutrisi. Madu yang tak terkontaminasi sangat sehat, makanan yang alami, dan mengandung banyak energi. Karena mengandung karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, serta mengandung 11 gram karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C. Madu kini telah tersedia secara luas di kalangan masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski khasiat madu belum sepenuhnya diketahui masyarakat secara luas. Dan kalangan ilmuwan juga dituntut untuk melakukan penelaahan mendalam mengenai khasiat madu dan mampu menggunakannya dalam cakupan yang lebih luas. Keajaiban madu telah diungkapkan dalam dalam Alquran maupun sunah secara indah, 14 abad lalu. Penjelasan kedua rujukan suci mengenai madu ini, juga telah merambah dunia sains modern yang telah menerima dan melakukan penelahaan lebih mendalam atas penggunaan madu. Alquran memang bukan sekadar tuntunan hidup, tapi juga sumber ilmu pengetahuan. &lt;/p&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112721572416546913?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112721572416546913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112721572416546913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112721572416546913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112721572416546913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/09/keajaiban-madu.html' title='Keajaiban Madu'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112721151907802027</id><published>2005-09-20T17:13:00.000+07:00</published><updated>2005-09-20T17:19:11.426+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Lebah Madu</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.harunyahya.com/indo/images/artikel006-03.jpg" align="left" height="108" hspace="12" width="176" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="ayetler"&gt;Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. (QS. An-Nahl, 16:68)&lt;/span&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p&gt; &lt;img src="http://www.harunyahya.com/indo/images/artikel006-05.jpg" shapes="_x0000_s1027" align="right" height="115" hspace="12" width="131" /&gt;              &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat. Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.&lt;/p&gt;         &lt;p style=""&gt;       &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt; &lt;img src="http://www.harunyahya.com/indo/images/artikel006-07.jpg" align="left" height="182" hspace="12" width="175" /&gt;              &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur'an:&lt;/p&gt;         &lt;p style=""&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16: 69) &lt;/b&gt;             &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?&lt;/p&gt;         &lt;p style=""&gt;       &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali. Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya&lt;/p&gt;          &lt;p class="ayetler"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112721151907802027?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112721151907802027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112721151907802027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112721151907802027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112721151907802027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/09/keajaiban-lebah-madu.html' title='Keajaiban Lebah Madu'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-112712578953590903</id><published>2005-09-19T17:08:00.000+07:00</published><updated>2005-09-20T08:29:52.193+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Pada Semut (Makan dan Berburu)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/Semut2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/Semut2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="content"&gt;Setiap makhluk hidup menggunakan cara yang berbeda untuk memuaskan kebutuhan pangannya. Bab ini membahas taktik semut ketika mencari makanan, cara komunikasi mereka, dan persaingan dalam mendapatkan makanan. Semua taktik yang digunakan seekor serangga kecil dalam mendapatkan makanan ini menunjukkan kebesaran, keagungan, dan kekuasaan Allah Yang Maha Mengetahui, yang telah menciptakan makhluk ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content"&gt;Bagaimana “keluarga” yang beranggota ratusan ribu memperoleh makanan? Satu hal yang paling penting bagi kelangsungan hidup koloni adalah kemampuannya memecahkan masalah makanan. Setiap semut dalam koloni memiliki kewajibannya masing-masing. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Sebagaimana aspek kehidupan mereka yang lain, semut bekerja secara sistematis dalam menyelesaikan masalah pangan. Semut pekerja tua ditugaskan sebagai penjelajah yang mensurvei tanah di sekitar sarang untuk mendapatkan sumber makanan bagi koloni yang populasinya mencapai ratusan ribu (bahkan terkadang jutaan). Ketika para penjelajah menemukan sumber makanan, mereka mengumpulkan teman-teman sesarang di sekitar makanan. Jumlah semut yang berkumpul bergantung pada besar dan kualitas sumber pangan ini. Semut menyelesaikan masalah makanan dengan jaringan komunikasi yang sangat kuat dan juga dengan kemurahan hati mereka; semut tidak pernah berkata “Hanya aku”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;b&gt; Semut yang Saling Memberi Makan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Semut dari spesies yang berlainan berusaha tidak saling bertemu selagi mencari makanan. Setiap spesies mencari jalan masing-masing untuk mencapai sumber makanan. Jika semut tidak sengaja memasuki wilayah kekuasaan koloni lain, perang pun terjadi. Dalam situasi seperti ini, semut penjelajah segera kembali ke sarangnya dan menutup pintu masuknya, sedangkan seluruh anggota koloni berkumpul dan bersama-sama melindungi koloni dari bahaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Jadi, bagaimana semut makan selama pertempuran, padahal mereka tidak sempat mencari makanan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Pada saat ini, muncullah keistimewaan semut yang tidak ada pada makhluk hidup lainnya. Selama mereka tidak dapat mencari makanan, semua anggota koloni memakan cadangan makanan yang tersimpan dalam tembolok semut pekerja muda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Sebenarnya, teknik pembagian makanan ini dilakukan tidak hanya pada saat-saat tertentu, tetapi sepanjang hidup mereka. Semut tidak hanya membawa butiran makanan di dalam tubuhnya, tetapi juga saling memberi makan dari mulut ke mulut. Ketika semut pemburu pulang membawa makanan cair, ia menggelengkan kepalanya ke kanan-kiri untuk menarik perhatian kawan-kawannya atau langsung menghampiri mereka dan menunjukkan butiran makanan di mulutnya.84 Makanan cair dipompa dari tembolok sehingga pembagian makanan berlangsung cepat. Pertukaran makanan ini merupakan contoh berbagi yang luar biasa. Sekam dan biji-bijian yang dibawa ke sarang juga dimakan semua semut bersama-sama. Oleh karena itu, kebutuhan makanan seluruh koloni dapat dipenuhi tanpa masalah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Sistem ini menjadi bukti yang tidak dapat disanggah akan keberadaan sosok “perancang yang agung”. Tidak mungkin sistem penyimpanan yang begitu rumit dan membutuhkan pengorbanan besar ini dapat terbentuk tanpa direncanakan. Selain itu, setiap semut yang lahir mengetahui sistem ini. Oleh karena itu, keharusan membagi makanan pastilah telah diketahui semut sebelum ia menetas, bukan dipelajari sesudahnya. Semut tidak saja diilhami dengan rasa rela berkorban, tapi juga dianugerahi dengan struktur tubuh yang sesuai, sehingga ia dapat membagi makanan yang sudah disimpannya di dalam tembolok. Sebuah “kebetulan” tentunya tidak mungkin menjadi penyebab fenomena ini, melihat tingginya pengorbanan diri yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Sebagaimana ditekankan berulang kali dalam buku ini, teori evolusi senantiasa menggambarkan bahwa semua makhluk hidup bersaing dan berjuang mempertahankan hidupnya. Oleh karenanya, teori ini sangat sulit menjelaskan contoh pengorbanan yang dilakukan spesies semut. Semut hidup dalam sistem yang membuat mereka saling berbagi makanan. Ini membuktikan bahwa tingkah laku mereka berbeda dengan apa yang disodorkan teori evolusi. Semut tidak “bertempur” demi keselamatan dirinya, tetapi menjalankan tugas yang diberikan kepadanya (sebagaimana dikatakan dalam Al Quran, “diilhamkan kepada mereka”), sehingga dapat mengubah koloninya yang beranggotakan ratusan ribu atau bahkan jutaan semut menjadi masyarakat sejati. Dalam Al Quran surat An-Nahl, Allah menggambarkan Dia memberi ”wahyu” kepada hewan, sehingga hewan menjalankan kewajiban sesuai perintah-Nya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Surat An-Nahl:68-69) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Tentu saja, tidak semua tugas hewan tertulis dalam Al Quran. Lebah madu hanyalah salah satu contoh. Bila kita memperhatikan semut, dapat kita lihat bahwa hewan kecil ini bertindak sesuai tugas yang diilhamkan kepadanya seperti lebah madu, yang juga murah hati, sosial, dan setia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;b&gt; Membawa Makanan dengan Teknik yang Rasional&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Semua spesies semut, yang jumlahnya mencapai kira-kira 8800 spesies, mencari makanan dan membawanya pulang dengan cara yang berbeda-beda. Dalam spesies-spesies tertentu, semut berburu sendirian dan membawa pulang makanannya masing-masing. Spesies lain berburu berkelompok dan membawa serta menjaga makanannya bersama-sama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Kalau mendapatkan makanan yang ukurannya cocok bagi tubuhnya, biasanya semut membawanya sendirian. Kalau ukuran makanan terlalu besar atau kalau semut menemukan beberapa gundukan kecil makanan di suatu daerah, mereka mengeluarkan hormon beracun untuk mencegah semut lain agar tidak menghampiri daerahnya. Kemudian, mereka memanggil para pekerja lain, besar maupun kecil, untuk bersama-sama mengangkut makanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Dalam kehidupannya, semut juga mengenal pembagian tugas yang sangat sempurna. Semut besar memotong-motong makanan dan menjaganya dari hewan-hewan asing, sementara semut kecil membawa pulang makanan. Semut pekerja mengangkat makanan dengan rahangnya dan membawa makanan di depan selagi kembali ke sarang. Kalau bekerja berkelompok, semut dapat membawa potongan makanan yang lebih besar. Mereka mengangkat makanan menggunakan satu atau dua kaki. Pada saat yang sama mereka juga menggigit makanannya dengan rahang terbuka. Semut pekerja menggunakan cara yang berbeda-beda berdasarkan posisi dan arahnya. Semut yang di depan bergerak mundur sambil menyeret makanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Semut yang di belakang berjalan maju sambil mendorong makanan. Semut yang di samping membantu mengangkat. Dengan cara ini, semut dapat mengangkat makanan beberapa kali lebih berat dari yang bisa dibawa seekor semut. Berdasarkan pengamatan, ditemukan bahwa jika semut bekerja sama, mereka dapat mengangkat beban seberat 5000 kali berat yang dapat diangkat seekor semut pekerja. Seratus ekor semut dapat membawa seekor cacing besar di atas tanah dan bergerak dengan kecepatan 0,4 cm per detik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;b&gt; Semut dan Jejak Bau&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Teknik komunikasi dengan jejak (mengikuti jejak bau) sering digunakan oleh semut. Banyak contoh yang menarik dalam hal ini:&lt;br /&gt;Suatu spesies semut yang hidup di gurun pasir di Amerika mengeluarkan bau khusus yang diproduksi di kantung racunnya jika ia menemukan serangga mati yang terlalu besar atau berat untuk dibawanya. Teman-temannya sesarang dari jauh dapat mencium bau yang dikeluarkan dan mendekati sumbernya. Ketika jumlah semut yang berkumpul di sekitar mangsa sudah cukup, mereka membawa serangga tersebut ke sarang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Ketika semut api berpisah untuk mencari makanan, mereka mengikuti jejak bau selama beberapa lama, lalu akhirnya berpisah dan mencari makanan masing-masing. Sikap semut api berubah jika sudah menemukan makanan. Kalau menemukan makanan, semut api kembali ke sarang dengan berjalan lebih lambat dan tubuhnya dekat dengan tanah. Ia menonjolkan sengatnya pada interval tertentu dan ujung sengat menyentuh tanah seperti pensil menggambar garis tipis. Demikianlah semut api meninggalkan jejak yang menuju ke makanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;b&gt; Semut yang Bertindak sebagai Kompas&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit dijelaskan. Ia berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke sarang dengan rute lurus yang lebih singkat. Bagaimana mungkin seekor semut yang hanya dapat melihat beberapa sentimeter ke depan bisa berjalan lurus? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang peneliti bernama Richard Feynman meletakkan sebongkah gula di salah satu ujung bak mandi, lalu menunggu seekor semut datang dan menemukannya. Ketika semut yang pertama kali datang ini kembali ke sarangnya, Feynman mengikuti jejaknya yang berkelok. Kemudian Feyman mengikuti jejak semut-semut berikutnya. Ternyata Feynman menemukan bahwa semut yang datang belakangan tidak mengikuti jejak yang ditinggalkan; mereka lebih pintar, mengambil jalan memotong sampai akhirnya jejaknya menjadi berbentuk garis lurus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Diilhami hasil penelitian Feynman, seorang ahli komputer bernama Alfred Bruckstein membuktikan secara matematis bahwa semut-semut yang datang selanjutnya memang meluruskan jejak berkelok itu. Kesimpulan yang didapatnya sama: setelah beberapa ekor semut, panjang jejak dapat diminimalkan menjadi jarak terpendek antara dua titik – dengan kata lain, membentuk garis lurus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Apa yang diceritakan tadi tentu saja membutuhkan keahlian jika dilakukan oleh manusia. Ia tentu harus menggunakan kompas, jam, maupun perlengkapan yang lebih canggih lagi untuk menentukan suatu jarak. Orang ini harus juga menguasai matematika. Berbeda dengan manusia, penunjuk jalan semut adalah matahari, sedangkan kompasnya adalah cabang pohon dan tanda alam lainnya. Semut mengingat bentuk tanda-tanda ini, sehingga dapat menggunakannya untuk menemukan rute pulang terpendek, meskipun rute ini benar-benar baru baginya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Meskipun kedengarannya mudah, sebenarnya cara in sulit dijelaskan! Bagaimana mungkin seekor makhluk kecil seperti semut, yang tidak memiliki otak maupun kemampuan berpikir dan mempertimbangkan, melakukan perhitungan seperti in? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Bayangkan jika seorang manusia ditinggalkan di hutan yang tidak dikenal. Walaupun orang ini mengetahui arah yang harus dituju, ia akan kesulitan menemukan jalan yang tepat dan mungkin saja tersesat. Selain itu, ia juga harus melihat keadaan sekitar dengan hati-hati dan mempertimbangkan jalan mana yang terbaik. Namun, semut bertindak seolah-olah mengetahui benar cara menemukan jalan. Pada malam hari, mereka dapat menemukan dan mengikuti jalan yang mereka tempuh saat menemukan makanan pada pagi harinya, meskipun kondisinya berubah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;b&gt; Teknik Berburu yang Sempurna&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Beberapa spesies semut menggunakan gigi untuk memakan telur laba-laba, ulat, serangga, dan rayap. Banyak spesies semut (misalnya Dacetine) yang khusus memakan serangga tanpa sayap. Serangga yang dimangsa Dacetine ini hidup berkelompok di tanah dan di daun busuk. Ia juga memiliki tonjolan berbentuk garpu di bawah tubuhnya. Ketika ia bergoyang dan berdiri tegak, organ ini melontarkan tubuhnya ke udara dan bergerak maju bagaikan kangguru mini. Semut Dacetine menggunakan rahangnya bagaikan perangkap hewan untuk menghadapi manuver mangsanya. Ketika semut pencari makan mencium bau serangga dengan antenanya, ia mengintai dengan rahang terbuka 180 derajat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Semut ini mengaitkan gigi kecilnya pada rahangnya dengan cara menekankannya ke langit-langit mulut. Lalu, semut memeriksa sekitarnya dengan menggerakkan antenanya ke depan. Kemudian semut mendekati serangga perlahan-lahan. Ketika antenanya menyentuh mangsanya, si serangga kecil terjangkau oleh gigi bawah semut. Ketika semut menurunkan langit-langit mulutnya, rahangnya mendadak menutup dan mangsanya terjepit di antara giginya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Kecepatan kedipan mata kita sangat lambat jika dibandingkan dengan kecepatan gigitan semut ini ketika menjebak mangsanya. Kelopak mata kita membuka dan menutup dalam sepertiga detik; rahang semut Odontomachus bawi bekerja 100 kali lebih cepat. Gigitan tercepat yang teramati memakan waktu 0,33 milidetik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="content"&gt;Struktur rahang semut penjebak panjangnya sekitar 1,8 milimeter. Pada bagian dalamnya terdapat kantong udara yang menempel ke trakea. Sistem ini menyebabkan gigi dapat bergerak cepat. Rahangnya berfungsi sebagai perangkap tikus mini. Ketika berburu, rahang terbuka lebar dan siap menutup setiap saat. Kecepatan menggigitnya berkurang menjelang akhir proses menggigit. Agar giginya tidak beradu terlalu keras, gerakan rahang diperlambat dengan sistem otot khusus.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span class="content"&gt;Tidak mungkin mekanisme berburu yang begitu rumit terbentuk melalui proses evolusi, tanpa proses perancangan terencana dan terjadi secara acak. Satu-satunya kebenaran yang dapat diterima adalah adanya sebuah kekuatan yang menciptakan semut dengan semua karakter mereka yang menakjubkan dan cara hidup mereka yang sempurna. Kekuatan ini adalah Allah yang Maha Kuasa atas segala yang ada di alam dan di jagat raya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-112712578953590903?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/112712578953590903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=112712578953590903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112712578953590903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/112712578953590903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/09/keajaiban-pada-semut-makan-dan-berburu.html' title='Keajaiban Pada Semut (Makan dan Berburu)'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12754512.post-111561402740259151</id><published>2005-05-09T11:39:00.000+07:00</published><updated>2005-09-13T18:01:58.900+07:00</updated><title type='text'>Kisah Seekor Kupu-kupu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/1600/kupu-kupu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5537/1095/320/kupu-kupu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam, calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak disekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu kedalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak akan pernah bisa "terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon kekuatan dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan, dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. Kita memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran. Kita memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi bencana dan bahaya untuk diatasi. Kita memohon cinta, dan Tuhan memberi kita orang-orang yang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. Kita memohon kemurahan dan kebaikan hati, dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti. Begitulah cara Tuhan membimbing kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jika kita tidak memperoleh yang kita inginkan, berarti bahwa kita tidak mendapatkan segala yang kita butuhkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Tuhan tidak memberikan apa yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti, mengenal bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal itulah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut diatas, kita bisa ambil hikmahnya. Sejauh manakah penilaian dan sangkaan buruk kita kepada Tuhan atas semua yang telah kita dapatkan selama ini. Kita harus bias mencoba untuk mengerti rencana Tuhan atas diri kita. Tuhan Maha Tahu dan Maha Adil. Tuhan tidak akan menganiaya hambanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jika setiap ibadah diumumkan besar pahalanya, maka anak manusia akan berkorban penuh untuk mendapatkannya.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12754512-111561402740259151?l=dioncecepsupriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/feeds/111561402740259151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12754512&amp;postID=111561402740259151' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/111561402740259151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12754512/posts/default/111561402740259151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dioncecepsupriadi.blogspot.com/2005/05/kisah-seekor-kupu-kupu.html' title='Kisah Seekor Kupu-kupu'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14245524704351094979</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
